PARENTING
Orang Tua yang Sedang Stres Ternyata Bisa Picu Anak Main HP Kelamaan
Annisya Asri Diarta | HaiBunda
Sabtu, 12 Sep 2026 19:00 WIBBunda sering melihat Si Kecil bermain HP? Mulai dari durasi hingga konten yang ditonton, penggunaan HP pada anak memang kerap menjadi perhatian orang tua. Ternyata, kebiasaan anak bermain HP dalam durasi yang lama dapat dipengaruhi oleh kondisi orang tua yang sedang stres.
Studi terbaru dari Pusat Anak dan Keluarga FIU menunjukkan bahwa tingkat stres yang tinggi pada orang tua dapat memengaruhi cara mereka mengatur penggunaan layar pada anak. Dalam kondisi tersebut, orang tua lebih cenderung menggunakan layar untuk menenangkan atau mengalihkan perhatian anak, serta kurang konsisten dalam menetapkan batasan waktu penggunaan layar.
Padahal, penggunaan HP dalam durasi yang lama pada anak usia dini dapat memberikan berbagai dampak. Mulai dari membuat anak menjadi lebih pasif terhadap lingkungan sekitar, meningkatkan sensitivitas emosi, hingga berisiko memengaruhi kesehatan mata.
Di sisi lain, durasi penggunaan HP pada anak tidak selalu hanya berkaitan dengan kebiasaan Si Kecil. Kondisi orang tua dalam menjalani rutinitas sehari-hari juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Ketika tuntutan pengasuhan terasa semakin berat, orang tua memiliki lebih sedikit energi untuk mendampingi anak dan mengatur aktivitasnya, termasuk saat menggunakan gadget. Hal tersebut kemudian menjadi perhatian para peneliti untuk melihat lebih jauh keterkaitan antara stres dalam pengasuhan dan kebiasaan penggunaan layar pada anak.
Studi ungkap hubungan stres orang tua dengan kebiasaan anak menggunakan gadget
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Family Relations juga menyoroti bahwa meningkatkan kualitas penggunaan layar pada anak dalam lingkungan keluarga tidak kalah penting dengan menerapkan aturan penggunaan layar yang lebih ketat.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti melibatkan 822 pengasuh dari berbagai wilayah di Amerika Serikat yang memiliki anak berusia 4 hingga 8 tahun. Mereka mengamati hubungan antara berbagai bentuk stres dalam pengasuhan dengan kebiasaan penggunaan media di dalam keluarga.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang tua yang mengalami tekanan emosional cenderung kurang konsisten dalam menetapkan batasan waktu penggunaan layar. Sementara itu, orang tua yang merasa kewalahan menghadapi perilaku anak sering kali memanfaatkan layar sebagai cara untuk menenangkan atau mengatasi situasi sulit.
Penulis utama studi sekaligus mahasiswa doktoral psikologi FIU, Enid Moreira menyoroti bahwa stres yang dialami orang tua atau pengasuh turut berperan dalam menentukan bagaimana media layar diberikan dan digunakan oleh anak.
“Hal ini penting karena menunjukkan perlunya dukungan bagi para pengasuh, sama seperti dukungan yang diberikan kepada anak-anak,” ucapnya, seperti dikutip dari FIU News.
Para peneliti juga menyarankan agar keluarga tidak hanya berfokus pada pengurangan durasi menonton layar. Bunda dan Ayah perlu memperhatikan pemilihan konten yang berkualitas, menarik, bermakna, serta sesuai dengan usia dan kebutuhan Si Kecil.
Bukan hanya durasi, kualitas konten dan penggunaan HP pada anak juga penting
Profesor sekaligus psikolog di UTHealth Houston, Jeff Temple yang tidak terlibat dalam studi FIU mengatakan, “Penggunaan layar untuk menghabiskan hari sebagian besar tidak masalah selama liburan musim panas, tetapi hal itu membuat musim kembali ke sekolah menjadi tantangan tersendiri untuk anak-anak,” ujarnya, seperti dikutip dari CNET.
Alih-alih menyarankan orang tua untuk mengurangi waktu menonton layar, para peneliti mengatakan keluarga perlu fokus pada pemilihan media yang bermakna, menarik, dan sesuai dengan usia Si Kecil.
“Sama seperti memikirkan nutrisi untuk Si Kecil setiap harinya, Bunda juga bisa memikirkan konten digital sebagai sesuatu yang bisa lebih atau kurang sehat,” ujar Moreira.
Pandangan tersebut sejalan dengan panduan dari American Academy of Pediatrics (AAP). Sebaiknya Bunda tidak hanya menghitung durasi screen time pada anak, namun juga mempertimbangkan kualitas konten, kesesuaiannya dengan rutinitas keluarga, dan manfaat untuk tumbuh kembang Si Kecil.
Sebagai upaya membantu orang tua mengatur penggunaan teknologi di rumah, para peneliti merekomendasikan Family Media Plan dari AAP. Panduan ini dapat digunakan keluarga untuk menyusun aturan penggunaan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, orang tua dapat menerapkan konsep “5 C Penggunaan Media”. Berikut penjelasannya.
1. Anak (Child)
Bunda dapat memperhatikan usia, karakter, temperamen, serta kebutuhan Si Kecil sebelum menentukan jenis dan durasi penggunaan media.
2. Konten (Content)
Kemudian Bunda juga dapat memilih tontonan atau media yang sesuai dengan usia, menarik, berkualitas, dan memberikan manfaat bagi anak.
3. Ketenangan (Calm)
Bunda juga dapat mengamati apakah penggunaan layar membantu atau justru membuat anak semakin kesulitan mengelola emosi dan menghadapi stres.
4. Menggantikan (Crowding Out)
Saat Si Kecil menggunakan gadget, Bunda perlu memastikan bahwa waktu di depan layar tidak menggantikan waktu tidur, aktivitas fisik, interaksi bersama keluarga, maupun kegiatan penting lainnya.
5. Komunikasi (Communication)
Dalam keseharian, Bunda juga dapat membangun komunikasi terbuka dengan Si Kecil mengenai penggunaan teknologi, termasuk membicarakan pengalaman dan aktivitasnya di dunia digital.
Wah, ternyata bukan hanya durasi, pemilihan konten yang diakses Si Kecil juga penting untuk diperhatikan, ya, Bunda. Semoga bermanfaat untuk tumbuh kembang Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Kalimat yang Bikin Anak Minder Seumur Hidup
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Curhat Influencer Naajmi W, Khawatir Putrinya Alami Depresi di Usia 5 Tahun
3 Dampak Buruk Tak Menjaga Kesehatan Mental Anak
Dampak Isolasi Pandemi Corona bagi Perkembangan Anak, Haruskah Bunda Cemas?
7 Kesalahan Orang Tua yang Dapat Merusak Mental Anak
TERPOPULER
Ciri Orang yang Nyaman Punya Sedikit Teman, Lebih Memilih Pertemanan yang Berkualitas
Pria Juga Mengalami Masa Menopause, Mitos atau Fakta?
Orang Tua yang Sedang Stres Ternyata Bisa Picu Anak Main HP Kelamaan
Karakter Orang yang Suka Jalan Mondar-mandir saat Merasa Cemas Menurut Psikologi
3 Cerita Dongeng Kelinci yang Baik Hati, Penuh Pesan Moral untuk Anak
REKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Orang yang Nyaman Punya Sedikit Teman, Lebih Memilih Pertemanan yang Berkualitas
Orang Tua yang Sedang Stres Ternyata Bisa Picu Anak Main HP Kelamaan
Pria Juga Mengalami Masa Menopause, Mitos atau Fakta?
Karakter Orang yang Suka Jalan Mondar-mandir saat Merasa Cemas Menurut Psikologi
3 Cerita Dongeng Kelinci yang Baik Hati, Penuh Pesan Moral untuk Anak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Lip Tint Ini Makin Berkilau Ketika Dipakai Lama, Kok Bisa?
-
Beautynesia
7 Alasan Virgo Sulit Membuka Hati
-
Female Daily
Men’s Biore Awesome Skool Fest 2026 Kembali Sold Out, Apa Saja Keseruannya?
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pesona Aaliyah Massaid Berkebaya Hijau saat Kondangan, Cantik Manglingi
-
Mommies Daily
Jangan Disepelekan! 7 Kebiasaan yang Bisa Merusak Jantung