HaiBunda

TRENDING

Tawakkul Karman, Muslimah Pejuang HAM yang Raih Nobel Perdamaian

Kurnia Yustiana   |   HaiBunda

Jumat, 08 May 2020 06:30 WIB
Tawakkul Karman/Foto: Instagram/tawakkolkarman
Jakarta - Tawakkul Karman merupakan wanita kelahiran Yaman, 7 Februari 1979. Mengikuti jejak sang ayah bekerja sebagai pengacara dan politisi, Tawakkul Karman memilih kuliah jurusan politik di Universitas Sana'a.

Setelah lulus, wanita berhijab ini menjadi seorang jurnalis sekaligus politikus. Ia aktif memimpin perjuangan hak asasi manusia terutama bagi para perempuan, untuk demokrasi dan perdamaian di Yaman.


Dikutip dari situs resmi Nobel Prize, Jumat (8/5/2020), pada tahun 2005, Tawakkul Karman ikut mendirikan kelompok Women Journalists Without Chains, yang bertujuan mempromosikan kebebasan berekspresi dan hak demokratis di Yaman.


Kemudian pada 2007 hingga 2010, wanita itu secara reguler memimpin demonstrasi di Tahrir Square, Sana's. Dia menjadi penentang rezim Yaman yang dipimpin oleh Presiden Ali Abdullah Saleh, di mana kala itu tengah terjadi pergolakan politik di Yaman.

Keterlibatan Tawakkul Karman dalam demonstrasi serta tindakan kritis terhadap pemerintah bahkan menyebabkan dirinya pernah ditahan. Walau begitu, ia tetap aktif terlibat dalam perjuangan HAM.

Tawakkul Karman/ Foto: Facebook/Tawakkol Karman

Atas kegigihan Tawakkul Karman memperjuangkan hak-hak dan keselamatan perempuan, ia meraih penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2011.

Dialah wanita Yaman pertama yang berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut. Usianya masih 32 tahun ketika menerima Nobel Perdamaian.

Seperti diberitakan CNN, pemenang Nobel Perdamaian umumnya mendapatkan hadiah uang. Begitu pula dengan Tawakkul Karman.

Dia memutuskan menyumbangkan hadiah uang sebesar US$ 500 ribu (Rp 7,5 miliar) itu untuk warga terluka dan keluarga yang terbunuh dalam pemberontakan yang terkait dengan Arab Spring.

Tawakkul Karman yang sudah menikah dan mempunyai 3 anak itu kemudian masih terus memperjuangkan hak asasi dan hak demokratis hingga level internasional, termasuk di PBB.


Simak juga video dr. Sumy Hastry, ahli forensik wanita pertama yang jadi inspirasi dunia kedokteran:
(kuy/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Hangat Mantan Menlu Retno Marsudi dengan Cucu-cucunya, Antar Ujian Taekwondo hingga Lomba Renang

Mom's Life Amira Salsabila

5 Ciri-Ciri Anak Dijauhi Teman di Sekolah

Parenting Tiara Jasmine & Fauzan Julian Kurnia

5 Alasan Penting Mengapa Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan

Parenting Kinan

Potret Audi Marissa di Bali Usai Berpisah dari Anthony Xie, Ungkap Isi Hati

Mom's Life Amira Salsabila

Benarkah Abu Vulkanik Bisa Bikin Makin Tanaman Subur? Begini Kata Pakar

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Hangat Mantan Menlu Retno Marsudi dengan Cucu-cucunya, Antar Ujian Taekwondo hingga Lomba Renang

5 Ciri-Ciri Anak Dijauhi Teman di Sekolah

5 Alasan Penting Mengapa Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan

Bocoran Drama Korea '100 Days of Deception', Dibintangi Kim Yoo Jung hingga Park Jinyoung

Potret Audi Marissa di Bali Usai Berpisah dari Anthony Xie, Ungkap Isi Hati

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK