Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ciri Kepribadian Anak dari Makanan Favorit, dari Manis hingga Gurih

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 02 Sep 2026 18:20 WIB

Anak makan
Ciri Kepribadian Anak dari Makanan Favorit, dari Manis hingga Gurih/ Foto: iStock
Jakarta -

Setiap anak memiliki makanan favorit yang berbeda-beda, Bunda. Ada yang suka camilan manis seperti cokelat dan es krim, ada juga yang lebih memilih makanan gurih seperti kentang goreng dan cimol.

Menariknya, pilihan makanan favorit ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk melihat kepribadian anak. Meski tidak bisa dijadikan patokan, kebiasaan dan selera makan bisa memberikan gambaran kecil tentang bagaimana anak mengekspresikan dirinya dalam berinteraksi.

Pakar perilaku makanan dan pendiri Food-ology, Juliet Boghossian, mengatakan bahwa 'kita adalah bagaimana kita makan'. Selama 30 tahun, Boghossian telah mempelajari hubungan antara kebiasaan makan, kepribadian, dan kecenderungan perilaku seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Mengamati kebiasaan yang berkaitan dengan makanan memberikan wawasan ke dalam lapisan kompleks karakter seseorang. Kebiasaan makan kita terus berkembang seiring dengan perkembangan karakter, peristiwa emosional, kedewasaan, serta pengaruh lingkungan dan kesehatan," katanya, dilansir laman Health Central.

Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Research in Food Science tahun 2021, sebenarnya ada penjelasan berbasis ilmu saraf untuk hubungan antara kepribadian dan preferensi rasa/aroma. Hal tersebut bahkan lebih berkaitan dengan indra perasa dan aspek sensasi di mulut saat mencicipi makanan daripada kontribusi penciuman terhadap rasa atau genetika.

Sebagai catatan, tidak ada sifat kepribadian yang diketahui terkait dengan kemampuan seseorang untuk mencium yang juga berkontribusi pada rasa. Namun, ada pengaruh genetik di balik alasan anak lebih menyukai makanan tertentu daripada yang lain, Bunda.

"Baik faktor genetik maupun lingkungan dapat menentukan apa yang kita sukai untuk dimakan. Itu termasuk kebiasaan memberi makan dari orang tua. Itu adalah apa yang kita makan saat kecil, jadi itu adalah pengalaman dan pembelajaran sebelumnya, tetapi juga murni faktor biologis," ungkap profesor ilmu pangan dan direktur Sensory Evaluation Center di Penn State's College of Agricultural Sciences, John Hayes, PhD.

Jadi dapat disimpulkan, jika makanan andalan Si Kecil adalah daging dan kentang dan ia dibesarkan di rumah yang biasa menyajikan daging dan kentang, maka kemungkinan ada hubungannya di situ.

"Terdapat perbedaan genetik karena kita memiliki varian reseptor rasa yang berbeda. Bahkan, manusia memiliki sekitar 25 gen rasa pahit yang berbeda, dan di antaranya terdapat varian yang menentukan apakah seseorang akan sangat sensitif atau kurang sensitif terhadap rasa tertentu," jelas Hayes.

"Kami menemukan bahwa varian gen yang sama yang menjelaskan apakah anak akan menyukai makanan dengan pemanis buatan bebas kalori atau tidak juga memprediksi kesukaannya terhadap jeruk bali, karena tingkat kepahitannya yang bervariasi. Beberapa orang menganggap makanan dengan pemanis buatan pahit dan tidak menyukainya karena alasan itu. Jika seseorang termasuk varian genetik tersebut, maka ia juga akan menolak rasa pahit jus jeruk bali."

Perilaku makan dan kepribadian anak

Para peneliti percaya bahwa beberapa ciri dari teori Lima Sifat Kepribadian Utama (Big Five Personality Traits) berkorelasi dengan berbagai aspek perilaku makan anak. Sebagai contoh, seorang ekstrovert lebih menyukai sensasi dari makanan yang mereka makan daripada introvert.

Menurut penelitian, mereka yang lebih memiliki kepribadian terbuka terhadap pengalaman cenderung mengonsumsi lebih banyak porsi buah dan sayuran serta mengonsumsi lebih sedikit makanan yang tidak sehat per minggu. Hal itu berbanding terbalik pada mereka yang tidak terbuka.

Penelitian di jurnal Appetite tahun 2008 juga menunjukkan bahwa preferensi rasa tertentu dapat dikaitkan dengan ciri kepribadian. Misalnya, anak yang gemar mencari hal baru dan berambisi lebih menyukai makanan asin, sedangkan anak yang memiliki ketergantungan tinggi pada imbalan cenderung menyukai makanan manis.

Studi lain di jurnal Food Quality and Preference tahun 2015 menunjukkan bahwa orang yang cenderung mencari sensasi dan mengambil risiko cenderung tertarik pada makanan pedas.

Di sisi lain, makanan yang tidak disukai oleh anak juga dapat mengungkapkan hal-hal berharga tentang kepribadiannya. Menurut Boghossian, makanan tersebut bahkan mungkin menawarkan wawasan yang lebih mendalam tentang karakter seseorang, Bunda.

"Membenci makanan tertentu menunjukkan di mana kita tidak akan berkompromi, serta tingkat komitmen ketika kita tidak menyukai sesuatu. Misalnya, seseorang bisa berkata, 'Saya benci mustard' . Tetapi jika kita bahkan tidak mau menyentuh botol mustard, atau mencuci piring yang terkena mustard, itu menunjukkan bahwa ketika seseorang membentuk keyakinan, maka ia tidak mudah menyerah, setia, dan berkomitmen secara berlebihan," ujar Boghossian.

"Bagi orang luar, hal itu mungkin dipandang sebagai sifar yang kaku, meskipun beberapa orang menyebutnya sebagai komitmen," sambungnya.

Demikian ciri kepribadian anak dari makanan favoritnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda