PARENTING
Bagaimana Cara Mengetahui Anak Alergi Jenis Apa? Simak Penjelasannya Bun
Indah Ramadhani | HaiBunda
Senin, 16 Mar 2026 17:00 WIBApakah Bunda pernah merasa anak mengalami reaksi yang tidak biasa saat sedang bepergian atau di dalam rumah, seperti bersin-bersin, gatal, atau sesak napas yang semuanya terjadi secara tiba-tiba? Bisa jadi itu tanda anak alergi, lho.
Menurut data penelitian di Inggris, setidaknya 40 persen anak-anak lebih berisiko terkena alergi dibandingkan orang dewasa. Sebagai orang tua, kita perlu memahami bagaimana cara mengetahui jenis alergi anak sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan tepat.
Berikut ini akan disampaikan penjelasan mengenai alergi pada anak, serta bagaimana cara mengetahui anak alergi apa. Yuk, simak informasi lengkapnya, Bunda.
Mengenal alergi pada anak
Melansir dari laman Cedars Sinai, alergi merupakan reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus atau bakteri. Biasanya, sistem imun hanya menyerang patogen berbahaya, sementara pada alergi dapat menyerang hal-hal ringan, seperti debu, serbuk, atau udara.
Pada umumnya alergen tidak berbahaya, Bunda. Tetapi, ketika anak memiliki alergi, tubuhnya akan memproses bahwa alergen merupakan ancaman dan sistem imun akan menyerang alergen tersebut dengan antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE).
Ketika alergen bertemu dengan antibodi dan mempengaruhi sel mast, maka sel mast akan melepaskan histamin, bahan kimia yang menyebabkan reaksi alergi. Ketika terjadi di paru-paru, maka dapat menyebabkan timbulnya gejala asma, seperti batuk dan mengi.
Bagaimana gejala anak punya alergi
Secara umum, reaksi alergi dapat terjadi di mana saja, baik itu di mata, kulit, lapisan perut, tenggorokan, hidung, bahkan paru-paru. Bagian-bagian tubuh inilah yang menjadi tempat sel-sel kekebalan tubuh ditemukan sedang melawan patogen yang mengancam tubuh.
Setidaknya, terdapat empat gejala umum alergi anak yang terjadi di beberapa bagian tubuh. Berikut penjelasanya yang dikutip dari laman Midland Health:
1. Gejala alergi di hidung pada anak
Gejalanya sebagai berikut:
- Bersin terus-menerus atau berulang
- Hidung berair atau tersumbat
- Hidung gatal atau anak sering menggosok hidung
2. Gejala alergi di mata pada anak
Gejalanya sebagai berikut:
- Mata merah, gatal, dan berair
- Pembengkakan di sekitar mata
- Sensitivitas terhadap cahaya
3. Gejala alergi di kulit pada anak
Gejalanya sebagai berikut:
- Kulit gatal atau ruam
- Gatal-gatal sampai timbul kemerahan, benjolan, atau datar
- Eksim pada kulit
4. Gejala alergi di pernapasan pada anak
Gejalanya sebagai berikut:
- Batuk-batuk, mengi, atau kesulitan bernapas
- Dada sesak, sesak napas
- Infeksi pernapasan berulang atau serangan asma
5. Gejala alergi di pencernaan pada anak
Gejalanya sebagai berikut:
- Mual dan muntah
- Sakit perut atau kram
- Diare atau sembelit
Penyebab anak alergi paling umum
Berdasarkan penelitian, ada banyak hal yang dapat memicu reaksi alergi pada anak. Namun, terdapat beberapa penyebab atau alergen yang paling umum, sebagai berikut:
- Serbuk sari, rumput, dan gulma
- Lateks karet alami
- Jamur
- Tungau dan debu
- Ketombe hewan, urine, dan minyak dari kulit hewan
- Makanan
- Obat-obatan
- Bulu unggas
- Sengatan lebah
- Hama, seperti kecoa dan tikus
Apa yang harus dilakukan orang tua saat anak alergi
Tenang, Bunda tidak perlu panik ketika melihat tanda-tanda tersebut. Segeralah untuk bertindak agar alergi tidak semakin parah dan meningkatkan risiko pada kesehatannya. Berikut beberapa cara yang harus dilakukan orang tua saat anak alergi:
1. Menguji alergi anak
Jika Bunda melihat tanda-tanda kuat anak terkena alergi, segera untuk membawanya ke layanan kesehatan agar mendapatkan serangkaian pengujian alergi. Hal ini dilakukan supaya Bunda mengetahui secara pasti alergi apa saja yang dimiliki anak.
Pertama, Bunda bisa lakukan penjadwalan konsultasi dengan dokter anak atau spesialis alergi. Setelah itu, Bunda akan berdiskusi lebih lanjut dengan mempertimbangkan gejala, riwayat medis, serta riwayat alergi di keluarga.
Kemudian, Bunda akan diminta memilih salah satu dari dua opsi pengujian alergi, yakni tes kulit atau tes darah. Tes kulit umumnya menempatkan sejumlah alergen pada kulit anak, sementara tes darah dilakukan dengan mengukur antibodi spesifik dalam darah.
Setelah tes dilakukan, penyedia layanan kesehatan biasanya akan mendiskusikan hasilnya dan membantu Bunda untuk membantu mengidentifikasi alergen spesifik yang menyebabkan alergi pada anak. Nantinya, dokter atau spesialis akan menyarankan berbagai cara untuk menghadapi alergi tersebut.
2. Menghindari alergen
Setelah berdiskusi dengan penyedia layanan kesehatan, Bunda biasanya akan diminta untuk menghindari alergen yang menyebabkan alergi. Selain itu, penting untuk menciptakan lingkungan bebas alergen dengan rutin membersihkan dan mensanitasinya.
Sebisa mungkin Bunda bantu menghindari anak dari paparan debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, tungau, dan jamur. Meminimalisir paparan akan membantu mencegah alergi anak kambuh.
3. Menggunakan obat-obatan
Perlu diingat, penggunaan obat-obatan alergi harus berada di bawah pengawasan dokter. Misalnya, antihistamin untuk membantu meringankan gejala alergi ringan, obat resep untuk mengatasi gejala yang lebih berat pada alergi tertentu, serta perawatan imunoterapi yang dapat dilakukan oleh beberapa anak.
4. Memberikan edukasi tentang alergi kepada anak
Bunda dapat mengedukasi anak tentang alergi yang mereka miliki dengan mengenali tanda-tanda dan menghindari potensi pemicunya. Selain itu, beri tahu staf sekolah dan pengasuh terkait alergi yang dimiliki serta bagaimana cara menanganinya.
Demikian penjelasan mengenai bagaimana cara mengetahui anak alergi seperti yang sudah disampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
4 Tanda Si Kecil Mengalami Alergi dan Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Cara Mudah Mengasah Kepercayaan Diri Anak Sejak Usia Dini
8 Tips Simpel & Asyik Ajarkan Anak Bahasa Inggris Dijamin Enggak Bosan
3 Faktor Bisa Tingkatkan Risiko Alergi pada Anak dan Cara Mencegahnya
Bunda Perlu Tahu, 4 Tanda Anak Alergi dan Cara Mengatasinya
TERPOPULER
Anak Belanda Jadi yang Paling Bahagia di Dunia, Ternyata Ini Kebiasaan Sehari-harinya
Campak Meningkat di Indonesia, Yuk Bunda Cek Lagi Imunisasi Si Kecil
Apakah Bayi Baru Lahir & Janin Wajib Zakat Fitrah? Ini Ketentuan Agama Islam
5 Resep Jus Penurun Kolesterol Paling Cepat yang Mudah Dibuat di Rumah
Bagaimana Cara Mengetahui Anak Alergi Jenis Apa? Simak Penjelasannya Bun
REKOMENDASI PRODUK
5 Obat Anti Mabuk Perjalanan untuk Anak agar Nyaman & Bebas Mual
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bakso Kemasan Enak dan Terjangkau, Daging Sapi Berkualitas!
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Vitamin Anak untuk Daya Tahan Tubuh Selama Libur Lebaran
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Android TV Box Terbaik & Terjangkau untuk Streaming dan Gaming 2026
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Tas Brand Lokal untuk Ibu & Mertua di Bawah Rp500 Ribu, Bagus Semua!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Prewedding Syifa Hadju dan El Rumi Bernuansa Jawa
Ilmuwan Gunakan AI untuk Memprediksi Jenis Kelamin Bayi Sejak 3 Hari Kehamilan
Anak Belanda Jadi yang Paling Bahagia di Dunia, Ternyata Ini Kebiasaan Sehari-harinya
Apakah Bayi Baru Lahir & Janin Wajib Zakat Fitrah? Ini Ketentuan Agama Islam
Campak Meningkat di Indonesia, Yuk Bunda Cek Lagi Imunisasi Si Kecil
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Ini Waktu Terbaik untuk Beli Tiket Pesawat Agar Bisa Dapat Harga Murah
-
Beautynesia
BeauPicks: Rekomendasi Produk MOP Beauty untuk Dapatkan Flawless Makeup di Hari Raya
-
Female Daily
Trans Hotel Jakarta Resmi Buka, Nikmati Fasilitas Bintang 5 dengan Promo Staycation Menarik untuk Libur Lebaran!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Konflik dengan Ibu Kandung, Brooklyn Beckham Beri Ucapan Manis Buat Ibu Mertua
-
Mommies Daily
Trans Hotel Jakarta Cibubur: Hotel Bintang 5 untuk Staycation Keluarga