HaiBunda

PARENTING

Vitamin dan Asupan untuk Anak yang sedang Sakit Campak agar Cepat Sembuh

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Kamis, 12 Mar 2026 12:45 WIB
Asupan sakit campak/ Foto: Getty Images/Anna_Shepulova

Belakangan ini, kasus campak di Indonesia mengalami peningkatan. Apabila saat ini Si Kecil terkena campak, Bunda perlu memperhatikan beberapa asupan agar tubuhnya tetap terjaga sehingga proses pemulihannya berjalan optimal.

Campak merupakan penyakit infeksi virus Morbillivirus (paramyxovirus) yang dapat menyebar melalui udara. Penyakit ini diketahui sangat menular dan mampu menginfeksi saluran pernapasan. 

Meski umumnya menyerang anak-anak, campak bisa menyebabkan komplikasi serius pada orang dewasa apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, pastikan Si Kecil sudah menerima vaksinasi campak secara lengkap agar terhindar dari penularannya, Bunda.


Namun, bagi anak yang sedang tertular campak, terdapat beberapa cara untuk mempercepat proses pemulihannya sehingga Bunda tidak perlu khawatir. Salah satunya dengan pemenuhan asupan gizi yang tepat. 

Siapa saja yang berisiko tinggi terkena campak?

Seperti yang kita tahu, pemberian vaksin mampu menekan risiko penularan campak. Didukung oleh penjelasan ahli yang dikutip dari laman Vinmec, anak-anak yang belum divaksinasi memiliki risiko penularan campak yang lebih tinggi dibandingkan anak yang sudah diberi vaksin.

Anak-anak atau orang dewasa yang kekurangan vitamin A dapat mengalami komplikasi campak yang lebih buruk. Hal ini disebabkan vitamin A berperan penting dalam menjaga lapisan pelindung saluran pernapasan, serta pendukung sistem kekebalan tubuh.

Orang-orang yang bepergian ke negara dengan kasus campak tinggi dan tidak memperhatikan langkah pencegahan juga sangat berisiko tertular. Hal ini dikarenakan virus campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, bahkan sebelum penderitanya menunjukkan gejala ruam.

Gejala umum tertular campak

Melansir dari laman CDC, gejala campak terbagi menjadi tiga fase. Tidak semua gejala muncul dalam satu hari yang sama, sehingga penting bagi Bunda untuk terus memantau perubahan yang terjadi pada tubuh Si Kecil, sebagai berikut:

7-14 hari setelah terinfeksi virus

Gejala yang pertama kali muncul setelah satu sampai dua minggu terinfeksi virus adalah demam tinggi, batuk, pilek, mata merah dan berair. Demam campak umumnya bisa mencapai 39 derajat Celcius bahkan lebih dari 40 derajat Celcius.

2-3 hari setelah gejala pertama muncul

Selang dua sampai tiga hari anak mengalami gejala pertama, biasanya akan ditemukan bintik-bintik putih kecil atau disebut bintik Koplik yang muncul di dalam mulut. Berbeda dengan sariawan, bintik ini terlihat seperti butiran garam dengan permukaan yang merah meradang.

3-5 hari setelah gejala pertama dan kedua muncul

Setelah anak mengalami gejala pertama dan bintik-bintik putih di mulut, dalam tiga sampai lima hari ke depan, bintik-bintik merah datar atau ruam akan muncul di wajah atau di bawah garis rambut. 

Ruam tersebut akan menyebar dari kepala hingga ke seluruh tubuh. Tak sedikit juga ruam yang disertai benjolan kecil yang menonjol. Saat ruam menyebar, demam bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Asupan untuk anak yang sedang campak

Bila Si Kecil mengalami gejala-gejala tersebut dan resmi dinyatakan terkena campak oleh dokter, Bunda tidak perlu khawatir berlebih. Para tenaga medis menyarankan agar Bunda membantu proses pemulihannya dengan memberikan asupan gizi yang cukup, seperti:

1. Pemberian asupan cairan

Saat anak terkena campak, biasanya nafsu makan mereka menjadi menurun karena kerusakan pada jaringan epitel saluran pernapasan dan pencernaan. Untuk menghindari kekurangan cairan, Ketua IDAI Jawa Barat, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, dikutip dari detikcom memberikan saran berupa:

  • Memberikan anak cairan yang dapat menggantikan gula garam, seperti air larutan gula dan garam, air kelapa, dan air atau kuah dari sup.
  • Pastikan frekuensi buang air kecilnya terjaga, minimal 3-4 jam sekali.
  • Bila kondisi diperparah dengan muntah, diare, kejang, sesak hebat, dan tidak dapat menerima cairan, sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit.

2. Asupan vitamin A

Bunda bisa memberikan anak makanan yang mengandung vitamin A, seperti daging, ikan, telur, dan susu. Selain itu, vitamin A dapat diperoleh dari mengonsumsi sayuran hijau seperti sayur bayam, kangkung, dan goni.

Sebagai tambahan, Bunda juga bisa memberikan suplemen vitamin A kepada Si Kecil. Namun, pastikan dosisnya sesuai dengan usia anak dan diberikan berdasarkan anjuran dokter, ya.

3. Asupan zat besi

Zat besi berfungsi untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh, melindungi tubuh, serta menyembuhkan luka dengan cepat. Bila Si Kecil kekurangan zat besi saat campak, maka risikonya dikhawatirkan akan semakin memburuk, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Bunda bisa memberikan anak makanan yang mengandung zat besi, seperti udang, tiram, kerang, belut, daging sapi, almond, kacang mete, kacang tanah, atau kacang hijau. Selain itu, Bunda juga bisa melengkapinya dengan pemberian suplemen penambah zat besi.

3. Asupan vitamin C

Vitamin C selalu dipercaya sebagai salah satu tameng untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam menangkal virus. Selain itu, vitamin C juga akan menjaga kondisi tubuh dan mempercepat proses pemulihan.

Bunda bisa memberikan makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah jeruk, mangga, pisang, jeruk bali, semangka, dan lainnya. Selama menjalani perawatan Bunda perlu memberi anak satu sampai dua gelas jus buah-buahan tersebut untuk memperkuat sistem imun.

Demikian penjelasan mengenai asupan apa saja yang perlu didapatkan anak yang terkena campak. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ramai Sepekan: Ruce Nuenda Disorot usai Keluyuran saat Campak hingga Kabar Zendaya & Tom Holland

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Daftar Makanan Tinggi Purin, Waspada Bisa Picu Asam Urat Bun

Mom's Life Annisa Karnesyia

Awalnya Dianggap Tak Berharga, Bros Rp500 Ribu Ini Ternyata Bernilai Rp400 Juta

Mom's Life Natasha Ardiah

Bayi Ikut Mudik Lebaran? Ini 5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Parenting Nadhifa Fitrina

Tata Cara Salat Tasbih Lengkap dengan Niat, Surat & Waktu Menunaikannya

Mom's Life Natasha Ardiah

5 Resep Sup Enak, Simpel & Sehat untuk Menu Sahur Ibu Hamil

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengulik Kekayaan Pangeran Dubai, Sosok yang Pernah Disorot Bersama Cristiano Ronaldo

Bayi Ikut Mudik Lebaran? Ini 5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

10 Daftar Makanan Tinggi Purin, Waspada Bisa Picu Asam Urat Bun

Tata Cara Salat Tasbih Lengkap dengan Niat, Surat & Waktu Menunaikannya

Awalnya Dianggap Tak Berharga, Bros Rp500 Ribu Ini Ternyata Bernilai Rp400 Juta

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK