Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Kenali Ciri-ciri Adenoid Facies pada Anak, Pembesaran Wajah pada Si Kecil

Kinan   |   HaiBunda

Sabtu, 11 Apr 2026 19:20 WIB

10 Cara Mengobati Radang Amandel pada Anak di Rumah
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/tylim
Daftar Isi
Jakarta -

Terjadi pembesaran wajah pada Si Kecil, apakah ini berarti bisa terjadi adenoid facies? Kenali ciri-ciri adenoid facies dan seperti apa penanganannya yang tepat.

Pada dasarnya, adenoid berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh, terutama pada bayi dan anak-anak. 

Namun dalam kondisi tertentu, adenoid dapat membesar atau mengalami infeksi sehingga menimbulkan berbagai gangguan, seperti kesulitan bernapas, tidur tidak nyenyak, hingga masalah pada telinga. 

Apa itu adenoid?

Dikutip dari Kids Health, adenoid adalah jaringan limfoid yang terletak di bagian paling belakang saluran hidung. Seperti amandel, adenoid membantu menjaga tubuh tetap sehat dengan 'menangkap' bakteri dan virus berbahaya yang terhirup atau telan.

Oleh sebab itu, adenoid berperan penting untuk membantu melawan infeksi pada bayi dan anak-anak. Namun adenoid biasanya mulai menyusut setelah sekitar usia 5 tahun dan sering kali hampir menghilang saat masa remaja.

Mengapa adenoid bisa membesar?

Seperti disebutkan sebelumnya, adenoid menangkap kuman yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini membuat jaringan tersebut terkadang membengkak sementara (tampak menjadi membesar) saat sedang melawan infeksi. 

Reaksi alergi tertentu juga dapat membuatnya membesar. Meski pembengkakan ini kadang membaik sendiri, dalam beberapa kasus, adenoid dapat terinfeksi dan disebut sebagai adenoiditis.

Jika hal ini sering terjadi, berdasarkan hasil pemeriksaan maka dokter mungkin akan merekomendasikan untuk mengangkatnya. 

Ciri-ciri adenoid facies

Pada tahap awal, adenoid membesar dapat menimbulkan tanda dan gejala seperti:

  • Mengalami kesulitan bernapas melalui hidung
  • Anak bernapas melalui mulut (yang dapat menyebabkan bibir dan mulut kering)
  • Hidung tersumbat
  • Memiliki napas yang bising
  • Mendengkur
  • Berhenti bernapas selama beberapa detik saat tidur (apnea tidur obstruktif), yang dapat menyebabkan gangguan tidur
  • Sering mengalami infeksi hidung atau sinus yang berulang atau kronis (berlangsung lama)
  • Mengalami infeksi telinga, cairan di telinga tengah, dan gangguan pendengaran

Dalam kasus lebih lanjut, kondisi ini bisa berlanjut pada adenoid facies. 

Adenoid facies mengacu pada sekumpulan ciri wajah khas yang muncul akibat kebiasaan bernapas melalui mulut dalam waktu lama, yang sering disebabkan oleh adenoid yang membesar.

Kondisi ini dapat mengubah pola pertumbuhan kraniofasial, sehingga menyebabkan perubahan pada gigi dan tulang. Ciri-ciri adenoid facies meliputi:

  • Profil wajah memanjang
  • Langit-langit mulut sempit dan tinggi
  • Dagu dan rahang yang mundur
  • Maloklusi gigi (gigi berjejal atau tidak sejajar dengan baik)
  • Kebiasaan mulut terbuka secara kronis

Perubahan ini sering menjadi tanda perlunya intervensi pengobatan untuk memastikan perkembangan dan fungsi rongga mulut yang optimal.

Bagaimana adenoid membesar didiagnosis?

Dokter mungkin akan menanyakan gejala, kemudian memeriksa telinga, hidung, dan tenggorokan anak, serta meraba leher di sepanjang rahang.

Untuk melihat lebih jelas, dokter juga akan menyarankan rontgen atau memeriksa saluran hidung dengan teleskop kecil. Jika diduga ada infeksi, dokter mungkin meresepkan berbagai jenis obat sesuai kebutuhan.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan steroid hidung (cairan yang disemprotkan ke hidung) untuk membantu mengurangi pembengkakan pada adenoid. Tindakan medis lanjut seperti adenoidektomi juga mungkin diperlukan.

Apa itu adenoidektomi?

Adenoidektomi adalah tindakan operasi untuk mengangkat adenoid. Ini merupakan salah satu prosedur bedah yang paling umum dilakukan pada anak, bersama dengan pengangkatan amandel.

Jika adenoid yang membengkak mengganggu anak dan tidak merespons pengobatan, tenaga kesehatan mungkin akan merekomendasikan adenoidektomi.

Operasi dengan bius dilakukan melalui mulut anak yang terbuka, sehingga tidak ada sayatan pada kulit dan tidak ada bekas luka yang terlihat.

Tips membuat anak tetap nyaman saat adenoid membengkak 

Untuk membantu memastikan anak tetap merasa nyaman saat sedang mengalami pembengkakan adenoid, ada beberapa langkah yang bisa Bunda terapkan:

Berikan obat sesuai kebutuhan

Pastikan Bunda memberikan obat pereda nyeri kepada anak sesuai petunjuk dokter

Berikan banyak minum

Sebagian besar anak dapat makan dan minum seperti biasa dalam beberapa jam setelah operasi. Supaya kebutuhan nutrisinya tetap terjaga, Bunda juga bisa mulai coba memberikan makanan lunak seperti puding, sup, atau kentang tumbuk.

Pastikan anak cukup istirahat

Anak sebaiknya beristirahat selama beberapa hari setelah operasi. Hindari memberikan terlalu banyak stimulasi pada anak, agar mereka tetap merasa nyaman untuk istirahat.

Gunakan humidifier

Jika hidung anak tersumbat, pelembap udara seperti humidifier dapat membantu meredakannya. Bersihkan humidifier setiap hari untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Kapan perlu konsultasi ke dokter? 

Pastikan untuk langsung menghubungi dokter jika anak memiliki tanda-tanda berikut:

  • Mengalami demam
  • Muntah setelah hari pertama atau setelah minum obat
  • Mengalami nyeri leher atau kekakuan leher yang tidak membaik dengan obat pereda nyeri
  • Kesulitan menggerakkan leher
  • Menolak minum
  • Tidak buang air kecil setidaknya sekali dalam setiap 8 jam

Itulah penjelasan tentang adenoid dan ciri-ciri adenoid facies pada anak, yang merupakan pembesaran wajah Si Kecil.

Meskipun adenoid merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh, tapi infeksi bisa terjadi dan ini membutuhkan pengobatan lebih lanjut oleh dokter ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda