HaiBunda

PARENTING

4 Kesalahan Orang Tua saat Anak Diberikan Gadget, Jarang Disadari

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 18 May 2026 08:50 WIB
Ilustrasi Kesalahan Orang Tua saat Anak Diberikan Gadget, Jarang Disadari/Foto: Getty Images/wombatzaa
Jakarta -

Memberikan gadget pada anak kini sudah menjadi hal yang sering ditemui dalam keseharian. Tak sedikit orang tua yang memanfaatkan gadget agar Si Kecil lebih tenang saat bermain.

Namun tanpa disadari, kebiasaan ini ternyata bisa berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatrik Sosial, Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A, Subsp.TKPS(K), MPH, menjelaskan bahwa anak bisa mengalami beberapa masalah perkembangan akibat penggunaan gadget.

Salah satu yang paling sering ditemui adalah keterlambatan perkembangan bahasa pada Si Kecil.


"Jadi yang unik-unik cukup banyak. Biasanya, yang paling sering itu di masalah perkembangan bahasa. Anak-anak ini biasanya mengalami keterlambatan sedikit di bahasanya," ungkap dr. Bernie, dikutip dari kanal YouTube @IDAITV2020.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Bernie juga membahas beberapa kebiasaan orang tua saat memberikan gadget kepada anak. Oleh karena itu, orang tua perlu menyimak lebih lanjut mengenai hal ini. 

Kesalahan orang tua saat anak diberikan gadget

Terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan orang tua saat memberikan gadget kepada anak. Simak penjelasan lengkapnya:

1. Memberikan gadget pada anak terlalu dini

Masih banyak orang tua yang mengenalkan gadget pada anak sejak usianya masih sangat kecil. Padahal, di masa tumbuh kembangnya, anak sebenarnya lebih butuh interaksi langsung dan kegiatan bermain bersama orang sekitar, Bunda.

Menurut dr. Bernie, penggunaan gadget sejak dini juga perlu diperhatikan batasannya. Orang tua sebaiknya paham mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengenalkan gadget agar penggunaannya tidak berlebihan.

"Kalau yang saya lihat ya yang pertama mungkin terlalu dini. Seharusnya, anak-anak tidak perlu dahulu diperkenalkan dengan gadget-nya atau kalau misalnya mau memberikan, ada batasan-batasan tertentu yang harus kita tahu," ujar dr. Bernie.

2. Tidak memperhatikan durasi penggunaan gadget

Saat memberikan gadget pada anak, durasi penggunaannya kerap luput dari perhatian orang tua. Perlu diketahui, lamanya waktu bermain gadget juga harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.

"Kadang-kadang, orang tua lupa durasinya berapa lama sih. Misalnya kita berikan tapi kalau durasinya disesuaikan ya dengan usia gitu ya, itu masih enggak apa-apa ya," kata dr. Bernie.

Selain dari gadget, anak juga terkadang terus terpapar layar dari televisi yang menyala hampir sepanjang hari. Kondisi ini membuat waktu anak dengan layar jadi semakin banyak, Bunda.

"Tapi kalau durasinya ada yang kadang-kadang, 'Aduh dok, saya mengaku nih seharian betul-betul dan bahkan TV nyala terus, diselingi dengan gadget juga gitu. Jadi, sudah dobel nih ya,'" jelasnya.

3. Orang tua kurang memahami konten yang diakses anak

Seperti kita ketahui, anak-anak kini termasuk digital natives atau generasi yang tumbuh di era digital. Karena sudah terbiasa dengan teknologi sejak kecil, mereka lebih cepat memahami penggunaan gadget dibandingkan orang tuanya.

"Bisa juga kontennya kita enggak tahu ya, konten yang orang tua tidak mengerti karena anak digital natives, ya. Makanya, kadang-kadang untuk orang tua yang generasinya agak berbeda jauh dengan anaknya, di mana anak ini digital natives, mereka lebih cepat belajarnya," tutur dr. Bernie.

"Akhirnya, orang tuanya pun ketinggalan. Konten-konten tertentu di mana orang tua tidak tahu anaknya ini bisa mengakses. Kita harus memberitahu mana yang benar, mana yang salah, mana yang boleh, mana yang tidak. Jadi, aturan-aturan itu memang harus diperhatikan," lanjutnya.

4. Memberikan gadget agar anak lebih mudah makan

Masalah anak sulit makan memang suka membuat orang tua khawatir, bukan begitu, Bunda? Menurut dr. Bernie, banyak orang tua yang akhirnya memberikan gadget supaya anak lebih tenang saat makan.

"Nah, ini salah satu yang paling jadi permasalahan ibu-ibu zaman sekarang. Memang biasanya orang tua memulai karena mungkin anak sulit makannya, ya. Seperti di usia-usia mengenal MPASI, setelah beberapa bulan biasanya bayi ataupun anak mulai sulit untuk makan ya," ujarnya.

Saat Si Kecil semakin aktif, orang tua terkadang merasa lebih aman jika anak duduk diam sambil fokus melihat gadget. Karena itu, proses makan dianggap jadi lebih mudah karena anak tinggal membuka mulut saat disuapi.

"Apalagi dia memiliki perkembangan yang sudah mulai banyak lagi, sudah bisa jalan, sudah bisa ke sana sini. Maka orang tua merasa sudah lebih amannya kasih gadget, sehingga dia bisa duduk terfokus pada gadget, kemudian tinggal mulutnya dibuka gitu ya," katanya.

Padahal, proses makan bukan hanya soal memenuhi kebutuhan nutrisi anak saja. Dokter Bernie mengatakan ada banyak hal yang sebenarnya sedang dipelajari anak ketika mereka makan sendiri.

"Nah, tetapi yang kita lupa bahwa proses memberi makan pada anak itu bukan hanya memberikan nutrisi saja. Tetapi, itu adalah proses belajar," ucapnya.

"Anak mengenal makanan, anak bisa menggunakan tangannya, mengambil makanannya, memasukkan ke mulut itu enggak mudah, lho. Butuh waktu untuk anak bisa memasukkan makanan ke mulutnya dengan benar tanpa tumpah. Nah, ini yang harus diingat oleh orang tua," sambungnya.

Lebih lanjut, dr. Bernie menyarankan agar perhatian anak mulai dialihkan ke suasana makan bareng keluarga. Kehadiran Bunda dan Ayah saat menemani anak makan membuat Si Kecil nyaman tanpa harus melihat gadget.

"Tapi pengalaman saya, kalau misalnya anaknya sudah terbiasa, saya bilang, 'Coba deh di stop aja,'. Alihkan dengan yang lain. Duduk bareng sama Bunda Ayah. Karena kita orang tua menjadi contoh. Misalnya, berikan saja seperlima porsi, biarkan dia main dengan tangannya. Mungkin dia belum bisa menggunakan sendok gitu. Nanti sisanya disuapi enggak apa-apa," tuturnya.

"Nah, tapi ada kebersamaan. Kemudian ada contoh, ada interaksi, dan ada waktu dia untuk bereksplorasi gitu, sehingga mungkin yang kita kenal juga responsive feeding ya, atau mengenal rasa lapar dan kenyang," pungkasnya.

Itulah penjelasan mengenai kesalahan orang tua saat memberikan gadget pada anak yang sering kali jarang disadari. Semoga informasinya dapat membantu Bunda, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Merasa YouTube Sebagai Teman Dekatnya? Ini Penjelasan Psikolog

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Jennifer Lawrence soal Perubahan Kehidupannya Setelah Jadi Ibu & Tetap Berkarier

Mom's Life Nadhifa Fitrina

4 Kesalahan Orang Tua saat Anak Diberikan Gadget, Jarang Disadari

Parenting Nadhifa Fitrina

Potret Perjalanan Menyusui Anak Kedua Kinal Eks JKT48, Jadi Sering Bergadang bak Zombie

Menyusui Pritadanes

Perbedaan Tes TORCH dan NIPT yang Sering Bikin Bingung

Kehamilan Indah Ramadhani

10 Nama Bayi Perempuan Imut dan Cantik, Bikin Jatuh Hati

Nama Bayi Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Nama Anak Artis Indonesia Berawalan B dan Artinya, Bagus Penuh Makna

10 Nama Bayi Perempuan Imut dan Cantik, Bikin Jatuh Hati

Cerita Jennifer Lawrence soal Perubahan Kehidupannya Setelah Jadi Ibu & Tetap Berkarier

4 Kesalahan Orang Tua saat Anak Diberikan Gadget, Jarang Disadari

Potret Perjalanan Menyusui Anak Kedua Kinal Eks JKT48, Jadi Sering Bergadang bak Zombie

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK