PARENTING
Alasan Telapak Kaki Bayi Baru Lahir Dicap Tinta Biru, Ada Kaitan dengan Akta Lahir
Indah Ramadhani | HaiBunda
Rabu, 04 Mar 2026 12:15 WIBPernahkah Bunda melihat atau mendengar bahwa telapak kaki bayi baru lahir sebaiknya harus dicap tinta biru? Bahkan, tak sedikit orang tua, baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang melakukan pemberian cap tinta biru pada telapak kaki bayi mereka begitu lahir.
Tradisi ini sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 1960-an, lho. Dari zaman itu hingga sekarang, banyak rumah sakit yang menyediakan layanan cap kaki bayi yang baru lahir. Bagi Bunda yang baru pertama kali mendengar, tentu penasaran bukan dengan kegunaan cap tinta biru ini?
Banyak orang tua di luar sana yang menganggap cap telapak kaki bayi menjadi salah satu kenangan masa kecil yang tidak akan terlupakan. Selain itu, beberapa manfaat lainnya juga bisa diperoleh dari pemberian cap kaki seperti yang akan disampaikan berikut ini, Bunda.
Kalau gitu, yuk simak penjelasan selengkapnya mengenai pemberian cap tinta biru pada telapak kaki bayi.
Untuk pembuatan akta kelahiran
Salah satu kegunaan dari cap telapak kaki bayi ini adalah untuk membuat akta kelahiran. Seperti yang kita tahu kalau setelah bayi lahir, salah satu dokumen yang harus dilengkapi adalah akta kelahiran guna memastikan kelahiran sang bayi tercatat resmi, terutama di rumah sakit.
Akta kelahiran berbentuk sebuah kertas yang berisi beberapa informasi dan data diri bayi serta kedua orang tuanya. Pada bagian bawah deret atau kolom informasi, tersedia ruang untuk menempelkan cap basah dari telapak kaki bayi dengan menggunakan tinta biru.
Oleh karena itu, beberapa rumah sakit menyediakan layanan pembuatan akta kelahiran dengan cap kaki bayi, Bunda. Menurut US Birth Certificates, cap kaki akan diambil pada satu atau dua jam setelah bayi baru lahir.
Cap kaki lebih mudah diaplikasikan daripada cap sidik jari
Bayi yang baru lahir umumnya cenderung sering mengepalkan tangan karena refleks bawaan sejak lahir. Sementara itu, bagian serupa yang mudah terbuka dan lurus adalah telapak kaki, sehingga membuatnya lebih mudah untuk mengaplikasikan tinta.
Proses untuk mendapatkan cap kaki bayi di akta kelahiran atau rekam medis pun cukup mudah, Bunda. Perawat atau tenaga kesehatan akan mengambil pergelangan kaki bayi dan menempelkan telapak kakinya pada bantalan tinta dan dengan kuat menekannya ke kertas.
Selain itu, terdapat cara yang lebih modern dan digital dengan menggunakan teknologi terbaru, yaitu menempelkan telapak kaki bayi pada mesin khusus. Cara ini dipercaya lebih mudah dan tidak akan membuat bayi merasa tidak nyaman.
Pada tahun 1960-an, rumah sakit yang memulai praktik cap kaki bertujuan untuk menghindari bayi tertukar saat baru lahir serta mencegah penculikan. Namun, kini maknanya semakin meluas hingga menjadi salah satu cara untuk mengenang momen paling indah.
Sebagai identitas yang eksklusif
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa telapak kaki menjadi alternatif dari sidik jari. Pasalnya, telapak kaki juga memiliki pola unik yang hanya dimiliki oleh satu orang di seluruh dunia.
Berkat konsep ini, rumah sakit mulai mengambil cap kaki bayi dan sang Bunda secara bersamaan. Dengan begitu, keduanya teridentifikasi sebagai ibu dan anak yang resmi dan benar.
Melansir dari National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), terdapat sekitar 90 persen rumah sakit yang masih menyediakan layanan cap telapak kaki bayi. Hal ini berlaku pada rumah sakit besar yang memiliki ratusan bayi lahir dalam seminggu.
Cara membuat cap telapak kaki bayi di rumah
Melakukan cap telapak kaki bayi tidak harus di rumah sakit, kok. Bunda dapat melakukannya di rumah sendiri dengan mudah. Yuk, simak langkah-langkahnya berikut ini yang dikutip dari penuturan pakar keamanan SafeWise, Sarah Brown.
1. Pastikan kulit bayi tidak sensitif
Sebelum memulai membalurkan tinta ke seluruh permukaan telapak kakinya, Bunda harus memastikan bahwa kulit bayi tidak sensitif atau menunjukkan reaksi yang buruk dengan menempelkan sedikit tinta ke bagian lengannya.
Biarkan selama satu menit kemudian bilas dengan air sabun. Apabila bayi tidak menunjukkan reaksi apapun dalam waktu 24 jam, cat tersebut seharusnya aman untuk digunakan pada kaki dan tangan mereka.
2. Lakukan di dapur
Tempat yang paling cocok untuk membuat cap kaki bayi di rumah adalah dapur. Sebab, Bunda bisa dengan mudah membersihkan segala kekacauan yang terjadi saat membuat cap. Tetapi sebelum itu, Bunda harus memastikan dapur sudah bersih dan aman, ya.
3. Lakukan bersama orang lain
Bunda bisa meminta bantuan orang lain untuk mengerjakan bersama-sama agar lebih efisien. Satu orang bisa bertugas untuk mencetak telapak kaki, sementara satu yang lainnya bertugas untuk membersihkan.
4. Lakukan saat bayi tidur agar lebih mudah
Cara paling mudah untuk menghindari ruangan menjadi berantakan dan bayi merasa terganggu adalah dengan melakukannya saat bayi tertidur. Mereka akan tenang dan kita Bunda dapat dengan mudah melakukannya. Nantinya hasil capnya pasti akan jauh lebih bagus dan rapi.
5. Pegang kaki bayi dengan benar
Pastikan Bunda sudah memberikan alas atau bantalan yang kokoh saat meletakkan kaki bayi. Kemudian, pegang pergelangan kaki bayi dengan perlahan. Bunda dapat menggunakan tangan kanan untuk kaki kanan dan tangan kiri untuk kaki kiri.
Tempatkan tumit kaki bayi terlebih dahulu baru kemudian jari-jarinya. Bila posisinya di rasa sudah pas, Bunda dapat mendorongnya secara perlahan mendekati permukaan tinta. Jangan terlalu lama, segera lepaskan kaki bayi agar tinta tidak luntur dan meleber ke mana-mana.
Demikian informasi mengenai alasan telapak kaki bayi baru lahir dicap tinta biru. Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)