sign up SIGN UP search


trending

5 Fakta Li Meng Yan, Ilmuwan China yang Sebut Corona Buatan Manusia

Annisa Karnesyia Rabu, 16 Sep 2020 08:13 WIB
Corona di China 5 Fakta Li Meng Yan, Ilmuwan China yang Sebut Corona Buatan Manusia/ Foto: iStock
Jakarta -

Nama Li Meng Yan tiba-tiba menjadi sorotan di seluruh dunia. Ilmuwan asal China ini menyebut bahwa virus Corona adalah buatan manusia.

Li Meng Yan menjadi whistleblower yang berani maju menyampaikan pendapatnya ini. Usai klaim dan pernyataannya, Li Meng Yan diketahui kabur ke Amerika.

Lalu siapakan Li Meng Yan? Dilansir berbagai sumber, berikut 5 fakta dan profil ilmuwan ini:


1. Sebut virus Corona berasal dari laboratorium di China

Pada Juli lalu, Li Meng Yan mengatakan bahwa virus Corona atau COVID-19 berasal dari laboratorium di China. Ia juga membantah kalau virus beredar di pasar hewan di Wuhan.

"Pada waktu itu, saya dengan jelas menilai bahwa virus berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China. Pasar di Wuhan hanya digunakan sebagai umpan," kata Li Meng Yan, dikutip dari Taiwan News.

2. Salah satu ilmuwan pertama yang mempelajari virus Corona

Dalam wawancaranya bersama Fox News, Li Meng Yan mengatakan bahwa dia adalah salah satu ilmuwan yang ditugaskan untuk menginvestigasi virus Corona sebelum menjadi pandemi. Pada Desember 2019, dia diminta atasannya di universitas, Dr. Leo Poon, untuk melihat cluster mirip SARS di pusat kota China.

"Pemerintah China melarang ahli dari luar negeri, termasuk yang ada di Hong Kong untuk melakukan penelitian di China. Jadi saya bertanya pada teman-teman untuk mencari informasi," ujarnya, dilansir Daily Mail.

Salah satu temannya yang bekerja di Center for Disease Control and Prevention (CDC) China mengatakan tentang transmisi virus dari manusia ke manusia, tepat sebelum China dan WHO mengumumkan kemungkinan kasus COVID-19.

Coronavirus. COVID-19. 3D RenderIlustrasi virus Corona/ Foto: iStock

3. Sempat diminta tutup mulut

Li Meng Yan melaporkan transmisi virus itu pada atasannya. Namun, dia diminta untuk tutup mulut dan berhati-hati.

"Seperti dia memperingatkan sebelumnya, jangan melewati batas. Kita akan mendapat masalah dan menghilang," ucap Li Meng Yan, menghubungkannya dengan pemerintahan.

Ia juga mengklaim bahwa Profesor Malik Peiris, salah satu direktur laboratorium yang berafiliasi dengan WHO, mengetahui penyebaran virus, namun tidak bertindak. Li Meng Yan menyebut ada korupsi yang terjadi di balik virus ini.

"Saya sudah tahu itu akan terjadi karena saya tahu korupsi di antara organisasi internasional semacam ini, seperti WHO kepada pemerintah China dan ke Partai Komunis China," katanya.

4. Kabur ke Amerika

Li Meng Yang memutuskan kabur ke Amerika usai bicara soal COVID-19 di China. Menurut pengakuannya, banyak pihak yang tidak peduli soal kebenaran ucapannya.

Tak cuma pemerintah China, menurutnya WHO juga menutupi kebenaran yang disampaikannya. Li Meng Yan memilih Amerika karena dia yakin bisa mengungkap semuanya di sana.

5. Pernah meneliti COVID-19 pada hamster

Li Meng Yan merupakan peneliti dan ahli virus yang bekerja di University of Hong Kong School of Public Health. Ia diketahui pernah meneliti transmisi penyakit dari manusia ke manusia antara bulan Desember 2019 dan Januari 2020.

Ia juga pernah menulis makalah dengan teman-temannya di universitas, Bunda. Tulisan yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature pada Mei 2020 itu berisi tentang penularan virus SARS-CoV-2 pada hamster emas.

Simak juga 6 hal yang perlu Bunda tahu tentang Corona, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/kuy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi