HaiBunda

PARENTING

7 Dongeng Kerajaan Romantis yang Mengajarkan Kasih Sayang

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 01 Jun 2026 16:50 WIB
Ilustrasi Dongeng Kerajaan Romantis yang Mengajarkan Kasih Sayang/Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)
Jakarta -

Membacakan dongeng sebelum tidur menjadi momen yang hangat bersama Si Kecil. Apalagi, jika ceritanya penuh pesan manis tentang kasih sayang dan kebaikan.

Dongeng kerajaan biasanya menghadirkan kisah yang seru sekaligus menyentuh hati. Di balik cerita dari para pangeran dan putri kerajaan, biasanya ada banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik anak.

Tidak hanya soal cinta saja, cerita-cerita seperti ini juga mengajarkan tentang keberanian, ketulusan, hingga pentingnya saling menolong. Karena itu, dongeng kerajaan masih jadi pilihan favorit untuk menemani waktu tidur anak.


Lalu, seperti apa kisah dongeng kerajaan romantis yang bisa dibacakan untuk Si Kecil sebelum tidur? Berikut beberapa cerita yang dapat menjadi pilihan Bunda.

Dongeng kerajaan romantis yang mengajarkan kasih sayang

Dikutip dari buku Dongeng Princess 5 Benua karya Rifka RN, ada beberapa kisah dongeng kerajaan yang bisa Bunda bacakan untuk menemani waktu tidur Si Kecil. Yuk, kita simak cerita selengkapnya berikut ini.

1. Putri Salju dan Tujuh Kurcaci

Suatu hari di sebuah kerajaan, cermin ajaib mengatakan bahwa kecantikan sang Ratu telah terkalahkan oleh kecantikan Putri Salju. Hal tersebut membuat sang Ratu merasa sangat cemburu.

Kemudian, sang Ratu memerintahkan pengawal untuk membuang Putri Salju ke tengah hutan. Putri Salju pun bersedih hati atas keputusan ibu tirinya tersebut.

Hari itu juga, para pengawal membawa Putri Salju ke tengah hutan dan meninggalkannya sendirian. Di tengah hutan, Putri Salju berjalan menyusuri jalan setapak dengan penuh kesedihan. Perjalanan Putri Salju terhenti ketika ia melihat sebuah rumah indah yang tampak tidak berpenghuni. Putri Salju pun memberanikan diri masuk ke dalam rumah tersebut.

Putri Salju terkagum-kagum karena rumah itu terlihat begitu rapi. Meja makan tertata dengan berbagai makanan yang tersaji di piring-piring cantik. Selain itu, terdapat delapan tempat tidur di dalam rumah tersebut. Tujuh tempat tidur kecil dan satu tempat tidur besar.

Putri Salju yang merasa lapar segera menyantap makanan yang tersedia di meja. Setelah itu, ia berbaring di ranjang besar karena merasa mengantuk. Tidak lama kemudian, datanglah tujuh kurcaci ke rumah tersebut. Ketujuh kurcaci merasa terkejut melihat kehadiran Putri Salju di rumah mereka.

Putri Salju pun terbangun dan merasa kaget saat melihat tujuh manusia kerdil mengelilinginya. Namun, ketujuh kurcaci menyambut Putri Salju dengan senyum hangat.

Putri Salju merasa bersyukur karena kini ia memiliki teman dan diizinkan tinggal di rumah itu. Sejak saat itu, Putri Salju hidup bersama tujuh kurcaci di tengah hutan.

Sementara itu di kerajaan, sang Ratu menerima laporan dari para pengawal bahwa Putri Salju telah meninggal dunia. Para pengawal membawa jantung babi hutan untuk menipu sang Ratu seolah-olah itu milik Putri Salju.

Sang Ratu merasa senang karena tidak ada lagi yang menyaingi kecantikannya. Sang Ratu pun kembali bertanya kepada cermin ajaib mengenai siapa perempuan paling cantik saat ini. Namun, cermin ajaib tetap menjawab bahwa Putri Salju yang tinggal bersama tujuh kurcaci di tengah hutan adalah yang paling cantik. Sang Ratu pun sangat terkejut mengetahui Putri Salju ternyata masih hidup.

Dengan penuh amarah, sang Ratu mulai merencanakan niat jahat untuk mencelakai Putri Salju. Ia kemudian menyamar menjadi seorang wanita tua penjual apel. Apel-apel tersebut telah diberi racun dan disusun rapi dalam keranjang buah yang cantik. Setelah itu, sang Ratu pergi menuju rumah tujuh kurcaci.

Saat itu, Putri Salju sedang sendirian di rumah. Wanita tua penjual apel itu mengetuk pintu dan menawarkan dagangannya.

Awalnya Putri Salju menolak membukakan pintu. Namun, wanita tua tersebut terus memaksa hingga akhirnya Putri Salju membuka pintu dan membeli apel darinya.

Putri Salju kemudian mencicipi apel tersebut. Tidak lama setelah memakannya, Putri Salju jatuh pingsan dengan wajah pucat. Menyadari hal itu, wanita tua penjual apel segera pergi meninggalkan rumah tersebut. Tak lama kemudian, tujuh kurcaci pulang ke rumah.

Mereka terkejut melihat Putri Salju tergeletak pingsan di lantai bersama apel beracun. Ketujuh kurcaci pun merasa sangat sedih melihat kejadian itu.

Dengan tergesa-gesa, mereka membaringkan Putri Salju di tempat tidur yang terbuat dari kristal. Mereka berharap Putri Salju dapat bertahan hidup dan segera sadar kembali.

Suatu ketika, seorang pangeran yang sedang berkelana singgah ke rumah tujuh kurcaci. Ketujuh kurcaci lalu meminta pertolongan kepada sang pangeran. Merasa iba, pangeran memutuskan membawa Putri Salju ke istananya untuk dirawat. Di sana, Putri Salju dirawat dengan bantuan ramuan dari para tabib istana.

Selama proses penyembuhan, sang pangeran selalu menemani Putri Salju. Ia menggenggam tangan Putri Salju dan mencoba membangunkannya dengan mencium keningnya.

Tidak lama kemudian, Putri Salju akhirnya terbangun. Sang pangeran merasa sangat bahagia melihat Putri Salju sadar kembali. Awalnya Putri Salju merasa heran dengan apa yang terjadi. Namun akhirnya, ia mengerti bahwa sang pangeranlah yang telah menyelamatkannya.

Sejak saat itu, keduanya saling jatuh cinta. Mereka pun memutuskan hidup bersama di istana dengan bahagia.

Meski tinggal di istana, Putri Salju sesekali tetap berkunjung ke rumah tujuh kurcaci di tengah hutan. Ketujuh kurcaci pun tetap menjadi sahabat terbaik Putri Salju yang tidak pernah dilupakannya.

2. Kisah Putri Bulan dan Pangeran Matahari

Bulan merupakan seorang putri dari Kerajaan Malam, sedangkan Matahari merupakan pangeran dari Kerajaan Siang.

Keduanya sangat tersohor dan dipuja-puja banyak orang. Bulan merupakan gadis cantik, lembut serta selalu menerangi ketika gelap. Dia sangat anggun dan elegan, namun tidak setiap hari dia memperlihatkan sosok dirinya secara penuh.

Sementara matahari dipuja karena kemegahannya. Dia begitu indah dan bersinar. Matahari menjadi pusat kehidupan dan sebagai sosok pemimpin yang disegani. Semua ingin selalu dekat dan mengelilinginya. Sebab dia bisa memberikan kehangatan bagi sekitarnya.

Dalam cerita dongeng dikisahkan, ternyata keduanya saling penasaran. Ketika matahari menduduki singgasananya di Kerajaan Siang, maka sang bulan akan mengaguminya di balik awan. Begitu juga matahari, dia mengagumi keindahan bulan ketika bulan menduduki singgasana Kerajaan Malam.

Hingga akhirnya, rasa cinta dan kagum pun terjalin di antara mereka. Tanpa sadar, keduanya saling mendekat dan berhadap-hadapan. Mereka berdua pun saling mengagumi sosok masing-masing.

"Aku tidak ingin berpisah denganmu. Kau sangat terang dan hangat sehingga aku ingin kau terus menyinariku," kata Bulan.

"Bulan yang cantik, aku juga tidak ingin berpisah darimu. Aku ingin seperti ini dan menikmati keelokanmu," kata Matahari.

Namun, ketika Bulan dan Matahari bersama-sama. Dunia yang tadinya terang berubah menjadi gelap gulita. Semua manusia pun keluar dari rumah mereka untuk melihat kedua penguasa kerajaan langit tersebut.

Mereka merasa kagum dengan fenomena tersebut. Namun mereka juga bingung, bagaimana jika Bulan dan Matahari bersanding? Apakah dunia akan gelap selamanya?

Baik Bulan maupun Matahari, keduanya menyadari hal ini.

"Putri Bulan yang cantik, jangan menangis. Sebab masing-masing dari kita memiliki tugas mulia sehingga kita tidak bisa bersanding terus menerus. Namun aku akan memperhatikanmu dari jauh," kata Matahari.

"Kelak akan ada hari di mana kita bisa bersanding kembali meskipun hanya sebentar," lanjutnya.

Putri Bulan pun mengerti. Mereka pun berpisah dan segera kembali ke singgasana kerajaan masing-masing. Begitulah terus menerus hingga alam semesta berakhir.

Mereka berdua terus mencintai dan saling memperhatikan dari jauh. Meskipun hanya dipertemukan sesekali dan dalam waktu singkat saja, tampaknya mereka sudah cukup puas. Sebab cinta mereka abadi bahkan semua orang juga mencintai mereka.

3. Putra Mahkota Amat Mude

Dahulu di Negeri Alas, hidup raja yang arif dan bijaksana bersama permaisuri dan anaknya bernama Amat Mude. Belum setahun umur Amat Mude, sang raja wafat. Lalu digantikan oleh Pakcik Amat Mude yaitu Raja Muda. Tanpa disangka, Raja Muda malah menyingkirkan Amat Mude dan ibunya ke hutan.

Hari berlalu, Amat Mude beranjak dewasa. Ia memancing ikan di sungai kemudian dijual kepada sahabat ayahnya yang merupakan saudagar kaya. Ternyata ketika ikan-ikan tersebut dipotong, di dalamnya terdapat emas murni.

Amat Mude dan ibunya pun menjadi orang kaya berkat telur ikan emas itu. Cerita ini pun sampai ke telinga Raja Muda. Ia memerintahkan Amat Mude memetik kelapa gading untuk mengobati penyakit istri Raja Muda. Konon kelapa gading tersebut terletak di sebuah pulau yang dihuni binatang buas.

Dengan ketulusan hatinya, Amat Mude tetap pergi untuk memetik kelapa gading tersebut. Saat tiba dipinggir pantai, ia bertemu dengan ikan besar, Raja Buaya, dan seekor Naga besar. Singkat cerita, Amat Mude pun menemukan kelapa gading itu dibantu oleh ikan besar, Raja Buaya, dan Naga.

Saat memetik kelapa gading itu tiba-tiba terdengar suara perempuan. "Siapa pun yang berhasil memetik buah kelapa gading, dia akan menjadi suamiku," kata perempuan bernama Putri Niwer Gading yang cantik jelita. Amat Mude pun menikah dengan Putri Niwer Gading.

Akhirnya mereka kembali ke istana dan Amat Mude dinobatkan menjadi Raja Negeri Alas atas perintah Raja Muda.

4. Keberanian Putri Salma

Dongeng kerajaan romantis ini menilik dari buku 36 Dongeng Pengantar Tidur untuk Anak Saleh dan Salihah oleh Nurrul Hidayati.

Alkisah, di sebuah kerajaan yang sangat indah, hiduplah Putri Salma bersama raja dan permaisuri. Putri Salma memiliki sifat baik hati, begitu juga dengan ayah dan ibunya. Kerajaan yang dipimpin ayahnya sangat luas, rakyatnya hidup makmur dan damai. Kerajaan itu bernama Kerajaan Makmurda.

Kedamaian itu tiba-tiba terusik dengan kedatangan pasukan dari kerajaan Jahati. Pasukan dari kerajaan Jahati ingin menguasai wilayah kerajaan Makmurda. Pengawal kerajaan Makmurda berusaha menyelamatkan raja, permaisuri, dan Putri Salma. Pengawal membawa mereka ke hutan yang tidak jauh dari istana agar terhindar dari serangan pasukan Jahati.

Raja, permaisuri, dan Putri Salma pun tinggal di hutan selama beberapa hari sampai perbekalan mereka mulai menipis. Putri Salma pun memberanikan diri keluar dari hutan untuk mencari makanan. Prajurit sangat terkejut melihat suatu hari Putri Salma sampai di kerajaan. Putri Salma menyampaikan maksudnya untuk ikut berperang menyelamatkan kerajaan. Awalnya para prajurit melarangnya, tapi akhirnya Putri Salma pun diizinkan ikut berperang melawan pasukan Jahati.

Melihat keberanian Putri Salma, semangat prajurit Makmurda semakin berkobar. Akhirnya prajurit kerajaan Makmurda berhasil mengalahkan pasukan kerajaan Jahati. Sebagai wujud syukur atas kemenangan pasukan kerajaan Makmurda, raja menyedekahkan semua hartanya untuk kemakmuran rakyat.

Selanjutnya, masih ada beberapa dongeng kerajaan romantis yang mengajarkan kasih sayang yang dirangkum dari buku 25 Dongeng Klasik Dunia karya Klara Valerie.

5. Putri Kerajaan dan Pangeran Kodok

Di sebuah kerajaan, hidup seorang raja yang mempunyai beberapa anak gadis yang cantik, tetapi si bungsu yang bernama Mary yang paling cantik. Istana raja berada di dekat hutan yang lebat.

Suatu hari yang panas, Putri Mary pergi bermain ke tepi pancuran air. Air itu sangat dingin. Sang Putri sangat suka bermain bola emas. Bola emas itu ia lemparkan tinggi-tinggi lalu ditangkapnya kembali. Namun kali ini tangkapannya meleset. Ia tidak bisa menangkap bola emas itu. Bola emas tersebut jatuh ke tanah dan menggelinding masuk telaga.

Telaga itu dalam sekali. Sang Putri tidak bisa mengambilnya dan ia pun mulai menangis. Semakin lama tangisannya semakin kencang. Tiba-tiba terdengar suara orang bertanya kepadanya.

"Apa yang membuatmu menangis, Tuan Putri" Sang Putri terdiam dan mencari suara itu, tetapi ia hanya melihat seekor katak besar yang jelek di atas permukaan air.

"Ohh, apakah engkau yang tadi berbicara padaku wahai katak?" tanya Sang Putri keheranan.

"Berhentilah menangis." kata sang Katak.

"Aku menangis karena bola emasku jatuh ke dalam telaga." jawab Sang Putri sedih.

"Berhentilah menangis." kata sang katak "Aku bisa mengambil bola emasmu, tapi apakah yang akan kau berikan padaku?" lanjut sang katak.

"Apa pun yang kau minta, akan kuberikan. Perhiasan dan mutiaraku, bahkan mahkota emas yang aku pakai ini," jawab Sang Putri cepat.

"Aku tidak mau perhiasan, mutiara, atau bahkan mahkota emasmu, tapi aku ingin kita selalu bersama. Makan bersama, minum bersama, dan aku akan menemanimu tidur. Jika kau berjanji memenuhi semua keinginanku, aku akan mengambil bola emasmu," kata sang katak.

"Baik, aku janji akan memenuhi semua keinginanmu jika kau berhasil membawa bola emasku kembali," jawab sang Putri sambil berpikir mana mungkin seekor katak bisa hidup di darat.

Mendengar janji sang Putri, sang Katak segera menyelam ke telaga. Dan dalam waktu singkat ia kembali ke permukaan dengan bola emas di mulutnya lalu melemparkannya ke tanah. Sang Putri sangat senang karena bola emasnya berhasil ia dapatkan kembali. Sang Putri mengambil bola emasnya lalu berlari pulang.

"Tunggu, tunggu, Tuan Putri!" teriak sang Katak. "Aku ikut bersamamu!" tapi sang Putri tetap berlari dan meninggalkan sang katak.

Keesokan harinya, ketika sang Putri sedang makan siang bersama sang Raja, terdengar suara ketukan pintu dan tangisan. "Putri, putri... bukakan aku pintu."

Sang Putri bergegas menuju pintu. Ternyata di hadapannya sang katak! Ia terkejut dan langsung menutup pintu keras-keras lalu kembali duduk dengan muka pucat dan ketakutan.

"Apa yang engkau takutkan, Putriku? Apakah ada raksasa yang akan membawamu pergi?" tanya sang Raja.

"Bukan Ayahanda, bukan seorang raksasa tapi seekor katak yang menjijikkan." kata sang Putri.

"Apa yang ia inginkan darimu?" tanya sang Raja lagi. Sang Putri lalu menceritakan janjinya kepada sang Raja.

"Putri, putri, bukakan aku pintu. Apakah kau lupa dengan janjimu di telaga kemarin?" terdengar suara katak dari balik pintu.

"Anakku, kau harus menepati janjimu. Ayo, bukakan pintu untuknya!" ucap sang Raja. Dengan langkah berat, sang Putri membuka pintu dan sang Katak masuk mengikuti sang Putri ke meja makan.

"Angkat aku, aku mau duduk di sebelahmu," kata sang Katak. Atas perintah sang Raja, pengawal menyiapkan piring untuk katak di samping Putri Mary. Sang Katak segera menyantap makanan di piring itu dengan menjulurkan lidahnya yang panjang.

"Benar-benar menjijikkan! Melihatnya aku jadi tidak ingin makan lagi," kata sang Putri dalam hati. Sang Putri lalu berlari ke kamarnya. Di kamarnya, ia bisa melepaskan diri dari sang Katak yang menjijikkan itu.

"Kwoook!" terdengar suara sang Katak dari atas tempat tidurnya.

"Cukup, katak! Meskipun aku sudah mengucapkan janji, tapi ini sudah keterlaluan!" teriak Putri Mary sangat marah. Ia melemparkan katak itu ke lantai. Bruuk! Ajaib, tiba-tiba asap keluar dari tubuh katak. Dari dalam asap muncul seorang pangeran yang gagah.

"Terima kasih, Putri Mary. Kau telah menyelamatkanku dari sihir seorang penyihir yang jahat. Sihir itu akan lenyap kalau ada seorang gadis yang melemparku. Dan aku akan kembali ke wujud semula." kata sang Pangeran.

"Maafkan aku karena telah mengingkari janji," kata sang Putri dengan penuh sesal.

"Aku juga minta maaf. Aku sengaja membuatmu marah agar kau melemparku." sahut sang Pangeran.

Akhirnya sang Pangeran melamar Putri Mary. Mereka mengikat janji setia dan menikah. Mereka hidup bahagia selamanya.

6. Putri Sejati

Di sebuah istana yang megah, ada seorang pangeran yang sangat menginginkan seorang Putri Raja, tetapi Putri tersebut haruslah sempurna dan benar-benar putri sejati. Sang Pangeran mengelilingi semua kerajaan hanya untuk mencari putri sejati, tetapi ia tidak menemukan putri sejati itu. Setiap putri yang ia temui selalu ada yang tidak sempurna. Sang Pangeran jadi putus asa. Akhirnya dia pulang ke istananya dengan perasaan kecewa.

Pada suatu malam, turun hujan badai membasahi seluruh pelosok kerajaan. Semua orang masuk ke rumah. Badai malam itu sungguh menakutkan. Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu istana. Siapakah yang bertamu di malam yang berhujan deras seperti ini? Raja beranjak membuka pintu untuk tamu tersebut.

Di depannya tampak seorang gadis yang sangat cantik basah kuyup. Ia pucat pasi karena menggigil kedinginan. Air mengalir deras dari rambut dan pakaiannya yang basah hingga ke kaki dan sepatunya. Gadis itu mengaku kalau ia adalah Putri yang sempurna. Sang Raja mempersilahkan Putri misterius itu masuk.

"Kami akan segera tahu apakah yang dikatakan oleh Putri itu benar atau tidak," pikir sang Ratu. Dia masuk ke dalam kamar tidur tamu , lalu meletakkan sebutir kacang polong di bawah kasur. Lalu mengambil dua puluh kasur dan meletakkannya di atas sebutir kacang tersebut. Malam itu sang Putri akan tidur di atas ranjang tersebut.

Di pagi hari, mereka menanyakan apakah sang Putri tidur nyenyak di malam itu.

"Oh, aku sangat susah tidur!" kata sang Putri, "Aku sangat sulit memejamkan mataku sepanjang malam! Aku tidak tahu apa yang ada di bawah kasur yang aku tiduri. Aku seperti berbaring di atas sesuatu benda yang kasar, dan seluruh tubuhku sakit. Ini sangat tidak nyaman!"

Sang Raja dan Ratu terkejut mendengar perkataan putri itu. Bagaimana mungkin ia bisa merasakan ada sebutir kacang polong di bawah dua puluh kasur. Hanya putri sejati yang benar-benar halus hatinya yang bisa merasakan kacang polong itu. Pangeran kemudian menjadikannya sebagai istrinya. Akhirnya, dia menemukan putri sejati yang selama ini dicarinya. Akhirnya sang Pangeran dan putri Sejati hidup bahagia selamanya.

7. Dua Pangeran dan Peri Air

Kisah ini dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Dunia oleh Swada Aqila.

Dahulu kala, hiduplah seorang raja yang mempunyai dua orang putra. Mereka bernama Pangeran Matahari dan Pangeran Bulan. Suatu hari, sang raja memanggil kedua putranya. Raja memerintahkan keduanya untuk hidup di hutan.

"Jika aku telah meninggal, kalian pulanglah dan pimpin kerajaan ini!" titah sang raja.

Pergilah kedua pangeran itu ke hutan. Di dekat sebuah kolam, mereka pun beristirahat.

Pangeran Matahari berkata kepada Pangeran Bulan, "Adik, mandilah terlebih dahulu dan bawakanlah aku air minum dari kolam."

Saat Pangeran Bulan mendekati kolam, Peri Air yang jahat melihatnya lalu bertanya, "Seperti apakah peri yang baik itu?"

"Mereka seperti bintang dan bulan," jawab Pangeran Bulan.

"Engkau salah!" seru Peri Air sambil menangkap Pangeran Bulan dan membawanya ke gua.

Lama menunggu Pangeran Bulan tidak kunjung kembali, Pangeran Matahari pun mulai khawatir. Ia berkata dalam hati, "Adikku pasti sedang dalam bahaya."

Pangeran Matahari kemudian mendatangi kolam sambil bersiaga. Peri Air pun menyamar menjadi seorang pencari kayu.

Namun, Pangeran Matahari mengetahui bahwa orang itu sebenarnya Peri Air yang sedang menyamar.

"Kau pasti telah menculik adikku," hardik Pangeran Matahari.

"Ya," jawab Peri Air.

"Mengapa engkau menculiknya?" tanya Pangeran Matahari.

"Karena dia tidak bisa menjawab pertanyaanku. Aku berhak menangkap semua orang yang tidak bisa menjawab pertanyaanku," jawab Peri Air.

"Baiklah, apa pertanyaanmu?" tanya Pangeran Matahari.

"Seperti apakah peri yang baik itu?" tanya Peri Air.

"Aku akan menjawab pertanyaanmu. Jika jawabanku benar, kau harus mengembalikan adikku. Peri yang baik adalah peri yang mempunyai hati tulus dan takut berbuat dosa," seru Pangeran Matahari.

"Wahai, kamu memang pangeran yang bijaksana. Baiklah, aku akan mengembalikan adikmu," kata Peri Air.

Akhirnya, Pangeran Bulan dibebaskan karena kepintaran Pangeran Matahari menjawab pertanyaan dari Peri Air.

Itulah kumpulan dongeng kerajaan romantis yang mengajarkan tentang kasih sayang. Selain menghibur, cerita ini juga cocok untuk mengenalkan nilai kebaikan kepada Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Ide Bonding Seru Bareng Keluarga saat Libur Sekolah

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Oppie Andaresta Tak Tahan LDR dengan Anak, Rutin Kunjungi ke Bandung Hampir Tiap Minggu

Mom's Life Annisa Karnesyia

Viral Kasus WO di Jaktim Tipu Puluhan Pengantin, Owner Berakhir Ditangkap

Mom's Life Nadhifa Fitrina

4 Zodiak yang Punya Aura Positif, Selalu Menyenangkan di Mana Saja

Mom's Life Nadhifa Fitrina

10 Doa agar Positif & Cepat Hamil Memiliki Keturunan: Lengkap Arab, Latin & Artinya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

7 Dongeng Kerajaan Romantis yang Mengajarkan Kasih Sayang

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anak-anak dari Saudari Kembar Sering Bingung Bedakan Bundanya, Ini Kisah Uniknya

Cerita Oppie Andaresta Tak Tahan LDR dengan Anak, Rutin Kunjungi ke Bandung Hampir Tiap Minggu

10 Doa agar Positif & Cepat Hamil Memiliki Keturunan: Lengkap Arab, Latin & Artinya

7 Dongeng Kerajaan Romantis yang Mengajarkan Kasih Sayang

Viral Kasus WO di Jaktim Tipu Puluhan Pengantin, Owner Berakhir Ditangkap

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK