parenting
Bunda Ternyata Punya Anak Favorit, tapi Anak Sering Salah Menebak Siapa yang Lebih Disayang
HaiBunda
Kamis, 24 Sep 2026 18:20 WIB
Setiap orang tua tanpa disadari memiliki anak favorit di keluarga. Tetapi, banyak anak tidak menyadari bahwa dirinya yang menjadi favorit di mata orang tuanya, Bunda.
Penelitian tentang favoritisme orang tua menemukan bahwa sebagian besar ibu secara pribadi mengakui memiliki anak favorit. Tetapi, ketika peneliti meminta anak-anak untuk menebak siapa anak favorit orang tuanya, tebakan mereka biasanya salah.
Dalam studi ini, peneliti Jill Suitor dari Purdue University dan Karl Pillemer dari Cornell University mewawancarai lebih dari 400 ibu yang lebih tua tentang hubungan mereka dengan lebih dari 1.500 anak dewasa. Demikian seperti melansir dari laman Bolde.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih menanyakan siapa anak favorit, peneliti memecah pertanyaan tersebut menjadi beberapa bagian. Pertanyaan ini berupa, 'Anak mana yang paling dekat secara emosional dengan ibu? Anak mana yang paling membuat ibu bangga? Anak mana yang paling sering membuat ibu berkonflik? Anak mana yang paling mengecewakan ibu?'.
Tujuan pertanyaan ini adalah untuk memisahkan hal-hal yang diduga tidak akan sesuai dengan asumsi kebanyakan keluarga. Faktanya memang ditemukan ketidaksesuaian, Bunda.
Hasil studi menemukan bahwa sekitar tiga perempat ibu menyebutkan nama anak yang mereka rasa sangat dekat, dan sekitar 6 dari 10 menyebutkan nama anak yang sangat mereka banggakan. Para ibu tersebut benar-benar membedakan nama anak mereka.
Tetapi, studi mengungkap bahwa anak yang pertama kali ibu hubungi saat kesal mungkin bukan orang yang sama yang ia banggakan kepada teman-temannya. Kemudian, orang yang akan ibu percayai dalam krisis juga kemungkinan berbeda dengan yang lain.
Anak-anak tahu praktik 'pilih kasih' tapi tidak tahu siapa yang disayang
Studi ini juga mengungkap tentang para anak yang tahu praktik 'pilih kasih' orang tuanya. Namun, mereka salah menebak tentang siapa yang lebih disayang tersebut, Bunda.
Sebagian besar anak dewasa 'melebih-lebihkan' kemungkinan bahwa ibu mereka menyebut mereka sebagai orang yang paling dekat. Sementara yang lain salah menebaknya.
Sebagai contoh, sebuah keluarga bisa menganggap Josh adalah anak kesayangan ibunya. Padahal, ibu mungkin menyebut nama anak yang berbeda ketika ditanya secara pribadi. Narasi keluarga dan pengalaman ibu pun akhirnya berjalan di jalur yang terpisah, dan tidak ada yang pernah mengeceknya.
Lantas, apa penyebabnya?
Dalam keluarga, semakin banyak konflik, maka semakin lebar kesenjangan hubungan antara ibu dan anak. Seorang anak biasanya yakin bahwa ibu lebih menyukai saudara kandungnya karena merasakan ketegangan yang nyata, tetapi mengaitkannya dengan sumber yang salah.
Alasan lain mengapa tebakan anak salah adalah karena mereka mencari satu pemenang. Padahal, ibu mungkin saja tidak memiliki anak favorit di keluarga atau hanya menganggap lebih dekat dengan satu dan dua anak saja.
Gagasan tentang satu anak favorit jarang sesuai dengan gambaran keluarga pada umumnya. Misalnya, salah satu anak memiliki selera humor yang sama dengan ibunya. Anak lainnya menelepon setiap hari Minggu. Anak lain membuat pilihan yang dia kagumi atau anak anak yang ibu percayai untuk mengelola keuangan. Semua ikatan itu nyata, dan tidak satu pun dari itu yang menggambarkan keseluruhan gambaran.
Hal yang membuat ibu dekat dengan salah satu anak
Tinjauan yang lebih luas terhadap penelitian menambahkan konteks bahwa orang tua cenderung menunjukkan lebih banyak kehangatan kepada anak perempuan, kakak kandung dalam beberapa kasus, dan anak-anak yang lebih mudah bergaul. Namun, pola tersebut berubah tergantung pada jenis favoritisme yang terukur.
Jadi, favoritisme sering kali tumbuh dari kecocokan alami. Satu anak melihat dunia lebih seperti ibunya datu anak yang lain lebih mudah diajak bicara oleh ibunya. Ikatan terkuat cenderung terbentuk berdasarkan kecocokan, bukan prestasi.
Seorang ibu yang sangat liberal dan memiliki satu anak konservatif serta satu anak progresif mungkin merasa lebih dekat dengan anak yang pandangan dunianya sesuai dengannya. Kedekatan itu tidak ada hubungannya dengan usaha.
Namun, semua hal tentang favoritisme dan tebakan yang salah belum tentu tidak menimbulkan dampak apa pun, Bunda. Apa yang diyakini anak-anak tentang favoritisme membentuk cara saudara kandung memperlakukan satu sama lain, dan dampaknya bisa berlanjut hingga dewasa.
Persepsi tentang favoritisme telah dikaitkan dengan ikatan yang lebih lemah antara saudara kandung dan ketegangan yang lebih besar dalam keluarga, bahkan beberapa dekade kemudian. Seorang ibu mungkin secara pribadi percaya bahwa dia telah menjaga semuanya tetap seimbang, sementara anak-anaknya telah membangun cerita yang sama sekali berbeda tentang siapa yang lebih disayangi.
Bila seorang ibu memang memiliki anak favorit, maka menjadi anak kesayangan bukanlah hal yang gratis. Hal itu bisa disertai rasa bersalah hingga memicu kebencian dari saudara kandung.
Demikian studi tentang favoritisme anak dalam keluarga. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
7 Ciri Kepribadian yang Muncul karena Si Kecil Bukan Anak Favorit
Parenting
5 Tips Mengembangkan Keterampilan Anak di Masa Pandemi Menurut Psikolog
Parenting
10 Tips Ajarkan Anak Anger Management Biar Mudah Tenang & Enggak Gampang Marah
Parenting
Perbedaan Usia Anak Terpaut Jauh, Ini Cara Mona Ratuliu Lakukan Bonding Time
Parenting
Masih Banding-bandingkan Anak? Coba Simak Pesan Kak Seto Soal Inner Strength
5 Foto
Parenting
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Hal Ini Bisa Bikin si Bungsu Merasa Jadi Anak Kesayangan
Orang Tua Memang Punya Anak Kesayangan, Ini Kata Studi
Mengapa Bunda sering Dianggap Lebih Sayang kepada Anak Laki-laki? Ini Kata Studi