HaiBunda

PARENTING

Makanan Manis Berderet saat Lebaran, Ini Batas Konsumsinya untuk Anak Menurut Dokter

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Sabtu, 21 Mar 2026 11:10 WIB
Batas konsumsi makanan manis anak/ Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska

Lebaran identik dengan sajian makanan dan minuman yang begitu berlimpah, mulai dari yang pedas, gurih, hingga manis. Pada momen ini, banyak anak merasa lebih leluasa untuk mencicipi berbagai hidangan, terutama makanan manis.

Tanpa disadari, orang tua terkadang juga lepas kendali dalam mengonsumsi makanan dan minuman manis seperti sirup, es buah, atau aneka kue manis. Ketika anak melihat kebiasaan atau perilaku tersebut, mereka pun cenderung ingin ikut mencicipinya.

Perlu diingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik ya, Bunda. Meskipun tidak ada batasan yang pasti, penting bagi anak maupun orang tua untuk tetap menjaga jumlah asupan makanan manis yang masuk ke dalam tubuh.


HaiBunda berkesempatan untuk mewawancarai salah satu dokter spesialis anak, dr. Lucy Endang Savitri, Sp. A, dari RS JIH Solo, yang dapat memberikan penjelasan mengenai aturan mengkonsumsi makanan manis pada anak saat Lebaran. Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini.

Makanan yang harus diperhatikan selama Lebaran

Perasaan ingin mencicipi semua makan saat Lebaran sebenarnya adalah hal yang wajar, Bunda. Namun, Bunda tetap perlu memperhatikan jenis makanan manis yang dipilih. Pastikan kandungannya aman untuk dikonsumsi, baik oleh orang tua maupun anak-anak.

Dijelaskan dokter spesialis anak, dr. Lucy Endang Savitri, Sp. A, pada dasarnya, makanan atau minuman yang menggunakan gula seperti gula pasir atau gula batu masih terbilang aman, sebab itulah kandungan yang biasa kita makan sehari-hari, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

Akan tetapi, jika makanan yang dikonsumsi dalam bentuk kemasan, Bunda perlu berhati-hati dan lebih waspada. Produk jenis ini biasanya memiliki kandungan tambahan dan buatan yang kurang baik untuk kesehatan jangka panjang Bunda dan Si Kecil.

Dokter Lucy mengingatkan, betapa tentang pentingnya peran orang tua untuk memeriksa label komposisi makanan atau minuman kemasan, sebelum memberikannya ke anak.

Menurutnya, terdapat empat hal yang harus menjadi perhatian. Ini dikenal dengan istilah 4P, yaitu pewarna, pemanis buatan, penguat rasa, dan pengawet. Keempat zat ini sering kali ditemukan pada makanan atau minuman kemasan sehingga orang tua harus lebih peka saat memilihkannya untuk anak.

Mengapa harus waspada terhadap makanan yang dikonsumsi saat Lebaran

Berbagai penelitian telah mengungkap bahwa kandungan yang kurang baik dalam makanan atau minuman, dapat memicu berbagai keluhan kesehatan. Di antaranya terdapat dua keluhan yang paling sering dialami, yakni iritasi pada saluran pencernaan dan radang tenggorokan.

Anak-anak cukup rentan untuk mengalami risiko tersebut, Bunda. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi orang tua agar lebih waspada dalam memantau apa yang dikonsumsi anak. Dengan begitu, momen Lebaran menjadi lebih aman dan nyaman.

Batasan yang sebaiknya diterapkan untuk makan makanan 

Dokter Lucy menekankan agar orang tua perlu memastikan kandungan makanan atau minuman manis sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan begitu, keamanan, kandungan, dan nilai gizi dari produk tersebut terjamin.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa meskipun minuman atau makanan manis tersebut telah dipastikan aman, orang tua tetap perlu membatasi jumlah pemberiannya kepada Si Kecil.

“Ini karena batas aman yang ditetapkan biasanya berlaku untuk satu produk atau satu kemasan, ya. Sementara, dalam praktiknya, anak bisa saja mengonsumsi lebih dari satu produk dalam jumlah banyak,” tuturnya kepada HaiBunda.

Sebagai contoh, sehari-hari anak hanya mengonsumsi dua keping biskuit, tapi saat Lebaran jumlah keping biskuit yang dimakan anak bisa bertambah menjadi satu kaleng biskuit. Jika ini dibiarkan, tentunya jumlah gula atau bahan lain yang masuk akan semakin banyak, bukan?

Oleh karena itu, Bunda dapat membatasi pemberian makanan agar anak tidak terlalu kalap. Salah satunya dengan mengatur frekuensi anak mengonsumsi makanan, terutama makanan kemasan yang manis-manis agar kesehatannya tetap terjaga.

Demikian penjelasan mengenai aturan mengonsumsi minuman atau makanan manis pada anak selama Lebaran. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Mengenal Sugar Craving, Kondisi Ingin Makan Manis Terus & Cara Mengatasinya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Deretan Keluarga Kerajaan yang Mengumumkan Bayi Pertama Secara Tak Terduga, Ternyata...

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Pevita Pearce Rayakan Lebaran di Kampung Halaman Suami Malaysia, Intip 5 Potretnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kenapa Idul Fitri Disebut Lebaran di Indonesia? Ini Asal Usul Uniknya

Mom's Life Natasha Ardiah

Gula Alami ASI Tetap Bermanfaat bagi Usus & Otak Anak Bahkan setelah 1 Th Menyusu

Menyusui Indah Ramadhani

7 Ide Kegiatan Seru di Rumah Saat Libur Lebaran Bersama Keluarga

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kenapa Idul Fitri Disebut Lebaran di Indonesia? Ini Asal Usul Uniknya

Deretan Keluarga Kerajaan yang Mengumumkan Bayi Pertama Secara Tak Terduga, Ternyata...

Gula Alami ASI Tetap Bermanfaat bagi Usus & Otak Anak Bahkan setelah 1 Th Menyusu

Pevita Pearce Rayakan Lebaran di Kampung Halaman Suami Malaysia, Intip 5 Potretnya

Makanan Manis Berderet saat Lebaran, Ini Batas Konsumsinya untuk Anak Menurut Dokter

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK