PARENTING
Fakta Penting soal Campak yang Harus Diketahui Orang Tua, Simak Cara Mencegahnya
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 10 Feb 2026 17:00 WIBPenyakit campak pada anak yang akhir-akhir ini kembali tentunya membuat orang tua khawatir. Simak apa saja yang harus diketahui orang tua serta bagaimana cara mencegahnya.
Campak merupakan penyakit yang telah ada sejak lama, bahkan sejak abad ke-16. Awalnya, penyakit ini sulit untuk dicegah dan diobati. Namun, seiring berkembanganya zaman dan teknologi, para peneliti berhasil mengembangkan berbagai upaya untuk mencegah campak agar tidak semakin meluas.
Meski begitu, campak bukanlah penyakit yang bisa disepelekan, terutama pada anak-anak. Sebagai orang tua, sangat penting bagi kita untuk memahami informasi seputar campak agar tetap waspada serta dapat melindungi anak dari penyakit ini. Yuk simak penjelasan lengkapnya, Bunda.
Mengenal campak pada anak
Campak atau dikenal juga sebagai rubella merupakan infeksi pernapasan yang sangat menular dan disebabkan oleh virus dari keluarga Paramyxovirus. Umumnya penderita campak akan merasakan demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga muncul ruam merah di seluruh tubuh. Campak bisa berakibat serius, terutama bagi anak kecil.
Campak sempat dinyatakan hilang dari Amerika Serikat pada tahun 2000. Namun, campak kini kembali muncul di berbagai kasus. Pada tahun 2025, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan 2.267 kasus campak yang terkonfirmasi, jumlah terbanyak sejak tahun 1991, dikutip dari PBS News.
Sepanjang tahun 2026, diketahui sudah terdapat 588 kasus baru yang terkonfirmasi, bahkan sebagian besar angka disumbang dari wabah besar yang terjadi di South Carolina. Negara bagian lain, termasuk Florida, North Carolina, dan Utah juga telah melaporkan kasus campak pada akhir Januari.
Bagaimana penularan campak
Campak menyebar melalui udara dan droplet ketika orang yang terjangkit batuk atau bersin dan virus tersebut dapat bertahan di udara hingga dua jam setelahnya. Penyakit ini memiliki tingkat penularan yang begitu tinggi. Bahkan, jika satu orang tertular, maka 90 persen orang di sekitarnya juga akan tertular, terlebih pada orang dengan sistem imun yang kurang baik.
Penyebarannya begitu agresif, virus tersebut dapat menginfeksi orang-orang yang berada di ruang yang luas, seperti bioskop, gedung olahraga, hingga pusat perbelanjaan. Penderita campak dapat menyebarkan virus kepada orang lain mulai dari empat hari sebelum ruam muncul, hingga empat hari setelahnya.
Gejala campak pada anak
Menurut dokter penyakit menular di Vanderbilt University, Dr. William Schaffner, penyakit campak membuat penderitanya begitu menderita. Bahkan kasus ringan yang tidak memerlukan rawat inap pun terasa begitu berat.
“Ini bukan virus yang sepele. Saya tidak akan mengharapkan anak mana pun terkena campak,” tegas Dr. Schaffner. Ia pun membagikan gejala campak pada anak agar para orang tua dapat mewaspadainya sejak dini.
1. Gejala umum
Dr. Schaffner menjelaskan bahwa gejala yang pertama kali muncul adalah batuk, pilek, demam, serta mata merah dan berair. Banyak orang tua yang tidak begitu waspada dan mengira gejala tersebut mirip dengan flu.
2. Muncul bercak dan ruam
Beberapa hari setelah gejala umum muncul, bintik-bintik putih kecil yang disebut bercak Koplik akan muncul di bagian dalam mulut. Pada hari ketiga hingga kelima, ruam campak berupa bintik-bintik merah kemudian muncul, dimulai dari wajah lalu menyebar ke tubuh hingga anggota gerak.
3. Demam tinggi
Kemunculan bercak dan ruam merah tersebut disertai dengan demam yang tinggi. Bahkan, demam tersebut bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.
Anak yang terkena campak umumnya akan pulih dalam waktu sekitar 10 hari. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa komplikasi akan tetap terjadi, sehingga pentingnya melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Bagaimana cara mencegah campak pada anak
Berikut beberapa cara yang direkomendasikan ahli untuk mencegah campak pada anak.
1. Lakukan vaksin campak (MMR)
Satu-satunya cara untuk mencegah campak pada anak adalah melalui vaksinasi dengan vaksin MMR (measles, mumps, rubella). Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan agar anak menerima dua dosis vaksin MMR. Vaksin pertama diberikan pada usia 12-15 bulan dan dosis booster pada usia 4-6 tahun.
Melansir laman Children's Hospital Colorado, vaksin campak sejauh ini tidak memberikan efek samping apapun, sehingga vaksin tersebut aman. Mungkin, salah satu efek samping yang jarang terjadi adalah trombosit rendah. Selain itu, reaksi alergi serius dari vaksin MMR juga jarang terjadi, peluangnya hanya 1 dari 1.000.000, Bunda.
Tidak ada kata terlambat untuk pemberian vaksin MMR. Terlepas dari informasi yang beredar, vaksin tersebut aman dan efektif. Vaksin campak terus dilakukan evaluasi terhadap keamanan keefektivitasannya oleh para peneliti.
2. Konsumsi vitamin A
Beberapa ahli merekomendasikan pemberian vitamin A untuk menurunkan risiko komplikasi parah akibat campak, termasuk pneumonia, diare, dan kematian, terutama pada anak-anak. Vitamin A dapat diperoleh dari buah, sayur, sereal, susu, dan yoghurt rendah lemak.
Vitamin A memang kurang membantu untuk pencegahan campak, tetapi sangat berguna untuk menghindari dari komplikasi serius akibat campak. Perlu diingat bahwa pengonsumsian vitamin A harus di bawah pengawasan tenaga medis.
Demikian informasi mengenai penyakit campak pada anak dan apa saja hal-hal dalam penyakit ini yang harus diketahui para orang tua. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Rekomendasi Daycare Terbaik dan Aman di Jakarta Pilihan Warganet
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Campak pada Bayi, Kenali Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mengobatinya
Apakah Demam Campak Naik Turun dan Berapa Lama Terjadinya?
Campak pada Anak: Gejala, Penyebab & Cara Pengobatan
Campak pada Anak: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya
TERPOPULER
Ucapan Haru Najwa Shihab untuk Sang Putra Izzat yang Berulang Tahun Ke-25
Shenina Cinnamon Hamil Anak Pertama, Intip 5 Potret Bahagianya Bersama Angga Yunanda
Cara Mencuci Baju di Mesin Cuci agar Awet dan Warna Tidak Pudar
Terinspirasi dari Cahaya, Ini Arti Nama Nayyara dan 7 Rangkaiannya
3 Nama Baru yang Masuk Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Benarkah Memberi Kacang saat Bayi MPASI Bisa Mencegah Alergi? Ini Penjelasannya
Shenina Cinnamon Hamil Anak Pertama, Intip 5 Potret Bahagianya Bersama Angga Yunanda
Ucapan Haru Najwa Shihab untuk Sang Putra Izzat yang Berulang Tahun Ke-25
15 Contoh Soal Perkalian dan Pembagian Pecahan Kelas 6 dan Jawabannya
Cara Mencuci Baju di Mesin Cuci agar Awet dan Warna Tidak Pudar
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: 5 Berita Populer: Shenina Cinnamon Hamil, Roy Marten soal Gading
-
Beautynesia
4 Barang Mewah yang Tidak Akan Dibeli Old Money, Tapi Jadi Favorit Kelas Menengah!
-
Female Daily
Mau Coba Parfum The Body Tale Gratis? Wajib Cek Ini!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto: Shenina Cinnamon Umumkan Hamil, Pamer Baby Bump dengan Gaya Bohemian
-
Mommies Daily
Resep Takjil Ramadhan yang Lebih Sehat dari Gorengan