sign up SIGN UP search


trending

Terinfeksi Corona, Pasien Ini Alami Gejala Aneh di Mulutnya

Annisa Karnesyia Senin, 20 Apr 2020 06:40 WIB
Man and woman, senior man lying in hospital bed because of coronavirus infection, female doctor is giving medicine to a patient. caption
Jakarta - Dominic Minghella mengalami gejala aneh saat awal terinfeksi Corona atau COVID-19. Kreator drama Inggris Doc Martin ini mulai sakit sekitar 8 Maret lalu.

Awalnya, Minghell melakukan perawatan di rumah karena tidak ingin mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun pada akhirnya, dia dirawat di King's College Hospital, London.


Minghella mengatakan, ketika itu dia tidak menunjukkan gejala apapun, Bunda. Namun, dengan cepat dia mengalami demam dan kelelahan.


Setelah itu, dia merasakan gejala baru yang aneh dan memengaruhi indra perasaanya. Minghella merasakan 'logam yang mengerikan' di mulutnya. Mulutnya terasa seperti kotor, namun dia tak menghiraukan karena memang tak berselera makan.

"Lima hari masih belum ada demam atau batuk. Tapi di awal aku benar-benar merasa lelah. Mataku tertutup saat di meja makan," kata Minghella dalam blog pribadinya, dikutip dari Daily Star, Minggu (19/4/2020).

Setelah seminggu, Minghella baru mengalami demam hingga 38 derajat Celsius. Ia lalu minum paracetamol enam jam setelahnya. Minghella lalu merasakan logam di mulutnya.

"Rasa logam yang mengerikan di mulutku. Tapi aku tidak mau makan. Minum juga hanya karena aku tahu harus melakukannya," ujar Minghella.

"Sangat lemah, hampir tidak bisa memegang gelas. (Tapi) masih tidak batuk," sambungnya.

Minghella lalu menjelaskan bahwa kelelahan membuatnya tidak bergerak. Ketika dia berusaha bergerak, dia sadar napasnya terangah-engah.

Karena tidak batuk, dia berpikir tidak terinfeksi COVID-19, Bunda. Minghella memang tidak mau meyakini kalau dirinya terinfeksi.

Ilustrasi pasien CoronaIlustrasi pasien Corona/ Foto: iStock

Minghella kembali ke rumah, namun tak lama setelah itu dia kembali ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan. Ia mengaku pernah berpikir dia sudah mati, tetapi bertekad untuk berjuang dan mencoba hidup untuk anak-anak, pasangan, dan keluarganya.

Produser TV itu bahkan menulis surat perpisahan kepada anak-anaknya ketika berada di rumah sakit saat merenungkan kematian. Syukurlah, dia bisa mengatasi COVID-19 dan masih bisa menuliskan tentang virus dan peristiwa yang berlangsung di sekitarnya di blog.

Sementara itu, Persatuan Dermatologis Nasional Perancis, Venerologis (SNDV) menjelaskan, ada gejala baru yang teridentifikasi termasuk gatal-gatal, kulit merah yang menyakitkan, dan kondisi mirip dengan radang dingin.

SNDV ini mengatakan kalau gejala dermatologis telah terjadi pada pasien dengan gejala pernapasan dan tanpa gejala.

"Analisis dari banyak kasus yang dilaporkan ke SNDV menunjukkan bahwa manifestasi ini dapat dikaitkan dengan virus Corona. Kami mengingatkan masyarakat dan petugas medis untuk mendeteksi potensi penularan secepat mungkin," ujar juru bicara SNDV.

Terkait pandemi Corona, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan anjuran untuk menjaga jarak guna mencegah penularan. Hal yang sama juga disampaikan Ketua Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito, beberapa waktu lalu.


Menurut Wiku, kita harus bersama-sama saling menjaga. Terutama menjaga orang yang rentan tertular, di antaranya orang usia lanjut (lansia) dan dengan penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, dan paru.

"Kelompok utama yang harus dijaga, usia lanjut dan memiliki penyakit penyerta agar tak tertular COVID-19," kata Wiku, dikutip dari YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Simak juga fakta dan data seputar virus Corona, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi