PARENTING
Hati-hati! Penggunaan Obat Tetes Mata pada Anak Bisa Sebabkan Katarak, Ini Penjelasan Dokter
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Selasa, 14 Apr 2026 13:00 WIBSiapa nih yang kalau mata anak merah langsung buru-buru dikasih obat tetes mata? Kebiasaan ini memang sering dilakukan, apalagi kalau Bunda ingin kondisi Si Kecil cepat membaik.
Padahal, tidak semua keluhan mata merah harus langsung ditangani dengan obat tetes. Ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan sebelum memberikannya, supaya tidak menimbulkan masalah baru.
Penggunaan obat tetes mata yang tidak sesuai dengan aturan atau tanpa resep dokter bisa berdampak kurang baik. Terlebih lagi jika digunakan untuk mengatasi alergi, mata kering, atau rasa perih tanpa tahu penyebab pastinya.
Bukannya membaik, kondisi mata anak justru bisa semakin parah, Bunda. Bahkan dalam beberapa kasus, hal ini bisa berisiko memicu gangguan seperti katarak, lho.
Penggunaan obat tetes mata bisa sebabkan katarak pada anak
Dokter Spesialis Mata Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah, dr. Amir Shidik, Sp. M, Subsp. K.B.R., menjelaskan bahwa Bunda perlu memperhatikan bintik putih di bagian hitam mata anak. Kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya katarak atau gangguan mata lainnya pada anak.
"Biasanya yang terlihat itu matanya tampak putih, ya. Jadi, kalau ada bintik putih di bagian mata, itu bisa jadi tanda katarak dan perlu diperhatikan," ujar dr. Amir saat berbincang dalam acara bersama Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Rabu (08/04/2026).
Selain dari gejala, penggunaan obat tetes mata juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Banyak orang tua yang langsung menggunakannya saat anak mengeluh mata tidak nyaman.
Padahal, penggunaan obat tetes mata secara terus-menerus, terutama yang mengandung steroid, bisa menimbulkan efek samping, Bunda. Apalagi jika digunakan tanpa pengawasan dokter dalam jangka waktu yang lama.
"Jadi, kalau anak-anak yang paling sering menjadi perhatian yang hubungan sama katarak itu penggunaan obat-obat tetes mata secara sembarangan gitu," kata dr. Amir.
Penggunaan obat dengan kandungan tertentu memang perlu lebih hati-hati. Terutama jika anak sering mengeluh gatal atau mengucek mata berulang kali.
"Nah yang pasti dari obat-obat tetes mata yang mengandung steroid. Jadi, kalau keluhan anak gatal atau sering kucek mata, bisa ke dokter, jangan main kasih obat tetes," jelasnya.
Selain itu, saat anak sedang mengalami alergi atau mata merah, sebaiknya tidak langsung diberi obat tetes, ya. Bunda perlu memperhatikan terlebih dahulu apa yang menjadi pemicunya.
"Kalau ada alergi, itu perhatikan. Jadi, apa pencetusnya? Kalau lagi dinginkah? Kalau lagi debuankah? Biasanya, rumah baru bikin banyak debu halusnya. Kadang-kadang orang tua suka langsung kasih obat tetes mata, bukan itu solusinya," ungkap dr. Amir.
Pengobatan katarak pada anak
Pengobatan katarak pada anak tidak bisa dilakukan sembarangan ya, Bunda. Jika sudah didiagnosis oleh dokter, ada langkah yang memang perlu dilakukan untuk mengatasinya.
Penanganan katarak pada anak ini biasanya melibatkan pembedahan untuk mengangkat lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan. Operasi ini untuk memastikan perkembangan penglihatan anak berjalan dengan baik. Hal ini juga telah ditegaskan oleh dr. Amir.
"Satu-satunya penanganan penyakit katarak adalah melalui operasi. Tindakan ini untuk mengangkat lensa keruh lalu diganti dengan lensa buatan (intraocular lens), sehingga penglihatan bisa pulih kembali," ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada obat yang benar-benar bisa menghilangkan kekeruhan pada lensa mata tanpa operasi. Oleh karena itu, tindakan operasi menjadi solusi untuk mengatasi kondisi ini.
Prosedur operasi katarak sendiri umumnya berlangsung relatif cepat, Bunda. Selain itu, tindakan ini juga tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti pada anak. Lantas, sebenarnya kapan waktu yang tepat bagi anak untuk menjalani tindakan operasi katarak?
Waktu yang tepat operasi katarak pada anak
Dalam hal ini, dr. Amir menyampaikan bahwa tindakan operasi sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Namun, kondisi dan kesiapan anak juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan terlebih dahulu.
"Kalau kita bicara kapan waktu terbaik, ya segera. Tapi pertimbangannya adalah apakah di usia tersebut anak sudah sanggup untuk menjalani prosesnya. Makanya, biasanya ada proses evaluasi terlebih dahulu, umumnya di usia sekitar 2 tahun, untuk memastikan tidak ada masalah lain dan agar bisa mengejar perkembangan penglihatan," jelas dr. Amir.
Proses evaluasi ini bertujuan untuk memastikan kondisi mata anak, Bunda. Karena itu, penanganan yang diberikan bisa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Si Kecil.
Itulah penjelasan mengenai penggunaan obat tetes mata pada anak yang perlu Bunda waspadai karena berisiko menyebabkan katarak menurut dokter.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)