PARENTING
Ringgo Agus Rahman Belajar Jadi Ayah yang Mau Mendengar Anak Lewat Film 'Aku Sebelum Aku'
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 14 Jul 2026 16:05 WIBAktor Ringgo Agus Rahman menjadi salah satu pemeran utama dalam film Aku Sebelum Aku. Film yang tayang di platform Netflix mulai 16 Juli 2026 ini mengangkat drama keluarga dengan menyoroti hubungan yang kompleks antara ayah dan anak.
Dalam film tersebut, Ringgo memerankan Jaya, seorang ayah yang memiliki ambisi besar agar putranya terus berprestasi di bidang akademik. Melalui karakter Jaya, Ringgo menggambarkan pergulatan batin seorang ayah yang ingin melihat anaknya sukses, tetapi menempuh cara yang naif untuk mewujudkan harapan tersebut.
Ringgo mengaku karakter Jaya terasa sangat dekat dengan kehidupannya sebagai seorang ayah. Hingga kini, ia masih sering diliputi kebingungan dalam mendidik kedua anaknya, terutama saat menentukan batasan dalam memberikan dukungan dan motivasi yang tepat.
"Sama seperti saya di kehidupan asli tuh juga punya kebingungan yang sama, karena waktu pertama kali baca skenario terlalu relate ke banyak orang tua terutama saya," ungkap Ringgo kepada media, belum lama ini.
Ringgo kemudian mencontohkan pengalamannya saat mendampingi sang anak yang tengah menekuni hobinya. Dalam momen-momen tersebut, ia kerap mempertanyakan cara terbaik untuk memberikan motivasi tanpa membebani anak dengan ekspektasi pribadinya.
"Saya juga punya permasalahan yang sama. Misalnya, anak saya lagi tanding basket. Di satu sisi saya mau memberikan motivasi, tapi motivasi yang seperti apa ya? Apakah harus marah ketika dia bermain jelek? Apakah memang harus bagus atau bagaimana? Kalau saya mau dia juara di basket, apakah itu ambisi saya yang dulu enggak bisa basket tapi suka olahraga ini. Apakah saya ingin melihat anak saya pintar, harus apa, apakah dimarahi supaya bisa kasih dorongan? Saya enggak tahu sampai batasannya seperti apa," katanya.
Sudut pandang Ringgo tentang hubungan orang tua dan anak
Melalui film Aku Sebelum Aku, Ringgo berusaha memosisikan diri dari sudut pandang seorang ayah maupun anak. Dengan begitu, ia bisa memahami keinginan masing-masing pihak sekaligus melihat akar konflik yang kerap muncul dalam hubungan orang tua dan anak.
"Sebagai anak, kita merasa orang tua kita itu ketuaan dan tidak mengalami apa yang kita rasakan. Begitu pun juga sebaliknya. Jadi ketika komunikasi, belum apa-apa, kita sudah tahu nanti output-nya dari orang tua pasti nasihat. Kadang-kadang nasihatnya itu yang enggak pengin kita dengar lagi. Kayak, kenapa sih kita tidak dibiarkan dulu mencari jati diri sendiri," katanya.
Menurutnya, baik orang tua maupun anak sama-sama memiliki keterbatasan dalam memahami satu sama lain. Orang tua meyakini bahwa bekerja keras demi menjamin masa depan anak merupakan bentuk kasih sayang terbaik. Sementara itu, anak ingin membanggakan orang tuanya, tetapi prosesnya tidak selalu berjalan mulus.
"Jadi, anak dan orang tua tuh punya kenaifan masing-masing. Orang tua mikir bekerja mati-matian untuk jaminan bisa menghidupi anaknya itu adalah sesuatu yang terbaik. Ya, itu tidak salah. Tapi di sisi lain, anak juga belajar pengin ngebanggain orang tua, tapi perjalanannya sulit, malah kadang-kadang gagal. Padahal kan sebenarnya kalau komunikasinya pengin sama-sama ngerti lebih banyak, ya mudah-mudahan tidak seperti itu."
Lewat film Aku Sebelum Aku, Ringgo belajar untuk mendengar anak
Ringgo mengatakan film Aku Sebelum Aku meninggalkan kesan mendalam terhadap cara pandangnya sebagai seorang ayah. Melalui film ini, ia semakin menyadari bahwa menjadi orang tua bukan hanya tentang membimbing atau memberikan arahan, tetapi juga berusaha memahami apa yang dirasakan oleh anak.
Menurut Ringgo, salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan mau mendengarkan anak. Baginya, mendengarkan dan mencoba melihat dunia dari sudut pandang anak merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak, Bunda.
"Sama seperti karakter Jaya di film Aku Sebelum Aku, di mana dia punya kebingungan yang sama, malah cenderung naif. Sadar sekali tujuannya baik, tapi bahasa yang dikeluarkan dan bahasa anaknya berbeda, sehingga perselisihannya sama seperti kehidupan nyata," ungkap Ringgo.
"Kalau lihat film ini kayak bercermin sekaligus ada tamparan, hati-hati ya, sebenarnya kamu itu pengin anak memberikan yang terbaik, atau anak cuma sebagai pelengkap saja untuk bisa dibanggain di depan orang lain. Itu sama dengan yang saya hadapi. Jadi film ini membuat saya banyak berkaca dan menjaga diri supaya enggak kelewatan ke anak," lanjutnya.
Ringgo menganggap film ini berhasil menyampaikan pesan mendalam tentang dinamika keluarga, terutama hubungan ayah dan anak. Tak hanya itu, film ini juga mengajak penonton untuk mengetahui betapa pentingnya memahami latar belakang setiap anggota keluarga.
"Kalau yang aku pelajarin dari film Aku Sebelum Aku ini memang ada yang hilang, yaitu memahami dan mengenali masing-masing anggota keluarga," ujar suami Sabai Morscheck ini.
"Saya suka sekali dengan pandangan di film ini, di mana setiap manusia yang berinteraksi di film ini, bahkan keluarga, itu harus memahami dan mengenal sekali anggota keluarganya," tuturnya.
Itulah cerita Ringgo Agus Rahman tentang karakter yang diperankannya dalam film Aku Sebelum Aku, yang ternyata relate dengan kehidupannya sebagai ayah. Semoga cerita ini dapat menginspirasi ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cerita Mars Anak Ringgo Agus Rahman Pertama Masuk Sekolah, Lakukan Hal Tak Terduga ke Guru
Bolak-balik Liburan ke Swiss, Ini 7 Tips Sabai & Ringgo Traveling Bawa 2 Anak
Sabai Morscheck Nangis Bjorka Cemburu & Sering Marah Sejak Jadi Kakak
Diajak Bolos Sekolah, Jawaban Bjorka Bikin Sabai Morscheck Kaget
TERPOPULER
Berkat Hidung Tajam Sang Anjing, Bunda Ini Selamat dari Kanker Payudara
Amaira Putri Farah Quinn Ultah ke-8, Intip Potretnya Bun!
Ciri Orang Cerdas Menghadapi Orang Toksik Tanpa Terjebak Drama
WHO Ungkap Bahaya Tekanan Darah Tinggi saat Hamil, 42 Ribu Ibu Meninggal Tiap Tahun
Terpopuler: Potret Luisa Adreena 'Na Willa', Nomine Perempuan Termuda FFI 2026
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Amaira Putri Farah Quinn Ultah ke-8, Intip Potretnya Bun!
Berkat Hidung Tajam Sang Anjing, Bunda Ini Selamat dari Kanker Payudara
4 Drama China Yan An, Terbaru Where the Mask Ends Bareng Tian Xi Wei
WHO Ungkap Bahaya Tekanan Darah Tinggi saat Hamil, 42 Ribu Ibu Meninggal Tiap Tahun
Ciri Orang Cerdas Menghadapi Orang Toksik Tanpa Terjebak Drama
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bedak Tabur Bikin Wajah Kering dan Cakey? Ini 5 Langkah Setting Makeup yang Benar
-
Beautynesia
7 Rekomendasi Warna Kuku yang Bisa Kamu Gunakan untuk Sehari-hari
-
Female Daily
100 Tahun NIVEA di Indonesia, Terus Hadir sebagai Partner in Care
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 16 Oktober: Libra Banyak Lika-liku, Scorpio Tetap Waspada