PARENTING
Apa yang Terjadi Jika Tes DNA Anak Tidak Cocok dengan Ibu Kandung?
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Jumat, 06 Mar 2026 11:25 WIBTes Deoxyribonucleic Acid (DNA) sering dianggap sebagai cara paling pasti untuk mengetahui identitas seseorang. Dari sini, kita bisa tahu asal-usul dan hubungan kita dengan orang tua maupun keluarga.
Namun ternyata, ada kasus yang menunjukkan kalau DNA tidak selalu memberikan jawaban yang jelas. Buku berjudul Hidden Guests: Migrating Cells and How the New Science of Microchimerism Is Redefining Human Identity karya Lise Barnéoud menjelaskan terkait hal ini.
Dilansir dari laman Live Science, salah satunya dialami oleh seorang Bunda bernama Lydia Fairchild. Saat mengurus tunjangan untuk membesarkan kedua anaknya seorang diri, ia diminta untuk menjalani tes DNA.
Beberapa minggu kemudian, pihak layanan sosial menuduhnya bukan ibu dari anak-anaknya. Padahal ia jelas sudah melahirkan mereka, dan keluarga serta dokternya membenarkan hal itu.
DNA anak tidak sesuai, apa yang terjadi?
Awalnya, Lydia Fairchild dicurigai berbohong tentang anak-anaknya. Pihak berwenang lalu melakukan pemeriksaan dan segera memastikan bahwa memang ada dua anak yang tinggal bersamanya.
Setelah tiga kali melakukan sidang, Fairchild merasa cemas dan takut kehilangan anak-anaknya, Bunda.
"Setiap hari rasanya seperti hari terakhir aku akan melihat mereka," ujarnya.
"Aku menghubungi setiap pengacara di buku telepon. Tak satu pun dari mereka mempercayaiku. Itu hanya kata-kataku melawan DNA. Itu aku melawan semua orang," tuturnya.
Saat itu, Fairchild sedang mengandung anak ketiganya. Hakim pun meminta agar ibu dan bayinya segera diuji setelah lahir. Hasilnya menunjukkan bahwa anak ketiganya juga secara genetik bukan putranya.
Lebih lanjut, seorang pengacara yang bernama Alan Tindell setuju membantunya. Ia menanyakan tentang kehidupan Fairchild, hubungannya dengan keluarga, dan Ayah dari anak-anaknya.
"Berdasarkan jawabannya, saya akhirnya memutuskan untuk mempercayainya," jelas Tindell.
Sampai suatu hari, mereka memeriksa Fairchild lalu ditemukan sel-sel dengan DNA berbeda yang cocok dengan anak-anaknya dan ibunya. Tim menyimpulkan DNA itu berasal dari saudara kembar yang hilang.
Akhirnya, Fairchild bisa bernapas lega setelah semua terungkap. Ternyata, anggapan bahwa setiap orang hanya memiliki satu jenis DNA tidak selalu benar, Bunda.
Bukti genetik tak selalu tepat
Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa bukti genetik kerap dianggap paling pasti untuk mengetahui hubungan keluarga. Tapi kenyataannya, bukti ini juga tak selalu benar, Bunda.
Hal ini dibenarkan langsung oleh seorang ahli filsafat dan akademisi yang berbasis di Swedia, Margrit Shildrick.
"Asumsi utama dalam keadaan seperti itu adalah orang langsung menganggap ada yang curang, padahal masih ada bukti lain yang menunjukkan hubungan keluarga itu sebenarnya sah," ungkapnya.
Sering kali, ilmu pengetahuan dianggap 'mutlak' dan kebenarannya tidak terbantahkan. Tapi terkadang, kita terlalu cepat yakin dan lupa kalau masih banyak yang belum kita pahami.
Kalau kasus Fairchild tidak muncul karena alasan lain, ia mungkin tidak akan pernah tahu bahwa ada sel selain selnya sendiri di tubuhnya. Anak-anaknya mungkin suatu hari juga mengetahui fakta genetik yang berbeda dalam keluarga mereka.
Fenomena ini dikenal sebagai kimerisme garis germinal, di mana beberapa sel tertentu hadir dalam jaringan yang membentuk sel telur atau sperma, Bunda.
Dengan semakin banyaknya tes DNA dilakukan, kemungkinan ada orang yang dianggap bukan ayahnya secara salah juga meningkat. Kasus ini menjadi bukti bahwa hasil genetik itu tidak selalu pasti.
Itulah penjelasan lengkap mengenai kemungkinan yang terjadi jika hasil tes DNA anak ternyata tidak cocok dengan ibu kandungnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Tanda Anak Tumbuh Bahagia Berkat Pola Asuh Orang Tua yang Hebat
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Tips Ampuh Merespons Anak yang Suka Membantah Orang Tua
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Penyebab & Cara Mengatasi Pertengkaran Kakak dan Adik, Yuk Cari Tahu Bunda
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Menaker Pastikan THR Karyawan Swasta Kena Pajak, Ini Perhitungannya
4 Tips Diet Slow Aging ala Korea untuk Mencegah Penuaan Dini
7 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Mengirim Pesan Daripada Telepon Menurut Psikologi
Bomdong Bibimbap Jadi Makanan Viral Baru, Geser Popularitas Dubai Chewy Cookie
Belanja Lebaran: Mana Kebutuhan, Mana Tekanan Sosial?
REKOMENDASI PRODUK
5 Snack Diet Lezat yang Bantu Turunkan Berat Badan
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi MPASI Instan untuk Bayi 7 Bulan ke Atas, Praktis buat Mudik
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Madu untuk Sahur, supaya Kuat Puasa dan Tetap Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Anak Laki-Laki 1-14 Tahun, Bisa Kembaran sama Ayah
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Alat Pel Persiapan Ditinggal ART, Harga Terjangkau
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bomdong Bibimbap Jadi Makanan Viral Baru, Geser Popularitas Dubai Chewy Cookie
Pentingnya Vitamin A untuk Anak yang Terkena Campak, Catat Bun!
Belanja Lebaran: Mana Kebutuhan, Mana Tekanan Sosial?
Menaker Pastikan THR Karyawan Swasta Kena Pajak, Ini Perhitungannya
4 Tips Diet Slow Aging ala Korea untuk Mencegah Penuaan Dini
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Drama 'Our Universe' Masuki Minggu Terakhir dengan Rating Tertinggi
-
Beautynesia
Prada Hanya Butuh 15 Model untuk Tampilkan Koleksi Fall/Winter 2026
-
Female Daily
Hasil Treatment Keratin Rambut Selama 3 Bulan: Dari Frizzy Jadi Lebih Smooth & Manageable!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Metro Festive Raya 2026 Digelar, Denny Wirawan Hadirkan Baju Lebaran Timeless
-
Mommies Daily
5 Rekomendasi Sarimbit Keluarga Lebaran 2026 di Bawah Rp1 Juta, Tampil Kompak Tanpa Boros