HaiBunda

TRENDING

Tega! Bocah 8 Tahun Dianiaya Tetangga hingga Pendarahan Otak, Pelaku Ngaku Khilaf

Siti Hafadzoh   |   HaiBunda

Jumat, 24 Jul 2020 17:18 WIB
Tega! Bocah 8 Tahun Dianiaya Tetangga hingga Pendarahan Otak/ Foto: iStock
Jakarta -

Kalau anak-anak melakukan kesalahan, sebagai orang dewasa sudah seharusnya kita menegur dengan cara yang baik ya. Bukan seperti pria asal Sleman yang menganiaya bocah berusia 8 tahun ini, Bunda.

Sumadiyono menganiaya bocah berinisial A yang merupakan tetangganya. Korban sampai mengalami patah tulang dan pendarahan otak.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 Juli sekitar jam 10.30 WIB, di jalan kampung Desa Mayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman.


Korban bersama dua temannya yang berinisial R (7) dan T (8) bermain di sekitar jalan kampung tersebut. Kemudian, ketiga bocah ini lewat rumah Sumadiyono.

Di depan rumah pelaku, A dan teman-temannya bercanda seperti bocah pada umumnya. Sambil bercanda, mereka melihat Sumadiyono sedang duduk di depan rumahnya. Lalu, ketiga anak ini diduga mengolok-olok Sumadiyono, Bunda.

"Jadi mereka bermain di depan jalan rumah pelaku, kemudian mengolok-olok dengan nyanyi-nyanyi dan menirukan suara bapak itu," kata Kanit Reskrim Polsek Gamping Iptu Tito Satria Pradana.

Sumadiyono menghajar A dengan tangan kosong. Ia menginjak kaki dan menjambak rambut A, serta membenturkan kepalanya ke tembok.

Akibat peristiwa ini, A mengalami patah tulang kaki dan pendarahan di kepala, Bunda. Hingga saat ini, ia masih dirawat di rumah sakit.

Pelaku sudah diamankan oleh polisi. Sumadiyono mengaku, ia nekat menganiaya A karena emosi.

"Saya sudah khilaf, saya mohon maaf kepada keluarga karena telah melakukan penganiayaan," ujar Sumadiyono dikutip dari detikcom.

Sumadiyono terancam dijerat Pasal 80 UU Perlindungan Anak juncto Pasal 351 KUHP. Ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Tindak kekerasan seperti ini seharusnya tidak dilihat bahkan dialami oleh anak ya, Bunda. Mengutip American Psychological Association, tindak kekerasan bisa saja dipelajari anak sejak kecil.

Artinya, orang tua dan anggota keluarga punya peran penting untuk mencegah anak melakukan tindak kekerasan seperti yang ia lihat di lingkungan. Salah satunya adalah memberikan kasih sayang dan perhatian yang konsisten.

Kasih sayang dan perhatian membuat anak nyaman dan percaya dengan keluarganya. Jadi, usahakan punya hubungan yang kuat dan penuh cinta dengan anak ya, Bunda.

Simak juga cerita Donna Agnesia dan Darius jalani rumah tangga harmonis meski selisih usia 6 tahun berikut ini.

(sih/kuy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Kompak 3 Anak Omesh & Dian Ayu Punya Nama yang Indah, dari Embun hingga Bulan

Parenting Nadhifa Fitrina

Kondisi Rahim Menipis, Dokter Sarankan Lesti Kejora Cukup Miliki 3 Anak Saja

Kehamilan Amrikh Palupi

10 Ceramah Nuzulul Quran 2026 untuk Materi Kultum di Sekolah, Lengkap Singkat-Panjang

Parenting Natasha Ardiah

Dukungan Shenina untuk Angga Yunanda yang Tuntaskan Marathon Pertamanya di Jepang

Mom's Life Annisa Karnesyia

6 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bawa Uang Tunai Meski Jarang Dipakai Menurut Psikolog

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anne Istri Teddy Syach Hormati Mendiang Rina Gunawan: Saya di Sini Bukan Pengganti

Potret Kompak 3 Anak Omesh & Dian Ayu Punya Nama yang Indah, dari Embun hingga Bulan

Kondisi Rahim Menipis, Dokter Sarankan Lesti Kejora Cukup Miliki 3 Anak Saja

10 Ceramah Nuzulul Quran 2026 untuk Materi Kultum di Sekolah, Lengkap Singkat-Panjang

Dukungan Shenina untuk Angga Yunanda yang Tuntaskan Marathon Pertamanya di Jepang

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK