PARENTING
Mengenal Working Memory, Faktor Penting di Balik Konsentrasi dan Prestasi Anak
Amira Salsabila | HaiBunda
Minggu, 19 Apr 2026 09:30 WIBSebagian besar orang tua mungkin khawatir ketika anak sulit fokus, mudah lupa, atau kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah. Kondisi ini kerap dianggap sebagai kurang minat belajar, padahal bisa dipengaruhi faktor lain yang sering diabaikan, yaitu rendahnya working memory.
Kemampuan otak dalam menyimpan sekaligus mengolah informasi ternyata berperan besar dalam proses belajar sehari-hari, Bunda.
Ketika fungsi ini tidak bekerja secara optimal, anak bisa mengalami hambatan dalam memahami materi, mempertahankan perhatian, hingga menyelesaikan tugas dengan baik.
Lebih lanjut, kondisi tersebut juga tidak hanya berkaitan dengan aspek kognitif, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh status gizi.
Apa itu working memory?
Working memory adalah kemampuan otak untuk menyimpan dan mengolah informasi yang berperan penting dalam mendukung konsentrasi, pemahaman, serta kemampuan anak dalam menyelesaikan tugas belajar sehari-hari.
Karena itu, diperlukan optimalisasi fungsi working memory yang menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung performa belajar Si Kecil.
“Working memory itu adalah parameter penting untuk bicara soal prestasi akademik. Jadi, salah satu modal utama anak untuk punya prestasi bagus, IQ bagus, kognitif bagus adalah dia harus punya working memory score yang baik,” ujar Executive Director of Indonesia Health Development Center (IHDC), Dr. dr. Ray Waglu Basrowi, MKK, FRSPH, Rabu (15/4/2026).
Sebaliknya, anak dengan working memory yang rendah kemungkinan mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran karena kurang fokus.
“Anak dengan working memory yang rendah, dua sampai tiga kali lebih berisiko sulit belajar, lebih mudah terdistraksi dan tertinggal di kelas,” ungkap Ray.
Cara mendukung working memory anak
Untuk mendukung working memory anak agar tetap bekerja optimal, salah satu langkah yang dapat orang tua lakukan adalah memastikan kebutuhan gizi hariannya terpenuhi, terutama protein dan zat besi.
“Kami juga menemukan bahwa asupan gizi anak, terutama protein dan zat besi, yang masih belum optimal dan berkaitan erat dengan kondisi anemia. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dalam pemenuhan gizi anak usia sekolah karena tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kemampuan belajar mereka,” jelasnya.
Sejalan dengan dr. Ray, President of Indonesian Nutrition Association, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpG(K), menjelaskan bahwa pemenuhan gizi yang optimal memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang dan kognitif anak usia sekolah.
“Dalam mendukung tumbuh kembang dan kemampuan belajar anak, penting untuk memastikan asupan gizi yang optimal dan seimbang setiap hari. Protein dan zat besi menjadi dua zat gizi penting karena berperan dalam pembentukan jaringan tubuh serta mendukung perkembangan otak,” jelas Luciana.
Lebih lanjut, Bunda juga disarankan mendukung kedua zat gizi tersebut dengan pemberian nutrisi lain, seperti karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral, agar fungsi tubuh dan kognitif anak berjalan optimal.
“Kecukupan gizi ini juga penting dalam mencegah anemia dan stunting. Oleh karena itu, anak perlu mendapatkan pola makan bergizi seimbang dengan beragam sumber pangan, seperti telur, ikan, daging, susu, serta sumber nabati seperti tahu, tempe,sayur, dan buah,” ungkapnya.
Nah, itulah penjelasan terkait pentingnya working memory pada anak dan cara mendukungnya dengan memenuhi asupan gizi seimbang.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Mengenal Pedoman Gizi Seimbang, Langkah Sederhana Hidup Lebih Sehat
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bunda, Yuk Penuhi Nutrisi Anak Sekali Makan dengan 'Isi Piringku'
Bunda Ragu Beri Anak Vitamin? Begini Saran Ahli
Food Preparation, Jurus Jitu Ibu Bekerja Siapkan Makanan Bergizi untuk Anak
5 Nutrisi Penting untuk Anak yang Sering Dilupakan Orang Tua
TERPOPULER
Usia Berapa Anak Boleh Ditinggal Sendiri di Rumah dan Menjaga Adiknya?
Deretan Inspirasi Model Kebaya Janggan dari Putri Marino sampai Dian Sastrowardoyo, Bak Kartini Masa Kini
Hukum Istri Meninggalkan Suami karena Kondisi Ekonomi
Awas! Anak dengan Kemampuan Baca dan Tulis Rendah Berisiko Tidak Berprestasi
Niat Mandi Wajib setelah Nifas Lengkap & Tata Caranya
REKOMENDASI PRODUK
9 Baju Daerah & Kebaya Anak untuk Perayaan Pawai Hari Kartini
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
3 Kertas Gambar Ibu Kartini untuk Lomba Mewarnai Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kebaya untuk Hari Kartini, Elegan dan Stylish
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet & Hemat Listrik di Bawah Rp2 Jutaan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
21 Resep Olahan Tahu Lezat dan Murah Meriah, Cocok untuk Menu Sehari-hari
Niat Mandi Wajib setelah Nifas Lengkap & Tata Caranya
Usia Berapa Anak Boleh Ditinggal Sendiri di Rumah dan Menjaga Adiknya?
Deretan Inspirasi Model Kebaya Janggan dari Putri Marino sampai Dian Sastrowardoyo, Bak Kartini Masa Kini
Hukum Istri Meninggalkan Suami karena Kondisi Ekonomi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Terpopuler: Kondisi Sheila Dara di 40 Harian Vidi vs Adik Ayu Ting Ting Lahiran
-
Beautynesia
6 Rekomendasi Face Scrub untuk Bikin Kulit Lebih Cerah
-
Female Daily
Byeon Woo Seok Resmi Jadi Ambassador Pertama untuk ADERERROR!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sinopsis The Protege di Bioskop Trans TV Hari Ini, Dibintangi Maggie Q
-
Mommies Daily
20 Rekomendasi Tempat Sewa Kebaya Anak hingga Dewasa untuk Hari Kartini