HaiBunda

TRENDING

Fakta di Balik Viral Pernyataan WHO soal Uji Vaksin Corona China 'Berhasil'

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 26 Sep 2020 16:11 WIB
Fakta di Balik Viral Pernyataan WHO soal Uji Vaksin Corona China 'Berhasil'/ Foto: iStock
Jakarta -

Sebuah video yang mengklaim ilmuwan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut uji klinis vaksin Corona di China berhasil tiba-tiba viral. Video tersebut beredar di situs China Global Television Network (CGTN), Bunda.

Dai penelusuran, video tersebut berasal dari 'Media Briefing on COVID-19' yang dipublikasikan dalam YouTube resmi WHO. Di video itu, ilmuwan Soumya Swaminathan menjelaskan bahwa vaksin COVID-19 telah masuk uji klinis tahap lanjut.

"Mereka (China) juga memiliki program pengembangan vaksin yang sangat aktif dan beberapa kandidat vaksinnya berada di tahap lanjut dari uji klinis. Jadi, ini penting bagi kami, sehingga kami mengikuti dengan seksama dan berharap kandidat mereka benar-benar terbukti sukses di uji klinis," kata Soumya, dalam media briefing tersebut.


Sementara dalam video viral yang dikutip CGTN, pernyataan Soumya berbeda. Ucapannya dibuat seolah-olah mengkonfirmasi bahwa uji klinis beberapa vaksin China berhasil.

Media China mengklaim WHO sudah menyetujui vaksin buatan negara itu. CGTN bahkan membuat judul berita, 'China's COVID-19 vaccines proven successful in clinical trials: WHO' atau bila diterjemahkan berarti 'Vaksin Covid-19 China terbukti berhasil dalam uji coba klinis: WHO'.

"Badan Kesehatan Dunia (WHO) bekerja untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin COVID-19 secara global dan mereka percaya bahwa ini adalah cara tercepat untuk mengakhiri pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi global," demikian tulis media itu.

"Vaksin China dapat membantu mewujudkan tujuan itu dalam waktu dekat karena beberapa vaksin telah terbukti berhasil dalam uji klinis, kata Soumya Swaminathan, kepala Ilmuwan WHO, Senin," sambung pernyataan itu.

Dilansir detikcom, faktanya ada beberapa vaksin Corona yang saat ini sedang diuji klinis. Sebagian di antaranya tengah memasuki tahap uji klinis ketiga, Bunda.

Di antaranya adalah Sinovac Biotech yang bekerja sama dengan Bio Farma, Wuhan Institute bersama Sinopharm, Beijing Institute bersama Sinopharm.

Perusahaan farmasi China, Sinovac mengatakan bahwa vaksin COVID-19 yang dikembangkannya harus siap didistribusikan ke seluruh dunia pada awal 2021. Hal tersebut disampaikan pihak perusahaan pada Kamis (24/9/2020).

Viralnya berita ini mengingatkan kita kembali pada anjuran WHO untuk lebih jeli dalam mencari informasi ya, Bunda. Dalam salah satu sarannya, WHO mengingatkan masyarakat untuk siap dan lebih pintar dalam menggali informasi.

"Ikuti saran terkait kesehatan masyarakat dari WHO dan otoritas kesehatan lokal, berita terbaru tentang virus Corona, hindari menyebarkan rumor, selalu cek sumber informasi, dan jangan sebarkan berita tidak benar," demikian anjuran WHO dalam laman resminya.

Simak juga cara simple Novel Baswedan sembuh dari Corona, di video berikut:

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

Menyusui Amrikh Palupi

9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia & Firli Nabila

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua

Parenting Kinan

Amankah Buah Acai Berry untuk Ibu Hamil? Cek Manfaat, Efek Samping & Resep Mengolahnya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari

5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK