Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Viral Susu UHT Khusus MBG dengan Kandungan Gizi Membingungkan, BGN Akhirnya Buka Suara

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 21 Jan 2026 16:50 WIB

Viral Susu UHT Khusus MBG dengan Kandungan Gizi Membingungkan
Ilustrasi Susu UHT Khusus MBG/Foto: Getty Images/Satriady Utomo
Jakarta -

Belakangan ini, perbincangan soal susu UHT khusus MBG ramai di media sosial, Bunda. Produk ini menarik perhatian karena kemasannya bertuliskan 'Susu Sekolah Susu Gratis Program MBG, Tidak untuk Diperjualbelikan'.

Dalam unggahan yang tengah viral, terlihat susu UHT berukuran 125 ml dengan warna kemasan biru muda. Dari satu foto saja, rasa penasaran publik pun langsung bermunculan.

Unggahan tersebut dibagikan langsung di Threads dan cepat menyebar. Kolom komentar pun dibanjiri oleh tanggapan dari netizen yang menyoroti isi produknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Pemerintah ngeluarin susu UHT baru namanya Susu Sekolah khusus untuk Program MBG Komposisi Susu 50 persen Rekombinasi 49 persen," tulis salah satu akun di Threads.

"JUJUR KAGET! Pemerintah ngeluarin susu UHT baru namanya Susu Sekolah khusus untuk Program MBG. Tapi Liat deh komposisinya," kata akun lainnya.

Melihat hal ini, tak sedikit netizen yang mengaku bingung melihat komposisi yang tertera di kemasan. Sebagian orang tua bahkan mulai mempertanyakan kualitas dan kandungan gizi susu tersebut.

Kandungan gizi susu UHT khusus MBG

Susu UHT khusus MBG yang beredar ini menampilkan komposisi cukup detail di kemasannya, Bunda. Tertulis, produk ini mengandung 50 persen susu sapi segar, 49 persen susu rekombinasi, serta tambahan penstabil nabati.

Pada bagian keterangan, susu tersebut juga diproduksi tanpa bahan pengawet. Selain itu, informasi nilai gizi ikut dicantumkan sebagai gambaran kandungan nutrisinya.

Hal lain yang tak luput dari perhatian adalah adanya logo Badan Gizi Nasional (BGN) di bagian depan kemasan. Keberadaan logo ini pun memicu spekulasi publik terkait produk susu yang belum jelas asal-usulnya.

Lebih lanjut, perpaduan antara susu segar dan susu rekombinasi dalam persentase yang hampir seimbang ini justru memicu tanda tanya. Sebenarnya, apakah susu UHT ini benar produk resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN)?

BGN buka suara terkait susu UHT khusus MBG

Menanggapi kabar yang sedang viral ini, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nadik Sudaryati Deyang, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa BGN tidak pernah bekerja sama dengan perusahaan tertentu untuk memproduksi susu UHT dalam program MBG.

"BGN adalah badan pemerintahan, tidak mungkin bekerja sama dengan pihak swasta untuk memproduksi barang yang diperjualbelikan," kata Nanik, menilik dari laman detikcom, Rabu (21/1/2026).

Ia menduga bahwa kemunculan produk tersebut lebih mengarah pada strategi pemasaran dari pihak tertentu. Nama MBG dinilai dimanfaatkan supaya produk terlihat seolah-olah direkomendasikan dari pemerintah.

"Ya mereka memanfaatkan seolah itu susu yang direkomendasikan BGN, kami menyesalkan itu," ucapnya.

BGN juga merujuk pada Pasal 38 ayat 1 Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Dalam aturan itu, penyelenggaraan MBG memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri serta pelibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selain itu, BGN menyampaikan bahwa susu bukanlah menu wajib dalam program MBG. BGN juga memastikan kalau tidak ada produk 'susu sekolah' resmi yang dikeluarkan khusus untuk program MBG.

Meski begitu, hingga kini keberadaan susu UHT khusus MBG dengan kandungan gizi tersebut masih memicu kebingungan di tengah masyarakat, terutama bagi para orang tua.

Itulah ulasan seputar viralnya susu UHT khusus MBG hingga Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara terkait kabar ini.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda