sign up SIGN UP search


parenting

Pentingnya Vaksin Rubella Cegah Penularan Wabah Campak pada Anak

Ratih Wulan Pinandu Sabtu, 07 Dec 2019 17:45 WIB
Pentingnya Vaksin Rubella Cegah Penularan Wabah Campak pada Anak caption
Jakarta - Campak menjadi salah satu penyakit yang diwaspadai para orang tua pada anaknya. Campak merupakan infeksi pada masa anak-anak akibat virus.

Mungkin, Bunda masih ingat ya saat masih kecil dulu banyak sekali anak-anak mengalami campak. Atau, mungkin justru Bunda dan Ayah juga pernah mengalaminya? Sekarang, campak hampir selalu dapat dicegah dengan vaksin.


Bunda tentu sudah tidak asing kan dengan vaksin rubella beberapa tahun belakangan ini? Vaksin rubella penting diberikan pada anak, agar tak berakibat serius dan fatal untuk anak-anak. Berkat kesadaran orang tua memberikan anaknya vaksin rubella, sejauh ini angka kematian turun di seluruh dunia.


Sebelumnya, menurut ulasan Mayo Clinic, pasien ini membunuh lebih dari 100.000 orang per tahun. Sebagian besar dari mereka berusia 5 tahun.

Sedangkan menurut Kids Health, campak adalah infeksi pernapasan yang sangat menular. Anak yang terjangkit akan mengalami ruam kulit total dan gejalanya mirip flu. Campak disebabkan oleh virus, jadi tidak ada perawatan medis untuk itu.

"Anak yang mengalami campak harus minum banyak cairan, banyak istirahat, dan tinggal di rumah untuk mencegah penularan. Hentikan dulu kegiatan mereka di sekolah atau day care, untuk mencegah penyebaran infeksi," ungkap Pediatri Perawatan Primer, Michelle P. Tellado, MD.

Tanda dan gejala campak

Gejala pertama infeksi campak biasanya anak akan mengalami batuk, pilek, demam tinggi, dan mata merah. Anak-anak juga mungkin memiliki bintik-bintik koplik (bintik-bintik merah kecil dengan bagian tengah biru-putih) di dalam mulut sebelum ruam dimulai.

Ruam pecah 3-5 hari setelah gejala dimulai. Kadang-kadang disertai dengan demam tinggi hingga 40 derajat Celsius. Ruam merah atau kecoklatan biasanya dimulai sebagai bintik merah datar di dahi.

Kemudian, menyebar ke seluruh wajah, lalu ke leher dan dada ke lengan serta kaki. Demam dan ruam ini kemudian perlahan akan menghilang setelah beberapa hari.

Pada sebagian anak yang mengalami campak juga akan merasakan sakit tenggorokan, mata yang meradang (konjungtivitis). Ruam kulit terdiri dari bercak-bercak besar dan rata yang sering mengeluarkan air. Beberapa di antaranya sedikit terangkat. Membuat wajah nampak merah.

Pentingnya Vaksin Rubella Cegah Penularan Wabah Campak pada AnakIlustrasi campak pada anak/Foto: iStock

Penularan campak

Campak menyebar ketika orang menghirup atau kontak langsung dengan cairan yang terinfeksi virus. Bisa saja melalui tetesan yang disemprotkan ke udara ketika anak yang mengalami campak sedang bersin atau batuk. Anak yang terpapar virus biasanya akan menunjukkan gejala 7-14 hari kemudian.

Anak dengan campak dapat menularkan penyakit dari 4 hari sebelum ruam mulai, dan 4 hari setelahnya. Campak akan dengan sangat mudah menular ketika anak sedang demam, pilek, dan batuk.

Pengobatan campak

Tidak ada perawatan medis untuk campak. Hanya saja Bunda bisa mencegah gejala campak berkembang dengan beberapa cara berikut:

- Beri anak banyak cairan
- Mendorong istirahat tambahan
- Berikan obat demam non-aspirin, seperti aceraminophen atau ibuprofen jika demam membuat anak tidak nyaman. Jangan pernah memberikan Aspirin kepada anak yang memiliki banyak virus. Sebab penggunaannya akan dikaitkan dengan sindrom Reye.

Anak-anak dengan virus campak harus diawasi dengan ketat oleh dokter. Dalam beberapa kasus, campak dapat menyebabkan masalah lain, seperti:

- Infeksi telinga
- Batuk croup
- Diare
- Pneumonia
- Ensefalitis (Iritasi pembengkakan otak)

"Itu sebabnya, anak-anak dengan campak harus dijauhkan dengan orang lain selama 4 hari, setelah ruam mereka muncul," imbuh Tellado.

Berapa lama campak bertahan

Infeksi campak dapat berlangsung selama beberapa minggu. Gejala biasanya mulai 7-14 hari setelah seseorang terpapar virus.

Pencegahan campak

Cara terbaik untuk melindungi anak-anak adalah dengan memastikan mereka sudah diimunisasi campak. Berikan mereka vaksin campak-gondong-rubella (MMR). Atau, vaksin campak-gondong-rubella-varicella (MMRV) yang diberikan ketika mereka berusia 12-15 bulan. Kemudian diberikan lagi ketika mereka berusia 4-6 tahun.

Jika Bunda dan Ayah berencana membawa anak ke luar negeri di usia 6-11 bulan, bicarakan dengan dokter tentang vaksin campak lebih awal. Nah, jika anak yang sudah remaja tidak mendapatkan dua dosis seperti yang sudah disarankan, mungkin dia membutuhkan dua dosis vaksin dalam empat minggu terpisah.

Terjawab ya, Bun, mengapa vaksin atau imunisasi sangat penting dilakukan sesuai jadwal. Vaksin dapat melindungi anak terhadap suatu penyakit, yang dapat membantu mencegahnya jadi menyebar dan menjadi wabah penyakit.

Kapan harus dibawa ke dokter

Hubungi dokter jika mengalami hal berikut:

- Anak yang terkena campak masih bayi.
- Sedang minum obat yang menekan sistem kekebalan tubuh.
- Menderita TBC, kanker, atau penyakit yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.


Faktor risiko

Berikut faktor risiko anak bisa terjangkit campak:

- Tidak diimunisasi. Anak yang belum menerima vaksin campak kemungkinan besar akan terserang penyakit ini.

- Pergi ke luar negeri. Pada beberapa negara berkembang, campak disebut lebih sering terjadi. Bunda dan anak-anak berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

- Kurang vitamin A. Anak-anak yang tidak memiliki kecukupan vitamin A, akan mengalami gejala dan komplikasi yang lebih parah.

Pentingnya Vaksin Rubella Cegah Penularan Wabah Campak pada Anak

Bunda, simak juga risiko tidak memberikan imunisasi pada anak dalam video di bawah ini.

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi