TRENDING
Isu PNS Administrasi Bakal Dipindah ke Desa, Ini Penjelasannya Bunda
Yuni Ayu Amida | HaiBunda
Selasa, 04 Aug 2020 18:14 WIBSebanyak 1,6 juta pegawai negeri sipil (PNS) tenaga administrasi dikabarkan akan dipindahtugaskan ke desa, Bunda. Mendengar hal ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo memberi penjelasan.
"Salah pemahaman sebenarnya, tidak ada istilah mutasi di desa," kata Tjahjo.
Tjahjo kemudian menjelaskan bahwa bukan mutasi yang akan dilakukan. Melainkan PNS tenaga administrasi ini nantinya ditugaskan untuk mengisi kekosongan tenaga di pedesaan.
"Terdapat 4,2 juta ASN, 70 persen di antaranya ada di daerah, dan 1,6 juta di antaranya adalah tenaga administrasi yang tersebar di pusat maupun di daerah. Dalam posisi seperti ini, seringkali tenaga administrasi mengisi kekosongan tenaga-tenaga yang masih kurang di daerah pedesaan," ujar Tjahjo.
Yang perlu dicatat adalah bukan artinya seluruh ASN tersebut akan dikirim ke desa, Bunda. Dijelaskan Plt Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PAN-RB Teguh Widjanarko PNS yang bekerja di instansi pemerintah pusat tetap ditugaskan di pusat, hanya saja akan dialihfungsikan menjadi tenaga fungsional.
"Kan dibagi dua nih 1,6 juta (PNS tenaga administrasi) itu ada yang di daerah maupun di pusat. Kalau di pusat tetap di pusat, tapi dikembangkan untuk jabatan-jabatan fungsional yang memang dibutuhkan di pusat," kata Teguh.
Nantinya, PNS yang akan dikirim bekerja di pedesaan adalah mereka yang sekarang bekerja di daerah. Namun sebelumnya para PNS tenaga administrasi ini akan dididik, dan dilihat apakah mereka memiliki kapasitas bagus dan cakap untuk mengisi kekurangan formasi di pedesaan.
Kata Teguh, pemerintah akan menyaring PNS tenaga administrasi di daerah yang punya kapasitas untuk menjadi tenaga fungsional di desa-desa.
"Bukan dialihkan semua tapi yang punya potensi. Dicek dulu sama kita karena tenaga administrasi itu ada yang lulusannya SMA, pokoknya di bawah S1 lah, bahkan ada juga yang di bawah SMA." tutur Teguh.
"Nah ini juga kan perlu kita lihat mana yang punya potensi dan mana yang tidak. Kalau yang tidak, ya tetap sebagai tenaga administrasi," sambungnya, dilansir detikcom.
Simak juga tips aman ngantor saat Corona dalam video ini: