HaiBunda

PARENTING

Vaksin Bayi Baru Lahir hingga Usia 6 Bulan yang Tak Boleh Terlewatkan

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Rabu, 25 Mar 2026 20:20 WIB
Imunisasi bayi 0 - 6 bulan/ Foto: Getty Images/Vajirawich Wongpuvarak

Vaksinasi adalah hal terpenting yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri kita dan anak-anak kita dari penyakit. Vaksin mencegah jutaan kematian di seluruh dunia setiap tahunnya, Bunda

Penyakit seperti campak dan difteri telah berkurang hingga jumlah kasus yang sangat rendah setiap tahun sejak vaksin diperkenalkan. Namun, jika orang berhenti divaksinasi, penyakit menular dapat dengan cepat menyebar kembali.

Vaksin mengajarkan sistem kekebalan tubuh cara membuat antibodi yang melindungi dari penyakit. Jauh lebih aman bagi sistem kekebalan tubuh untuk mempelajari hal ini melalui vaksinasi daripada tertular penyakit dan mengobatinya.


Setelah sistem kekebalan tubuh tahu cara melawan penyakit, maka dapat memberikan perlindungan seumur hidup.

Vaksinasi juga bermanfaat bagi seluruh komunitas melalui imunitas kelompok atau herd immunity. Jika cukup banyak orang divaksinasi, akan lebih sulit bagi penyakit untuk menyebar ke orang-orang yang tidak dapat divaksinasi. Misalnya, orang yang sakit atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Bunda tidak perlu khawatir, sebab semua vaksin diuji secara menyeluruh untuk memastikan vaksin tersebut tidak akan membahayakan anak. Seringkali dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi suatu vaksin untuk melewati uji coba dan tes yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan.

Banyak orang tua khawatir bahwa beberapa vaksin akan membebani sistem kekebalan tubuh anak mereka. Tetapi anak-anak terpapar ratusan kuman setiap hari. Bahkan, flu biasa atau sakit tenggorokan akan memberi beban yang lebih besar pada sistem kekebalan tubuh anak daripada vaksin.

Vaksin sangat aman dan efek samping yang serius jarang terjadi. Hampir semua penyakit atau ketidaknyamanan setelah vaksinasi bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri di tempat suntikan atau demam ringan. Hal ini seringkali dapat dikendalikan dengan minum obat pereda nyeri yang dijual bebas sesuai anjuran dokter, atau mengoleskan kain dingin ke tempat suntikan.

Vaksin bayi baru lahir hingga usia 6 bulan

Untuk saat ini, tahapan imunisasi bayi baru lahir hingga usia 6 bulan mengikuti rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terbaru yang dirilis pada tahun 2024.

1. Hepatitis B

Vaksin hepatitis B bertujuan untuk melindungi Si Kecil dari penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh virus dan dapat menimbulkan kerusakan hati berat. Kondisi ini berpotensi berkembang menjadi penyakit hati kronis bahkan berujung pada kematian.

Pada anak-anak usia di bawah 5 tahun, infeksi hepatitis B biasanya tidak menampakkan gejala. Namun, pada anak di atas usia tersebut bisa muncul tanda-tanda seperti mudah lelah, kulit dan mata menguning, mual, hingga muntah-muntah.

Oleh karena itu disarankan agar semua bayi mendapatkan vaksinasi hepatitis B sejak dini sebagai langkah pencegahan yang efektif. Vaksin ini biasanya diberikan pada saat bayi baru lahir.

2. Polio

Saat anak berusia 1 bulan, bayi perlu diberikan vaksin polio. Vaksin ini bertujuan agar anak terlindung dari polio. Penyakit ini perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan kelumpuhan. Vaksin polio bisa diberikan baik melalui mulut (OPV) maupun suntikan (IPV).

3. BCG

Imunisasi BCG (Bacille Calmette Guerin) berfungsi untuk mencegah penyakit tuberkulosis atau TB, infeksi paru-paru. Vaksin ini bisa diberikan sebelum anak berusia 1 bulan, namun juga bisa saat usia anak 2-3 bulan.

Penyakit TB disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain menghindari penyakit tuberkulosis, vaksin BCG juga dapat mencegah terjadinya radang otak (meningitis) akibat dari komplikasi TB.

4. DPT

DPT merupakan singkatan dari difteri, pertusis, dan tetanus. Bisa diberikan pada bayi berusia 2-4 bulan dengan jeda pemberian satu bulan.  Difteri merupakan penyakit akibat infeksi bakteri, yang dapat menyerang semua usia dan mengakibatkan sesak napas bahkan kematian.

Pertusis atau batuk rejan (atau juga dikenal sebagai penyakit 'batuk 100 hari') adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Lalu tetanus adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini menghasilkan neurotoksin yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan menyebabkan kejang otot.

5. PCV

PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) alias pneumokokus adalah gangguan paru-paru tingkat sedang-berat yang sulit ditanggulangi jika sudah kena. Oleh sebab itu, vaksin ini sangat penting untuk didapat oleh bayi. Vaksin PCV diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan dengan booster pada usia 12-15 bulan. Pemerintah memberikan subsidi untuk vaksin PCV, sehingga bisa didapatkan secara gratis di puskesmas.

6. Rotavirus

Rotavirus diketahui dapat menyerang pencernaan dan menimbulkan diare sehingga berisiko bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Untuk mencegahnya, berikan dosis vaksin rotavirus sesuai jadwal yang dianjurkan.

Vaksin Rotavirus monovalen (RV1) diteteskan dalam dua dosis, dosis pertama usia 6-12 minggu, dosis kedua dengan interval minimal 4 minggu, paling lambat usia 24 minggu.

Sementara itu, vaksin Rotavirus pentavalen (RV5) diberikan dalam 3 dosis, dosis pertama pada usia 6-12 minggu, interval antardosis 4-10 minggu, dosis ketiga paling lambat usia 32 minggu.

7. Influenza

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan jadwal imunisasi influenza mulai sejak bayi berusia 6 bulan dan pengulangan setiap tahun. Berdasarkan penjelasan dari Kemenkes, vaksin influenza mengandung virus yang tidak aktif (inactivated influenza virus). Vaksin influenza mengandung antigen dari dua sub tipe virus.

Influenza A dan satu sub tipe virus influenza B, subtipenya setiap tahun direkomendasikan oleh WHO berdasarkan surveilans epidemiologi seluruh dunia. Untuk menjaga agar daya proteksi berlangsung terus-menerus, maka perlu dilakukan vaksinasi secara teratur setiap tahun.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Mengenal Gerakan Antivax, dari Sejarah hingga Dampaknya pada Kasus Campak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Pujian dan Haus Validasi

Mom's Life Amira Salsabila

Intip 5 Potret Terbaru Xavier Anak Rini Yulianti Usai Pindah ke Australia

Parenting Nadhifa Fitrina

9 Ciri Kepribadian Orang yang Gemar Mengaktifkan Mode Silent di HP Menurut Psikologi

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Vaksin Bayi Baru Lahir hingga Usia 6 Bulan yang Tak Boleh Terlewatkan

Parenting Asri Ediyati

Angka Kesuburan di Singapura Menurun, Ini Penyebab dan Solusinya

Kehamilan Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Pujian dan Haus Validasi

Intip 5 Potret Terbaru Xavier Anak Rini Yulianti Usai Pindah ke Australia

Quiet Burnout pada Pekerja, saat Mental Lelah tapi Tetap Tampak Produktif

Vaksin Bayi Baru Lahir hingga Usia 6 Bulan yang Tak Boleh Terlewatkan

Angka Kesuburan di Singapura Menurun, Ini Penyebab dan Solusinya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK