sign up SIGN UP search


parenting

Kiat Mengajarkan Rukun Islam pada Anak

Haikal Luthfi Rabu, 09 Sep 2020 16:03 WIB
Young Muslim boy praying to Allah while waiting for iftar( breakfast ) in Ramadan caption
Jakarta -

Penting bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak sejak usia dini, Bunda. Hal ini perlu dilakukan karena merupakan dasar dan penentu bagi kelangsungan hidup mereka di masa depan.

Membekali anak dengan nilai-nilai aqidah merupakan pilar yang mendasari keislaman seseorang. Sehingga wajib hukumnya untuk memperkenalkan dan mengajarkan anak tentang ilmu tauhid yang bertujuan agar anak di kemudian hari menjadi pribadi yang beriman kepada Allah SWT, melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya serta menjadi orang yang bertaqwa.

Salah satu pendekatan agar dapat membentuk kepribadian anak, yaitu melalui rukun Islam. Diriwayatkan dalam salah satu hadist shahih dari Imam Al Bukhari dan Muslim:


بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ . رواه البخاري و مسلم

"Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan'." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Menurut Nurjannah dalam studinya yang berjudul 'Lima Pilar Rukun Islam Sebagai pembentuk Kepribadian Muslim (2014)', rukun Islam merupakan salah satu pendekatan yang membentuk kepribadian Muslim, dengan cara memberikan beberapa latihan dasar supaya terbentuk kebiasaan yang nantinya melahirkan sifat dan perilaku positif yang menetap. Latihan dasar tersebut mencakup amalan rukun Islam, yang meliputi lima amalan.

Adapun lima amalan rukun Islam mencakup syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji yang akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Syahadat

Rukun Islam yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat yang wajib hukumnya bagi seorang Muslim.

Kalimat syahadat dalam bahasa Arab:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Kalimat syahadat dalam bahasa latin:

"Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wa asy-hadu anna muhammadarrasuulullahi".

Artinya: "Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah".

Di dalam dua kalimat syahadat tersebut yang patut disembah hanyalah Allah, tidak ada yang lain. Dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah yang menguasai seluruh isi alam semesta. Selain itu, Nabi Muhammad merupakan suri tauladan yang dikehendaki Allah SWT.

Nah Bunda bisa memberikan kepada si kecil bahwa dengan kalimat syahadat itu, umat Muslim hanya menyembah dan mempercayai Allah sebagai Tuhan, dan Nabi Muhammad SAW adalah utusannya.

2. Sholat

Ilustrasi Sholat berjamaahIlustrasi Sholat berjamaah/ Foto: Tim Infografis detikcom

Setelah menjadi seorang Muslim tentu harus mengerjakan rukun Islam yang kedua. Sholat wajib disebut juga sebagai shalat lima waktu.

Sholat lima waktu terdiri dari:

Sholat Subuh

Sholat yang dikerjakan sebelum terbitnya fajar yang berjumlah dua rakaat.

Sholat Dzuhur

Sholat yang dikerjakan siang hari yang berjumlah empat rakaat.

Sholat Ashar

Sholat yang dikerjakan sore hari yang berjumlah empat rakaat.

Sholat Maghrib

Sholat yang dikerjakan di antara sore sampai terbenam matahari yang berjumlah tiga rakaat.

Sholat Isya

Sholat yang dikerjakan pada malam hari yang berjumlah empat rakaat.

Bunda, bisa mengajarkan sholat lima waktu kepada anak dengan cara melakukannya bersama anak secara rutin. Selain itu, ajari anak surat-surat pendek yang bisa dibaca saat sholat.

3. Puasa

Setiap Muslim diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Tujuannya untuk bertaqwa kepada Allah SWT.

Di antara hikmah berpuasa adalah melatih kesabaran, menumbuhkan rasa empati terhadap orang yang kelaparan sehingga terdorong hati kita untuk membantu orang yang kurang mampu.

Bunda bisa mengajak di kecil untuk puasa Ramadhan secara bertahap, tidak harus satu hari penuh. Waktu puasanya sesuaikan dengan kemampuan si kecil dan tingkatkan secara bertahap ya, Bunda.

4. Zakat

Zakat merupakan harta yang dikeluarkan apabila telah mencapai syarat dan ketentuan yang telah diatur. Terdapat dua jenis zakat yang wajib dikeluarkan, yaitu zakat fitrah yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan dan zakat maal yang dikeluarkan berdasarkan penghasilan atau harta.

Jumlah zakat fitrah yang wajib diserahkan 2,5 kilogram (kg) atau bisa diganti dengan uang yang setara dengan 2,5 kg beras. Sedangkan zakat maal bisa memperkirakannya dengan menyerahkan 2,5 persen dari harta yang diperoleh dari penghasilan atau harta.

Dengan zakat, Bunda bisa mengajarkan buah hati pentingnya berbagi dan tolong menolong kepada yang membutuhkan. Libatkan atau beritahu anak ketika Bunda atau Ayah akan berzakat, sehingga kelak dia akan terbiasa melakukannya.

5. Haji

Wajib hukumnya untuk berhaji ketika mampu. Ibadah haji dikatakan merupakan kesempurnaan Islam dan secara syar'i dikatakan wajib sekali seumur hidup. Allah berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 97:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: "...Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali-Imran: 97)

Biasanya di sekolah ada program manasik. Nah, Bunda bisa mengikutkan si kecil dalam program tersebut supaya mengetahui rukun dan ibadah haji.

Bunda, yuk ajari anak untuk menjalankan rukun Islam.

Simak juga Bunda, tips parenting ala Angie 'Virgin' pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi