HaiBunda

PARENTING

Bolehkah Bayi 1 Bulan Tidur Miring? Simak Penjelasannya Bun

Kinan   |   HaiBunda

Jumat, 22 May 2026 20:20 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/sutlafk
Jakarta -

Bayi 1 bulan biasanya sudah mulai lebih banyak bergerak dan eksplorasi dibandingkan sebelumnya. Nah, sebenarnya bolehkah bayi 1 bulan tidur miring?

American Academy of Pediatrics (AAP) sebenarnya mengatakan bahwa posisi tidur paling aman adalah telentang. Posisi tidur miring maupun tengkurap sebaiknya tak dulu dilakukan, sampai bayi bisa berguling ke dua arah.

Meski begitu, orang tua perlu ekstra hati-hati karena bayi banyak bergerak dan terkadang bisa berubah posisi tanpa bantuan.


Tidur miring tidak disarankan untuk bayi baru lahir dan bayi usia 1 bulan ya, Bunda.

"Ada risiko penyumbatan saluran napas jika bayi berguling, tidur miring atau tidur tengkurap," ungkap dokter spesialis anak, Nada Mallick, MD, dikutip dari Healthline.

Alasannya, otot leher bayi masih lemah. Hal ini membuat kepala mereka akan menunduk ke depan dan lidah akan terdorong ke belakang akibat gravitasi. Kondisi tersebut mempersempit saluran napas dan menyebabkan penurunan kadar oksigen.

Menurut Mallick, bayi baru lahir juga memiliki karakteristik tubuh unik yang membuat posisi tidur miring atau tengkurap menjadi sangat berbahaya.

Pada usia 1 bulan, bayi pun belum mampu menopang kepalanya sendiri dengan baik. Kemampuan ini baru bisa mulai dilakukan bayi pada usia 4 bulan. 

Apa risiko posisi tidur miring untuk bayi?

Menurut AAP, tidur miring membuat bayi memiliki risiko lebih tinggi mengalami sudden infant death syndrome (SIDS).

Sindrom kematian mendadak ini rentan terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun tanpa penyebab yang jelas. Umumnya, SIDS terjadi saat bayi sedang tertidur.

"Ketika bayi tidur menyamping atau miring, mereka lebih mudah berguling ke posisi tengkurap," imbuh Mallick.

Dalam posisi tidur tengkurap, wajah bayi dapat tertutup kasur, sehingga membuatnya sulit dan bahkan tidak bisa bernapas sama sekali.

Sebagian orang tua masih percaya bahwa tidur miring lebih aman untuk bayi yang sering muntah atau mengalami refluks, tetapi ini belum terbukti secara ilmiah.

Penelitian tidak memberikan rekomendasi khusus tentang kapan bayi dapat tidur miring dengan aman. Karena alasan ini, AAP merekomendasikan untuk menidurkan bayi telentang selama tahun pertama kehidupannya.

Perubahan posisi tidur bayi sesuai usia

Pada usia sekitar 3 atau 4 bulan, sebagian besar bayi mulai mencoba berguling. Kemudian di antara usia 4 hingga 6 bulan, banyak bayi sudah dapat berguling dari telentang ke tengkurap lalu kembali lagi.

Pada usia sekitar 6 bulan, bayi biasanya mulai menjadi lebih aktif saat tidur dan berguling sepanjang malam. Meski begitu, tetap tidak aman untuk menidurkan bayi dalam posisi miring atau tengkurap. 

Namun, apabila bayi berguling dalam posisi ini, tidak perlu membangunkan atau memindahkannya. Pada fase perkembangan normal usia tersebut, bayi sudah bisa menggulingkan tubuh dan mengubah posisi tidur secara mandiri.

Hal yang terpenting, selama lingkungan tidur bayi aman dan dapat beradaptasi dengan posisi tidurnya, maka kemungkinan besar sudah aman.

Kapan bayi boleh tidur miring atau menyamping?

Seperti yang telah disebutkan, menidurkan bayi dalam posisi menyamping dapat mempermudah mereka berguling secara tidak sengaja ke posisi tengkurap. Hal ini tidak aman, terutama jika bayi masih berusia kurang dari 4 bulan.

Jika Si Kecil hanya bisa tertidur dalam posisi menyamping, dorong perlahan tubuhnya kembali ke posisi telentang sesegera mungkin tanpa membangunkannya.

AAP menyatakan bahwa aman membiarkan bayi tidur menyamping jika mereka sudah mampu berguling sendiri dengan nyaman. Tepatnya setelah usia sekitar 4 bulan, di mana otot tubuh bayi sudah lebih kuat dan memiliki kemampuan motorik yang lebih baik.

Tips menjaga keamanan bayi saat tidur

Ilustrasi bayi tidur/Foto: Getty Images/Edwin Tan

Untuk menjaga keamanan bayi saat tidur, ada beberapa tips yang penting Bunda selalu terapkan, seperti:

1. Gunakan permukaan tidur yang keras

Pastikan alas tidur bayi memiliki kasur yang kokoh. Ini berarti tubuh bayi tidak meninggalkan cekungan pada kasur.

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jangan gunakan alas tidur yang terlalu empuk atau lembut. Hal ini memudahkan bayi berguling ke samping.

Gunakan matras padat yang dibungkus oleh pelapis dengan ukuran pas. Bantal atau guling sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti alas tidur.

Perhatikan juga pengaturan kasur dan seprai tidur bayi. Seprai juga harus pas dan tidak terlalu longgar ya, Bunda. 

2. Terapkan posisi telentang sampai usia 1 tahun

IDAI juga menyebutkan bahwa posisi tidur miring atau tengkurap tidak aman dan tidak dianjurkan. Sebaiknya pilih posisi telentang sampai anak berusia 1 tahun, sebab posisi ini tidak meningkatkan risiko tersedak.

3. Hindari penggunaan selimut yang tebal dan berat

Penggunaan selimut yang terlalu tebal dan berat berisiko membuat bayi tertimpa, berujung pada risiko kesulitan bernapas. 

Untuk mencegah bayi kedinginan, sebaiknya pakaikan pakaian panjang dan sesuaikan suhu kamar agar tidak terlalu rendah.

Jangan letakkan terlalu banyak benda juga di tempat tidur bayi dan sekitarnya. Termasuk seperti mainan, selimut, bantal, atau boneka.

4. Tidur di kamar yang sama dengan bayi

Supaya lebih aman, bayi dapat tidur di kamar yang sama dengan orang tua, tapi tetap berbeda kasur. 

Misalnya, gunakan bassinet atau crib di samping tempat tidur Bunda, sehingga bisa lebih mudah untuk memeriksa bayi saat ia terbangun.

Jadi, tidur telentang adalah posisi terbaik untuk bayi karena mencegah SIDS ya, Bunda. Sebisa mungkin hindari posisi tidur miring untuk bayi 1 bulan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Takut Lihat Kurban? Begini Cara Menjelaskannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Anak Artis Terpaut Usia Jauh dengan Sang Kakak, Ada yang Beda 17 Tahun

Parenting Nadhifa Fitrina

Sabrina Chairunnisa Pindah ke New York, Intip Apartemen Tempat Tinggal Barunya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kim Jae Joong Terpaksa Akhiri Program Sperm Freezing Meski Merasa Berat

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Ciri Orang Sedang Cari Perhatian, Sering Tulis 7 Kalimat Ini di Media Sosial

Mom's Life Amira Salsabila

Paula Verhoeven Pamer Status Baru di KTP, Curhat Sebelumnya Alami Insomnia Parah

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Anak Artis Terpaut Usia Jauh dengan Sang Kakak, Ada yang Beda 17 Tahun

Kim Jae Joong Terpaksa Akhiri Program Sperm Freezing Meski Merasa Berat

Bolehkah Bayi 1 Bulan Tidur Miring? Simak Penjelasannya Bun

Ciri Orang Sedang Cari Perhatian, Sering Tulis 7 Kalimat Ini di Media Sosial

Sabrina Chairunnisa Pindah ke New York, Intip Apartemen Tempat Tinggal Barunya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK