HaiBunda

PARENTING

Bisakah Tinggi Anak Diprediksi dari Panjang Tubuh Ketika Lahir?

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Selasa, 19 May 2026 15:20 WIB
Memprediksi Tinggi Anak dari Panjang Tubuh Ketika Lahir/ Foto: Getty Images/Andrey Zhuravlev

Saat bayi baru lahir, sering kali orang tua menjadikan catatan panjang badan sebagai patokan terhadap tinggi badan anak saat mereka tumbuh dewasa. Padahal, prediksi tersebut belum tentu benar dan akurat menurut ahli, lho.

Panjang badan saat lahir sebenarnya tidak selalu menentukan tinggi badan mereka saat dewasa, Bunda. Bayi yang lahir panjang belum tentu ia akan tumbuh tinggi, begitu juga bayi yang lebih kecil belum tentu akan tumbuh pendek.

Ukuran bayi saat lahir sebagian besar ditentukan oleh plasenta, Bunda. Jika plasenta sehat dan bekerja maksimal, maka bayi akan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk tumbuh sesuai ukurannya.


Selain, itu sejumlah faktor lain juga mendukung perkembangan ukuran tubuhnya. Di antaranya adalah faktor genetik, nutrisi, kondisi medis, serta bagaimana faktor-faktor tersebut berperan baik dalam pertumbuhan tinggi badan anak di masa depan.

Faktor yang dapat memengaruhi tinggi badan anak

Mengutip dari laman Parents, gen menjadi pengaruh terbesar pada tinggi badan anak saat dewasa nanti, Bunda. Bahkan, menurut National Institutes of Health (NIH), para ahli percaya sekitar 80 persen tinggi badan anak ditentukan dari DNA mereka.

Selain faktor genetika, terdapat empat hal yang mungkin dapat memengaruhi tinggi badan anak ketika dewasa. Berikut penjelasannya menurut ahli:

1. Nutrisi

"Tanpa pola makan yang baik, anak-anak tidak akan tumbuh normal," kata seorang spesialis pediatri di American Dietetic Association, Jo Anne Hattner, RD. Sebelum anak mulai mengonsumsi MPASI, konsultasikan terlebih dahulu terkait kecukupan kebutuhan jumlah ASI atau susu formulanya, Bunda.

2. Kondisi medis

Beberapa anak tentu lahir dengan kondisi medis yang berbeda-beda, Bunda. Beberapa obat yang diresepkan untuk mengobati kondisi tertentu diketahui dapat memengaruhi pertumbuhannya, terutama terkait dosis yang diberikan.

3. Tidur

Tidur pun juga menjadi faktor yang dapat memegaruhi pertumbuhan anak, Bunda. Pastikan Si Kecil memiliki waktu tidur malam yang tercukupi selama 8 jam, karena sekitar 70 hingga 80 persen hormon pertumbuhan diproduksi selama tidur.

4. Kesejahteraan emosional

Anak yang tumbuh di lingkungan yang penuh kasih sayang, perhatian, dan penuh dukungan memiliki pertumbuhan yang lebih optimal. Menurut ahli pertumbuhan anak, emosional yang diabaikan serta kecemasan berlebihan dipercaya dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

Alternatif untuk memperkirakan tinggi badan anak

Berdasarkan sejumlah data dan penelitian, tidak ditemukan cara untuk memprediksi tinggi badan anak secara akurat. Namun, Bunda dapat memperkirakannya dengan melihat sejumlah petunjuk yang melekat pada bayi sebagai berikut:

1. Grafik pertumbuhan

Grafik pertumbuhan merupakan salah satu cara untuk mencari petunjuk tinggi badan anak yang sangat sederhana. Bunda dapat memeriksa grafik pertumbuhan Si Kecil selama pemeriksaan rutin. Catatlah berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala anak seiring pertumbuhannya.

Jika tenaga kesehatan menyebutkan bahwa tinggi badan anak berada di persentil ke-75, artinya anak tersebut lebih tinggi dibandingkan 75 persen anak seusianya. Sementara 25 persennya menunjukkan bahwa anak lebih pendek dari sisa anak seusianya.

Meski begitu, grafik pertumbuhan sebenarnya hanya memberikan gambaran umum, Bunda. Hasilnya bisa jadi kurang akurat jika tidak disertai dengan perbedaan atau perbandingan etnis, kondisi genetik, maupun hasil pengukuran awal.

2. Genetika

Melakukan prediksi berdasarkan genetika menjadi salah satu yang populer di Amerika Serikat. Metode ini menghitung perbandingan tinggi badan anak dan tinggi badan kedua orang tua kandungnya, Bunda.

Perhitungan ini juga mempertimbangkan berat badan anak saat ini. Karena datanya lengkap dan mencakup tinggi badan orang tua serta anak, maka metode ini sangat membantu dokter, terutama pada anak yang pertumbuhannya terlihat berbeda dari rata-rata.

Namun, perlu diingat bahwa metode ini baru diterapkan pada anak Amerika berkulit putih yang tidak memiliki kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, bisa jadi metode ini tidak akurat untuk diterapkan di beberapa negara lain, termasuk Indonesia.

3. Perhitungan tinggi badan

Melansir dari Mayo Clinic, terdapat sebuah cara untuk membantu prediksi tinggi badan anak dengan matematis. Berikut langkah sederhananya yang dapat Bunda lakukan:

  • Tambahkan tinggi badan ibu dengan tinggi badan ayah, baik dalam inci atau sentimeter.
  • Tambahkan lima inci (13 sentimeter) untuk anak laki-laki atau kurangi 5 inci (13 sentimeter) untuk anak perempuan.
  • Bagi dengan dua.
  • Cara lainnya cobalah untuk menggandakan tinggi badan anak laki-laki pada usia 2 tahun atau tinggi badan anak perempuan pada usia 18 bulan.

Untuk melakukan metode ini, tenaga kesehatan membutuhkan data tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh (BMI), serta lingkar kepala anak. Grafik pertumbuhan akan membandingkan pertumbuhan Si Kecil dengan anak lain yang seusianya.

Demikian penjelasan mengenai fakta antara panjang tubuh anak ketika lahir dan tinggi badan anak ketika dewasa. Semoga informasi ini bermanfaat dan menjawab pertanyaan Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Penyebab BAB Berlendir pada Bayi, Bunda Perlu Tahu

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Luna Maya Bangun Sekolah di Maumere, Dapat Support Mendiang Tante yang Ikut Donasi

Mom's Life Annisa Karnesyia

Korea Selatan Beri Bantuan Produk Ramah Lingkungan bagi Ibu Hamil & Menyusui, Ini Tujuannya

Kehamilan Melly Febrida

Cara Mengenali Orang yang Suka Cari Perhatian dari Ucapan Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

Perempuan Indonesia Bersinar, Desak Rita Berhasil Jadi Atlet Panjat Tebing Nomor 1 Dunia

Mom's Life Amira Salsabila

7 Cara Mengenali Orang yang Punya Kecerdasan Emosional dari Cara Bicaranya

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Luna Maya Bangun Sekolah di Maumere, Dapat Support Mendiang Tante yang Ikut Donasi

In This Economy, Apakah Tepat Membeli Perangkat Rumah Tangga Tenaga Surya? Simak Perhitungannya, Bun

Korea Selatan Beri Bantuan Produk Ramah Lingkungan bagi Ibu Hamil & Menyusui, Ini Tujuannya

Momen Pertama Si Buah Hati Bertemu Teman dan Guru Baru, Begini Cara Bantu agar Lebih Percaya Diri

Cara Mengenali Orang yang Suka Cari Perhatian dari Ucapan Sehari-hari

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK