psikologi

Ada yang Punya Pengalaman Pakai Baby Sitter Masih Muda?

Melly Febrida Minggu, 18 Mar 2018 - 13.13 WIB
Ada yang Punya Pengalaman Pakai Baby Sitter Masih Muda?/ Foto: thinkstock Ada yang Punya Pengalaman Pakai Baby Sitter Masih Muda?/ Foto: thinkstock
Jakarta - Mencari pengasuh buat anak alias baby sitter itu nggak mudah ya, Bun. Apalagi baby sitter sekarang kebanyakan usianya masih belia, belum banyak punya pengalaman mengasuh anak. Pernah punya pengalaman mempekerjakan baby sitter yang masih muda, Bun?

Sering nih ada baby sitter yang masih sangat muda, tapi ngakunya berpengalaman, eh tahu-tahunya malah main ponsel aja saat mengasuh anak. Ada juga yang sudah senior tapi galak sama anak-anak. Memang nggak selamanya seperti itu, tapi memang ya, Bun, mencari pengasuh anak yang cocok bukan pekerjaan yang mudah.

Jen Glantz berbagi pengalaman ketika usianya masih 13 tahun menjadi pengasuh bayi. 13 Tahun jadi baby sitter? Wah, anak yang baru lulus SD ya. Tapi karena memang butuh pekerjaan, Jen pun memilih melakoni pekerjaan itu.

Kata Jen ia sudah terbiasa menjaga anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya Bun. Memang sih hanya lima menit ketika ibu mereka sangat ingin ke toilet. Ia juga pernah diminta menjaga sepupunya ketika orang tua mereka sedang berada di dapur.



Kata Jen, ia juga beberapa kali menjaga dirinya sendiri sewaktu kecil lantaran ibunya harus berlari ke toko makanan untuk membeli sesuatu.

"Yang berarti, bagi saya, saya sangat memenuhi syarat untuk menghabiskan malam Sabtu sebagai satu-satunya penjaga anaknya yang berusia 6 dan 8 tahun, meskipun saya baru berusia 13 tahun," tutur Jen.

Jen datang bekerja ke rumah ibu tersebut sekitar jam 7 malam. Umurnya yang masih belia membuatnya asyik ikut bermain dengan kedua anak yang diasuhnya, ia juga menonton televisi bersama anak-anak itu.

Ketika sudah mulai merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya, Jen mengaku mulai melakukan hal-hal yang ingin dia lakukan. Misalnya saja, karena dia baru saja mendapatkan ponsel pertamanya, maka Sabtu malam menjadi waktu baginya untuk menelepon semua teman sekolahnya dan berbicara dengan mereka selama berjam-jam.

Sekitar pukul 21.00, anak-anak yang diasuhnya tidur. Saat itulah Jen ke dapur untuk mengambil makanan ringan dan tertidur di sofa sampai mendengar pintu garasi terbuka, tanda orang tua kedua anak tersebut pulang.

Sekarang Jen sudah menjadi seorang ibu. Namun pengalamannya menjadi baby sitter di usia sangat muda membuatnya bisa memberikan saran ke ibu-ibu lain untuk tidak mempekerjakan baby sitter berusia belia hanya karena bayaran untuk mereka relatif lebih murah.



Jen sendiri punya batas minimal untuk memilih baby sitter Bun. Ia hanya mempekerjakan pengasuh bayi untuk anak-anaknya dengan usia minimum 18 tahun.

"Pada usia itu, orang tersebut biasanya memiliki SIM sehingga akan lebih baik jika dalam keadaan darura), memiliki pengalaman kerja paruh waktu lainnya seperti di toko pakaian atau restoran, telah belajar keterampilan keselamatan dan orang, dan mudah-mudahan sedikit lebih dewasa daripada anak berusia 13 tahun," papar Jen.

Menurut Psikolog Anna Surti Ariani yang akrab dipanggil Nina, sebelum mempekerjakan seorang baby sitter, Bunda perlu memperhatikan penampilan si calon pengasuh anak. "Terlihat bersih dan terlihat rapi menunjukkan bahwa dia memperhatikan kebersihan dirinya dan akan memperhatikan kebersihan anak juga," kata Nina kepada Wolipop beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, perhatikan jawaban dia saat wawancara. Nah, intuisi juga penting diperhatikan Bun karena akan mengarahkan Bunda menuju hal yang positif. Bunda perlu meyakinkan jawaban hasil wawancara dengan perasaan sendiri.

"Intuisi itu seringkali mengarahkan, tapi sisi ilmiahnya (logika) tetap perlu ada," tambah Nina.

Apakah Bunda menggunakan jasa baby sitter? Biasanya apa saja pertimbangan Bunda saat memilih baby sitter? Apakah pernah juga mempekerjakan baby sitter yang usianya sangat belia? Share cerita Bunda dong. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi