7 Fakta Fahira Idris yang Dipolisikan karena Hoax Virus Corona
Annisa Karnesyia |
HaiBunda
Selasa, 03 Mar 2020 17:08 WIB
Fahira Idris/ Foto: Instagram @fahiraidris
Fahira Idris dilaporkan ke Polda Metro Jaya akibat cuitannya di Twitter beberapa waktu lalu. Fahira dianggap telah menyebarkan berita bohong atau hoax, Bunda.
Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muanas adalah pihak yang melaporkan Fahira. Ia menganggap unggahan anggota DPR RI asal DKI Jakarta itu telah meresahkan.
"Unggahan ini menimbulkan kegaduhan dan meresahkan, konten itu sempat diprotes netizen bahkan menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #tangkapfahiraidris," ujar Muanas, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (3/3/2020).
Muanas berharap aparat penegak hukum bisa melakukan tindakan tegas. Siapapun yang melakukannya, entah itu masyarakat kecil atau pejabat negara, harus segera ditindak.
Lalu siapa Fahira Idris? Berikut 5 fakta mengenai Fahira yang dikutip dari laman resmi miliknya dan DPD RI. Klik next ya, Bun.
Simak juga cara tepat menangani anak demam, di video berikut:
Fahira adalah putri pertama dari Fahmi Idris yang juga mantan Menteri Tenaga Kerja Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Habibie dan Menteri Perindustrian Indonesia, masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Fahira juga cucu dari KH. Hasan Basri, mantan ketua Majelis Ulama Indonesia. Ia adalah istri Aldwin Rahadian, SH, yang aktif di kegiatan sosial dan kemasyarakatan, serta ibu dari dua orang anak perempuan.
2. Jabatan di pemerintahan
Nama Fahira Idris bukan orang baru di pemerintahan. Wanita kelahiran 20 Maret 1968 menjabat sebagai Ketua Komite III DPD RI, Anggota BAP DPD RI, dan Anggota Tim Pansus Tatib DPD RI.
Pada Pemilu Legislatif 2014 lalu, Fahira meraih suara terbanyak sebesar 511.323 suara. Ia kembali dipercaya menjadi anggota DPD RI dan terpilih pada periode 2019 sampai 2024 dengan perolehan suara 581.108 suara.
3. Pendidikan
Fahira adalah lulusan Magister Hukum Bisnis Universitas Pajajaran, Bandung dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
4. Pernah menang penghargaan
Pada tahun 2010, Fahira pernah terpilih sebagai pengicau terinspiratif karena dianggap berani bicara di Twitter. Dalam polling yang bertajuk The Most Inspiring Twitter tahun 2010, Fahira Idris dinyatakan sebagai juara.
Ia berhasil mengalahkan Diana Adams seorang penulis dan wirausahawan asal Amerika Serikat dan Aaron Lee, seorang ahli pemasaran Internet asal Malaysia. Pesaing Fahira berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, India, Filipina, Malaysia dan lain-lain.
Wanita 51 tahun ini pernah terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial. Ia aktif menjadi relawan pada tanggap bencana erupsi gunung Galunggung tahun 1982, Bun.
6. Entrepreneur
Tak hanya di bidang politik, Fahira juga punya bakat di bidang bisnis. Sekarang dia memimpin beberapa perusahaan antara lain, Parcel Bunga Internasional, Aries Shooting Club, dan PT. Aries Mandiri Indonesia.
7. Tersandung kasus hoax
Beberapa waktu lalu, Fahira mengunggah di Twitter @fahiraidris tentang keberadaan ratusan pasien yang diawasi terkait virus Corona. Ia pun menyertakan sumber berita tersebut, Bun.
"Astagfirullah BIKIN KAGET! Ada 136 Pasien dalam Pengawasan Virus Corona di Indonesia - DKI Jakarta 35 orang, Bali 21 orang, Jateng 13 orang, Kepri 11 orang, Jabar 9 orang, Jatim 10 orang, Banten 5 orang, Sulut 6 orang, Jogya 6 orang, Kaltim 3 orang," kicaunya.
Setelah ramai diberitakan dan menjadi trending topic di Twitter, Fahira lalu meralat isi berita dan tulisan yang dibagikan. Ia mengaku telah menghapus unggahan sebelumnya dan mengganti dengan tautan sumber berita yang baru.
Ia juga membantah telah menulis tentang temuan pasien Corona. Fahira menegaskan hanya menyatakan dugaannya.
"Ini penjelasan ttg Link Berita Online yg sdh di Ralat Judul Beritanya. Sy sempat posting di Twitter, link berita "dg judul yg belum di ralat", kemarin sempat viral, sdh sy hapus & sy ganti dg link yg sdh di Ralat," tulis Fahira.
"Sejak kemarin isi beritanya adalah: TERDUGA ADA 136 Pasien Dalam Pengawasan (Suspect Corona), TIDAK PERNAH Media Online tsb/ saya menyebutkan ada ditemukan Pasien Corona," lanjutnya.