Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

5 Cara Orang Tua Eropa Membesarkan Anak, Ada Kebiasaan Tidur hingga Disiplin yang Unik

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 26 Oct 2026 13:35 WIB

Ilustrasi Orang Tua dan Anak
5 Cara Orang Tua Eropa Membesarkan Anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/svetikd
Daftar Isi
Jakarta -

Setiap orang tua memiliki cara tersendiri dalam membesarkan anak, mulai dari menerapkan aturan hingga membentuk rutinitas sehari-hari untuk Si Kecil. Pola asuh yang diterapkan pun dapat berbeda-beda dan bisa dipengaruhi oleh budaya serta nilai-nilai yang dianut dalam keluarga.

Di sejumlah negara Eropa, pola asuh orang tua memiliki pendekatan yang unik. Banyak di antaranya menerapkan aturan tak biasa agar anak bisa tumbuh menjadi pribadi mandiri dan bertanggung jawab.

Beberapa kebiasaan orang tua di Eropa dalam membesarkan anak pun kerap menarik perhatian. Lantas, apa saja cara yang dipakai orang orang tua Eropa dalam membesarkan anak-anaknya? Simak penjelasannya berikut ini ya!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Cara orang tua Eropa membesarkan anak

Melansir dari beberapa sumber, berikut beberapa cara orang tua di Eropa dalam membesarkan anaknya:

1. Italia

Dalam pola pengasuhan, Italia banyak menerapkan pendekatan keluarga. Keluarga di Italia selalu mencoba makan malam bersama anak-anaknya dan memiliki waktu tidur lebih awal. Tak hanya itu, setiap orang tua biasanya suka melibatkan kakek-nenek dalam pola pengasuhan.

"Italia memiliki model keluarga yang sangat kuat dalam hal solidaritas antar generasi," ujar Profesor sosiologi keluarga di University of Turin, Manuela Naldini, dikutip dari The Guardian.

"Kakek-nenek memainkan peran penting dalam membantu mewujudkan pengaturan pengasuhan anak. Itu adalah sesuatu yang berasal dari tradisi, dari gagasan solidaritas yang kuat, bukan antara ibu dan ayah, tetapi antar generasi," sambungnya.

2. Prancis

Dilansir laman Net Mums, orang tua di Prancis mendorong permainan mandiri. Mereka memiliki waktu makan yang terstruktur dan mengharapkan anak-anak menyapa orang dewasa dengan sapaan 'Bonjour'.

Meski begitu, orang tua di Prancis tidak terlalu ikut campur bila anaknya sedang bermain dengan teman sebaya di taman. Sebaliknya, mereka semua duduk di pinggir lapangan sambil mengobrol satu sama lain atau bermain ponsel, sementara anak-anak mereka bermain.

Orang tua Prancis juga cukup serius dalam hal waktu makan anak-anaknya, Bunda. Di Prancis, ada sarapan, makan siang, dan makan malam, dengan sesuatu yang disebut le goûter di sore hari. Anak-anak bisa mengonsumsi camilan di sore hari bila sudah makan di waktu yang ditentukan.

Selain soal makanan, para orang tua Prancis cukup ketat soal perilaku anak-anaknya. Anak-anak di Prancis tampaknya diberi batasan sejak dini dan ada harapan bahwa mereka akan mendengarkan, duduk di meja, menyapa orang dengan sopan, dan berperilaku baik saat berada di luar rumah.

Ya, tata krama itu penting di negara ini. Anak-anak belajar mengucapkan bonjour, merci, dan au revoir kepada setiap orang dewasa, dan berjabat tangan atau memberikan ciuman di pipi bila pantas.

3. Jerman

Salah satu prinsip utama dalam panduan pengasuhan anak ala Jerman adalah tidak memberi selamat kepada anak-anak. Sebaliknya, orang tua seharusnya mendorong dan mengomentari kemajuan anak tanpa merendahkannya, Bunda.

Orang Jerman berusaha menghindari ucapan selamat karena hal itu dapat memperkuat gagasan bahwa orang tua selalu menilai perilaku anak-anak mereka. Mengatakan 'bagus sekali' sepanjang waktu dapat membuat kalimat ini tidak bermakna.

Orang tua di Jerman juga memiliki pola asuh unik karena banyak yang masih tidur bersama anak-anak mereka. Banyak di antaranya memiliki 'tempat tidur keluarga' yang besar di mana anak bisa tidur bersama orang tua sampai berusia sekitar enam atau tujuh tahun.

Selain kebiasaan tidur, orang tua di Jerman juga dikenal 'bebas'. Mereka tak segan untuk mengajak anak-anaknya jalan-jalan di taman untuk bermain di pasir, lumpur atau genangan air. Banyak anak di Jerman bahkan sudah bisa memanjat pohon di usia yang sangat muda.

4. Islandia

Pola asuh di Islandia umumnya tidak melibatkan hukuman, Bunda. Sejak kecil, anak-anak sudah dilatih untuk mengatasi situasi dengan cara yang baik dan tenang.

"Hukuman tidak pernah digunakan di sekolah kami, karena kami adalah orang dewasa. Kami bertanggung jawab untuk memilih lingkungan yang sesuai untuk perkembangan anak-anak dan agar mereka dapat berkembang di dalamnya. Jika reaksi mereka dipertanyakan, kami tidak mempermalukan mereka karenanya. Kita perlu melihat keputusan kita sendiri dan memilih lingkungan yang lebih baik dan lebih sesuai untuk anak, sehingga mereka dapat berhasil melewatinya, secara sosial, kognitif, dan emosional" kata konsultan model pengasuhan Kristín Cardew.

"Tapi, beberapa anak membutuhkan lebih banyak bantuan untuk melatih perilaku yang berbeda. Jadi, guru selalu menjaga anak tetap dekat dengannya, agar dapat melakukan intervensi sebelum perilaku yang tidak diinginkan terjadi, atau memilih lingkungan yang lebih sesuai bagi anak untuk bermain sehingga anak dapat berlatih bagaimana mengatasi situasi dengan cara yang lebih kondusif."

Peran seorang ayah juga ditonjolkan dalam pola asuh di negara Islandia. Pada tahun 2021, pemerintah mengesahkan undang-undang yang memberikan cuti orang tua berbayar selama enam bulan kepada ibu dan ayah baru. Cardew mengatakan hasilnya sangat menakjubkan dan memengaruhi peran ayah dalam pengasuhan.

"Hal itu telah membuka mata mereka terhadap keindahan akan keterlibatan yang lebih besar dalam membesarkan anak," ujar Cardew.

5. Polandia

Kunci keberhasilan pengasuhan anak di Polandia adalah membicarakan emosi, dan bukan hanya emosi anak. Menurut terapis orang tua, Aga Rogala, orang tua Polandia cenderung berpikir jika seorang anak bahagia, itu berarti mereka adalah orang tua yang baik.

"Dan jika mereka tidak bahagia, ada yang salah dengan pengasuhan mereka," ungkap Rogala.

Orang tua di Polandia sudah mengajari anak-anaknya menabung sejak dini. Mereka biasanya menerapkan aturan yang cukup ketat, di mana anak tidak diperbolehkan menghabiskan sepeser pun uang yang diberikan orang tuanya.

Ya, secara umum, pola asuh di Polandia memadukan nilai-nilai keluarga tradisional serta disiplin yang terstruktur dengan sistem pendukung modern yang berpusat pada anak. Orang tua di nagara ini biasanya memiliki rutinitas yang sudah ditetapkan, misalnya jadwal makan dan tidur.

Demikian lima cara orang tua Eropa membesarkan anak-anaknya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda