psikologi

Hukuman Tak Biasa Seorang Ibu untuk Putrinya yang Membully

Amelia Sewaka Kamis, 21 Jun 2018 - 13.57 WIB
Hukuman Tak Biasa Seorang Ibu untuk Putrinya yang Membully/ Foto: Facebook Hukuman Tak Biasa Seorang Ibu untuk Putrinya yang Membully/ Foto: Facebook
Newfoundland, Kanada - Apa yang akan Bunda lakukan ketika tahu si kecil ternyata seorang pembully di sekolah? Kecewa sudah pasti ya, Bun. Tapi yang jelas nggak hanya kecewa, kita pun harus cari cara biar anak nggak berbuat hal tercela ini.

Seorang ibu di Kanada punya caranya sendiri dalam mendidik anaknya yang ketahuan menjadi pembully di sekolah. Amanda Mitchell 'menghukum' putrinya yang berusia sembilan tahun karena bertingkah seenaknya dan mengintimidasi teman-temannya di sekolah.

Tak tanggung-tanggung, Amanda memberi hukuman dengan cara 'mengosongkan' isi kamar anaknya. Ya, benar dikosongin, Bun, kamar si kecil. Amanda hanya meninggalkan kasur dengan kaos bertuliskan 'anti-bullyinng' di atas. Kaos itu untuk dipakai si anak selama seminggu bersama beberapa pasang kaos kaki.



Baju itupun sebenarnya sering Amanda cuci ketika malam hari dan sang anak tidur. Tapi dia diam-dian melakukan itu.

"Selamat datang di Mommy's Juvenile Detention gadis kecil," tulis Amanda di Facebook-nya yang dilansir Huffington Post.

Hukuman ini terlalu keras? Tidak untuk Amanda. Jika anaknya tumbuh dan melanggar hukum yang berujung penjara, itu akan lebih parah dan bukan hal itu yang diinginkan Amanda pada anak-anaknya. Menurut Amanda, masalah generasi sekarang adalah hukuman yang kurang memadai. Diakui Amanda hukuman itu buruk. Tapi kita sebenarnya hanya perlu penguatan positif dalam mendisiplinkan anak.

Hukuman Tak Biasa Seorang Ibu untuk Putrinya yang MembullyKamar yang dikosongkan oleh Amanda. Foto: Facebook/Amanda Mitchell

"Jika ia tumbuh, melanggar hukum dan berujung penjara sungguh bukan itu yang saya inginkan untuk anak-anak saya," kata Amanda.

Ia hanya ingin berbagi tentang apa hukuman yang cukup untuk anaknya. Karena biasanya, menurut Amanda sang putri berperilaku baik.

Nggak berhenti di situ hukuman buat sang anak, Bun. Amanda juga meminta putrinya menulis kalimat, 'Saya tidak akan berbohong', 'Saya akan berbuat baik pada semua orang', 'Saya akan berperilaku baik di sekolah', dan 'Saya akan bertanggung jawab atas tindakan saya sendiri'. Masing-masing kalimat tersebut ditulis 50 kali.

"Ya dia memang agak kaget saat pertama kali melihat ruangannya. Tapi, habis itu dia menyesal setelah kami bicarakan lebih dalam," kata Amanda kepada Global News.

Di tengah penyesalannya, sang anak menuliskan surat pada teman-temannya yang ia bully juga ia menulis surat untuk guruya. Awalnya Amanda memposting apa yang ia lakukan terhadap anaknya hanya untuk berbagi pada 'ibu-ibu' setempat karena mana tahu bisa membantu ibu yang anaknya juga membully.



Namun tanpa disangka postingan Amanda malah mendapat banyak respons dan viral. Postingan tersebut 59 ribu kali dishares dan mendapat 98 ribu reaksi serta beberapa ratus komentar yang kebanyakan berasal dari orang tua.

"Luar biasa. Ini adalah cara mengajarkan anak-anak ada konsekuensi atas tindakan mereka. Ini adalah bagaimana mereka belajar," tulis salah salah satu netizen.

Lainnya mengatakan 'Wow mengagumkan'. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa hukuman Amanda berlebihan ke anaknya karena sampai harus menggunakan pakaian yang sama dalam seminggu.

Sebenarnya Amanda tidak membiarkan anaknya memakai pakaian yang sama karena dia merotasi pakaian-pakaian yang bertuliskan 'anti bullying' untuk dipakai. Amanda memberi 1 kaos dan 3 kemeja anti bullying. Sekarang putrinya sudah kembali mendapatkan barangnya termasuk meja, buku-buku dan lemari pakaiannya.

Menurut Bunda gimana hukuman Amanda untuk anaknya? Yay or nay? (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi