HaiBunda

PARENTING

Maksimalkan Pertemuan Orang Tua Murid dan Guru, Ini Daftar Pertanyaan yang Bisa Diajukan

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Selasa, 02 Jun 2026 19:00 WIB
Pertemuan orang tua dan guru/ Foto: Getty Images/simon2579

Bunda, pertemuan orang tua dan guru sering kali berlangsung singkat, bahkan ada yang hanya beberapa menit saja. Tak heran, banyak orang tua yang merasa momen tersebut cepat berlalu tanpa menghasilkan pembahasan mendalam.

Sementara itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak dapat berdampak besar pada hasil belajarnya. Semakin aktif orang tua terlibat, semakin baik pula perkembangan anak di sekolah.

Karena itu, penting bagi orang tua dan guru memanfaatkan momen singkat ini dengan sebaik mungkin. Agar Bunda bisa mendapatkan insight lebih saat bertemu dengan guru, yuk simak cara memaksimalkannya berikut ini menurut para ahli.


Hal yang perlu dilakukan saat pertemuan orang tua dan guru 

Bunda, pertemuan orang tua dan guru sebaiknya dimanfaatkan dengan maksimal agar orang tua memahami perkembangan anak secara menyeluruh. Menurut tenaga pendidik Ben Zunica yang dikutip dari laman The Educator Online, terdapat beberapa hal penting yang perlu dilakukan agar komunikasi lebih efisien.

1. Menyamakan persepsi dan pemahaman antara orang tua dan guru

Bunda, singkatnya waktu saat pertemuan orang tua dan guru membuat kita harus menanyakan hal-hal yang detail, ketimbang sesuatu yang bersifat umum. Menurut para tenaga pendidik, orang tua lebih baik menggali bagaimana proses belajar anak di kelas.

“Guru bisa memberikan gambaran tentang sikap belajar anak, seperti bagaimana mereka menghadapi tantangan, apakah berani bertanya, atau seberapa percaya diri di kelas. Sementara itu, orang tua bisa berbagi apa yang dilihat di rumah,” kata Zunica.

Ketika topik ini dikupas secara mendalam, maka percakapan pun jadi lebih bermakna, Bunda. Dengan begitu, orang tua akan memahami kebutuhan anak secara menyeluruh dan mampu menentukan langkah terbaik untuk mendukung perkembangannya.

2. Menerapkan feedback ke kehidupan nyata

Demi pertemuan lebih efektif, penting bagi orang tua untuk fokus pada beberapa hal yang utama. Misalnya, pilih satu atau dua hal yang paling krusial untuk diperbaiki atau ditingkatkan dalam beberapa minggu ke depan.

Melalui umpan balik tersebut, usahakan orang tua mengambil langkah yang sesuai dan jelas di rumah. Contohnya, membuat rutinitas belajar sederhana, atau latihan singkat secara rutin. Biasanya ini cara termudah yang bisa diterapkan oleh para orang tua.

3. Tidak terpaku hanya dengan nilai

Nilai memanglah penting dan perlu menjadi perhatian orang tua, Bunda. Akan tetapi, sebaiknya nilai tidak menjadi satu-satunya fokus utama dalam percakapan. Gunakan nilai sebagai gambaran posisi anak, kemudian bahas apa yang bisa dilakukan ke depannya.

“Hal ini agar perhatian tetap terjaga sambil mengarahkan wawancara ke arah kemajuan. Ini membantu orang tua merasa didengar sambil menjaga percakapan tetap berorientasi ke masa depan dan konstruktif,” jelas Zunica.

Bagaimana berkomunikasi yang baik dengan guru?

Nah, apakah ini kali pertama Bunda bertemu dengan guru Si Kecil? Atau Si Kecil punya guru baru di tahun ajaran ini? Yuk, perhatikan beberapa hal berikut agar komunikasi dengan guru berjalan dengan baik.

1. Temui guru sejak awal

Bunda, banyak pendidik yang merekomendasikan agar orang tua melakukan komunikasi dengan guru sesegera mungkin, seperti sejak awal tahun ajaran. Jika memungkinkan, coba luangkan waktu untuk bertemu atau sekadar memperkenalkan diri.

Seperti yang kita tahu, awal tahun ajaran biasanya dipenuhi oleh kegiatan yang mempertemukan orang tua dan guru. Nah, dengan saling mengenal lebih awal, guru juga akan merasa lebih didukung dalam mendampingi anak, baik di sekolah maupun di rumah.

“Hal itu membuat setiap guru tahu bahwa orang tua memiliki pemahaman yang sama dengan apa yang kita ingin sampaikan dan terapkan kepada anak,” kata salah satu guru di Sekolah Dasar Stonewall di Lexington, Donnie Piercey.

2. Manfaatkan komunikasi digital

Saat ini, komunikasi digital membuat penyampaian informasi jadi lebih cepat dan lebih praktis, Bunda. Orang tua bisa menggunakan berbagai platform digital, seperti email, pesan teks, atau aplikasi sekolah, guna menanyakan perkembangan anak atau menyampaikan informasi penting.

Beberapa guru juga menggunakan platform seperti Google Classroom atau aplikasi pesan khusus untuk tetap terhubung dengan orang tua. Selain itu, komunikasi digital juga memudahkan orang tua dan guru menyimpan riwayat percakapan jika suatu saat diperlukan.

3. Pastikan informasi kontak sudah benar

Apabila orang tua belum mendapatkan kabar dari guru, belum tentu guru tidak mau merespons ya, Bunda. Bisa jadi ada kesalahan atau perubahan pada informasi kontak. Karenanya, penting untuk memastikan bahwa kontak yang diberikan sudah benar dan aktif.

Cobalah periksa kembali ke pihak sekolah atau guru dan pastikan semua pihak, baik itu orang tua, wali, atau pengasuh yang terlibat dalam pendidikan memiliki kontak yang tepat. Dengan begitu, komunikasi bisa berjalan lancar tanpa hambatan.

Hal yang perlu dihindari saat berkomunikasi dengan guru

Selain itu, sebagai orang tua juga perlu memperhatikan cara berkomunikasi dengan guru agar hubungan tetap nyaman. Mengutip dari laman US News, berikut beberapa hal yang perlu dihindari agar komunikasi tetap berjalan dengan lancar.

1. Hindari menunda untuk menyelesaikan masalah akademik anak

Bunda, jika ada masalah terkait akademik atau perkembangan anak, sebaiknya jangan menunda waktu untuk menghubungi guru. Idealnya, komunikasi dilakukan di pertengahan periode penilaian agar masih tersedia waktu untuk mengejar perbaikan.

Apabila orang tua baru membicarakannya saat pembagian nilai akhir, khawatirnya perbaikan sudah sangat terbatas. Oleh karenanya, lebih baik bertanya lebih awal agar guru punya waktu untuk membantu dan anak tetap memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan. 

2. Jangan langsung berasumsi buruk

Saat menghubungi guru, usahakan tetap berpikir positif ya, Bunda. Hindari langsung berasumsi pada hal-hal negatif atau menuduh. Pada dasarnya, guru selalu ingin membantu anak berkembang dengan baik.

Agar komunikasi berjalan lancar, gunakanlah bahasa yang sopan dan jujur. Sampaikan kondisi atau kekhawatiran sebenar-benarnya dan sesuai fakta. Kemudian, orang tua bisa mengajak guru berdiskusi untuk mencari solusi bersama.

3. Hindari menuntut respons yang instan

Perlu diingat, guru memiliki jadwal yang padat setiap harinya. Selain mengajar, mereka juga sering memiliki tanggung jawab lain di sekolah. Maka dari itu, wajar jika guru tidak bisa langsung membalas pesan orang tua dalam waktu singkat.

Jika belum mendapat balasan, sebaiknya beri waktu terlebih dahulu sebelum menindaklanjuti. Hindari langsung melibatkan pihak lain, seperti pihak sekolah atau administrasi, sebelum memberi kesempatan guru untuk merespons.

Pertanyaan yang bisa diajukan saat ada pertemuan orang tua dan guru

Melansir dari Advocates for Children, berikut beberapa daftar pertanyaan yang bisa diajukan orang tua kepada guru untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan Si Kecil di sekolah. Semoga membantu ya, Bunda.

Kemampuan dan keterampilan

  1. Secara keseluruhan, perkembangan anak saya sejauh ini bagaimana?
  2. Apakah anak saya belajar sesuai dengan kemampuannya?
  3. Apa saja kekuatan dan kelemahan anak saya?
  4. Menurut ibu/bapak, apa saja kelebihan dan hal yang masih perlu ditingkatkan dari anak saya?

Nilai dan ujian

  1. Penilaian di kelas ini biasanya ditentukan dari apa saja, ya?
  2. Tahun ini anak-anak akan mengikuti ujian apa saja?

Perilaku dan partisipasi

  1. Bagaimana sikap anak saya selama di kelas?
  2. Bagaimana anak saya berinteraksi dengan anak-anak lain?
  3. Apakah anak saya cukup aktif ikut kegiatan di kelas?
  4. Apakah dia sudah mengikuti aturan sekolah dengan baik?
  5. Apakah ada hal yang perlu saya ketahui atau bisa saya bantu dari rumah?

Pemahaman dan kemajuan akademik

  1. Apakah anak saya sudah memahami pelajaran dengan baik, terutama saat membaca?
  2. Bagaimana kemampuan dia dalam menyampaikan pendapat atau idenya?
  3. Secara umum, perkembangan akademiknya seperti apa?

Pekerjaan dan dukungan di rumah

  1. Idealnya, berapa lama waktu yang dibutuhkan anak untuk mengerjakan PR di rumah?
  2. Apa yang bisa saya lakukan di rumah untuk membantu proses belajarnya?

Demikian penjelasan mengenai cara memaksimalkan komunikasi saat ada agenda pertemuan orang tua dan guru di sekolah. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Cara Menghitung Dana Pendidikan Anak dari TK hingga SMA, Bunda Wajib Tahu!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang Berbohong dari Bahasa Tubuh dan Isi Pembicaraan

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Orang Cerdas dari Kebiasaan Sehari-hari, Jarang Disadari

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Frisian Flag Rayakan World Milk Day dengan Edukasi Gizi dan Kebersamaan Keluarga Indonesia

Parenting Annisa Karnesyia

Maksimalkan Pertemuan Orang Tua Murid dan Guru, Ini Daftar Pertanyaan yang Bisa Diajukan

Parenting Indah Ramadhani

Selebgram Shabrina Adfi Melahirkan, Proses Persalinan Penuh Haru Didampingi Suami

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kumpulan Doa 7 Bulanan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Frisian Flag Rayakan World Milk Day dengan Edukasi Gizi dan Kebersamaan Keluarga Indonesia

Cara Mengenali Orang Berbohong dari Bahasa Tubuh dan Isi Pembicaraan

Maksimalkan Pertemuan Orang Tua Murid dan Guru, Ini Daftar Pertanyaan yang Bisa Diajukan

Ragam Keluhan Banyak Dialami Ibu Hamil yang Bekerja, Simak Cara Mengatasinya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK