HaiBunda

PARENTING

Kapan Bayi Mulai Bisa Mengenali Namanya?

Annisya Asri Diarta   |   HaiBunda

Minggu, 02 Aug 2026 09:20 WIB
Ilustrasi Bunda dan Si Kecil/Foto: Getty Images/iStockphoto/eggeeggjiew
Jakarta -

Selama masa perkembangan bayi, Bunda mungkin bertanya-tanya kapan bayi mulai mengenali namanya sendiri. Meski Bunda sering memanggil Si Kecil dengan namanya, pada usia-usia awal mereka belum memahami bahwa nama tersebut adalah panggilan untuk dirinya.

Pada tahap ini, bayi baru mendengar bunyi yang sering diucapkan dan secara bertahap belajar mengaitkannya dengan dirinya seiring bertambahnya usia. Kemampuan ini berkembang bersamaan dengan kematangan otak, pendengaran, serta interaksi yang rutin dilakukan bersama orang tua dan orang-orang di sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, Si Kecil mulai mampu membedakan suara yang sering didengarnya dengan suara lain. Hal ini terjadi karena nama mereka diucapkan berulang kali dalam berbagai aktivitas, seperti saat bermain atau diajak berinteraksi, Si Kecil perlahan belajar bahwa bunyi tersebut memiliki makna khusus.


Ketika kemampuan bahasa dan perhatian mulai berkembang, Si Kecil akan menunjukkan tanda-tanda mulai mengenali namanya. Misalnya, mereka dapat menoleh, menghentikan aktivitas sejenak, tersenyum, atau mencari sumber suara saat namanya dipanggil.

Biasanya, dengan respons ini muncul secara bertahap dan dapat berbeda pada setiap anak. Lantas, kapan bayi mulai mengenali namanya?

Kapan bayi mulai bisa mengenali namanya?

Dikutip dari Healthline, sebagian besar bayi mulai mengenali namanya secara konsisten saat berusia sekitar tujuh hingga sembilan bulan.

Hal ini juga disampaikan oleh dokter anak di Amerika Serikat, Kristin Barrett, MD, yang menjelaskan kalau pada usia tersebut bayi umumnya akan lebih sering menatap, tersenyum, atau memberikan respons ketika Bunda menyebut namanya.

"Ketika bayi mulai mengenali namanya, hal itu menjadi salah satu tonggak awal perkembangan rasa percaya dirinya," ucap Kristin Barrett, dikutip dari Cleveland Clinic.

Tentu Bunda mungkin bertanya-tanya, apa hubungan mengenali nama dengan perkembangan rasa percaya diri Si Kecil?

Saat masih bayi, Si Kecil belum memahami bahwa dirinya adalah pribadi yang memiliki nama. Seiring bertambahnya usia, mereka mulai belajar mengenali diri, termasuk memahami bahwa nama yang sering disebut Bunda merupakan panggilan untuk dirinya.

Lewat proses ini akan menjadi salah satu bagian dari perkembangan kesadaran diri dan rasa percaya diri bayi.

Fase usia bayi mulai menyadari namanya

Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut fase usia bayi mulai menyadari namanya sebagai tahapan awal menumbuhkan rasa percaya diri:

1. Usia bayi baru lahir hingga dua bulan

Bayi mulai mengenal berbagai hal di dunia sekitarnya sejak beberapa bulan pertama melalui pengalaman sederhana. Proses ini dimulai dengan belajar memahami sinyal dari tubuhnya, seperti rasa lapar, kantuk, lelah, kedinginan, kembung, hingga berbagai sensasi baru lainnya.

Memasuki usia tiga bulan, Si Kecil akan semakin aktif mengamati, mendengarkan, dan menyerap informasi dari lingkungan sekitar. Meski hal-hal yang dilihat dan didengarnya belum memiliki makna yang jelas, proses ini menjadi bagian penting dalam perkembangan otak serta kemampuan bayi untuk memahami dunia di sekitarnya, Bunda.

2. Usia 3 hingga 6 bulan

Pada tahapan usia ini, bayi mulai lebih memahami dirinya sendiri dan mengalami perkembangan dalam kemampuan berbahasanya, Bunda.

Kristin Barrett juga menjelaskan pada fase ini bayi mulai memiliki rasa ingin tahu terhadap tubuhnya sendiri.

“Bayi akan mulai penasaran dan menemukan bagian-bagian tubuh mereka. Mereka akan menatap tangan, meraih kaki, dan mencoba menggigitnya. Hal tersebut menjadi salah satu momen awal bagi bayi untuk menyadari tubuh mereka serta memahami bagaimana tubuh mereka bergerak,” ucapnya.

Bayi yang memasuki usia ini juga mulai mengeluarkan berbagai suara, seperti mendesah, bergumam, atau mencoba menirukan suara di sekitarnya. Selain itu, kemampuan komunikasinya juga semakin berkembang melalui bentuk nonverbal, seperti tersenyum, tertawa, dan memberikan respons saat diajak berinteraksi.

3. Usia 6 hingga 9 bulan

Kemampuan komunikasi dan bahasa Si Kecil akan berkembang semakin pesat pada usia ini, Bunda.

Prosesnya dimulai dari mengenali namanya sendiri. Memasuki usia sekitar sembilan bulan, Bunda mungkin akan melihat Si Kecil mulai memberikan respons ketika dipanggil. Mereka akan menoleh ke arah Bunda dan memahami bahwa panggilan tersebut ditujukan khusus untuk dirinya.

Pada usia ini, beberapa kemampuan motorik kasar, seperti merangkak juga mulai berkembang dengan pesat. Setelah mulai mengenali namanya, Si Kecil akan semakin aktif bergerak, mengeksplorasi lingkungan, dan melakukan berbagai aktivitas di sekitar rumah, Bunda.

Walaupun Si Kecil sudah mulai mengenali namanya, bukan berarti mereka akan selalu mengikuti perintah yang Bunda berikan.

Jadi, ketika Bunda berkata, “Juno, jauhkan tanganmu dari stop kontak itu!” Si Kecil mungkin belum langsung memahami atau mengikuti arahan tersebut. Terlebih, perintah tersebut cukup rumit untuk dipahami pada usia mereka.

Meski begitu, kemungkinan besar Si Kecil akan menyadari bahwa Bunda sedang berusaha menarik perhatiannya. Mereka mungkin akan berhenti sejenak dari aktivitasnya dan melihat ke arah Bunda.

Memasuki usia enam bulan, perkembangan otak dan kemampuan komunikasi bayi mulai berkembang semakin pesat.

"Pada usia enam bulan, Bunda mulai mendengar banyak ocehan dari bayi seperti da-da atau ma-ma. Bayi juga akan mulai meniru suara konsonan dan vokal tersebut," tutur Barret.

Seiring perkembangannya, bayi mulai menghubungkan suara seperti “mama” atau “dada” dengan orang tertentu di sekitarnya. Kata-kata tersebut juga sering digunakan untuk menarik perhatian.

Bunda dapat terus mendukung perkembangan bahasa Si Kecil dengan sering mengajak berbicara dan merespons setiap ocehan mereka, terutama saat memasuki usia satu tahun.

Cara membantu bayi untuk mengenali namanya

Ilustrasi/Foto: Getty Images/staticnak1983

Mengutip dari Healthline, Bunda dapat mengajarkan Si Kecil untuk mengenali namanya dengan cara berikut ini:

1. Melakukan pengulangan saat memanggil namanya

Saat Bunda berinteraksi dengan Si Kecil, cobalah untuk sering menggunakan namanya dalam percakapan sehari-hari. Bunda dapat mengatakan, “Cynthia, mau botol susu?” atau “Saatnya mengganti popokmu, Brian!”

Menggunakan nama Si Kecil secara konsisten saat berbicara dapat membantu mereka mengenali dan mengingat namanya seiring bertambahnya usia. Kebiasaan sederhana ini juga dapat mendukung perkembangan komunikasi dan kemampuan sosial Si Kecil.

2. Menghilangkan gangguan

Ketika berinteraksi dengan Si Kecil, terkadang ada banyak hal di sekitarnya yang dapat mengalihkan perhatian mereka. Bunda dapat mencoba berpindah ke ruangan yang lebih tenang, kemudian memberikan mainan untuk dimainkan sambil mengamati responsnya.

Setelah itu, Bunda dapat melihat apakah Si Kecil mulai merespons ketika namanya dipanggil. Cara sederhana ini dapat membantu Bunda mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan Si Kecil dalam mengenali namanya.

3. Mengubah nada suara

Ahli patologi bahasa dan bicara anak, Laura Mize, menyarankan Bunda untuk mencoba mengubah nada suara saat memanggil Si Kecil.

"Cobalah menggunakan suara yang berirama atau bisikan gembira ketika menyebut namanya untuk melihat apakah cara tersebut lebih menarik perhatian Si Kecil dibandingkan suara Bunda yang biasa digunakan," ujar Laura Mize.

4. Memperlihatkan foto pada bayi

Untuk membantu melatih Si Kecil mengenali namanya, Bunda dapat membuat buku foto atau melihat foto bersama Si Kecil. Tunjukkan foto orang-orang di sekitarnya sambil menyebutkan nama mereka. Lakukan hal yang sama saat menunjukkan foto Si Kecil.

Bunda dapat mengatakan hal sederhana seperti, “Lihat mata biru Aurora yang indah!” atau “Topi yang dipakai Daren bagus sekali!”. Kebiasaan ini dapat membantu Si Kecil menghubungkan nama dengan orang atau dirinya sendiri secara bertahap.

Itulah penjelasan mengenai tahapan bayi mulai mengenali namanya sebagai tonggak awal menumbuhkan rasa percaya diri. Semoga bermanfaat untuk tumbuh kembang Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Bosan Saat Libur? Coba 7 Mainan Tanpa Gadget Ini!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Bukan cuma Tren, Ini Alasan Psikologis Generasi Milenial Lebih Suka Rumah Konsep Minimalis

Mom's Life Amira Salsabila

10 Kisah Bunda Artis yang Berjuang Menyusui Bayinya selama 2 Tahun

Menyusui Amrikh Palupi

Kapan Bayi Mulai Bisa Mengenali Namanya?

Parenting Annisya Asri Diarta

5 Inspirasi Outfit Simpel dan Elegan ala Citra Kirana yang Mudah Ditiru

Mom's Life Arina Yulistara

5 Efek Samping KB Implan dan Cara Mengatasinya

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

Daftar Buah yang Dipercaya Pembersih Rahim setelah Keguguran, Benarkah Ada?

Bayi Baru Lahir Gumoh Campur Darah? Tak Usah Panik, Mungkin Ini Penyebabnya

150 Nama Bayi Terinspirasi Aurora dan Artinya untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Bukan cuma Tren, Ini Alasan Psikologis Generasi Milenial Lebih Suka Rumah Konsep Minimalis

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK