sign up SIGN UP search


trending

Kisah Pria Yogyakarta Mualaf: Dibenci Anak Sampai Tak Dianggap Ayah

Annisa A Senin, 24 May 2021 11:26 WIB
Mualaf Andreanus caption
Jakarta -

Perjalanan setiap mualaf dalam memeluk Islam tidak pernah mudah. Banyak hal yang harus mereka pertaruhkan. Tak sedikit pula yang merasakan kehilangan. Seperti yang dialami oleh Andreanus.

Pria asal Yogyakarta itu harus menelan pahitnya kenyataan dibenci oleh keluarga. Pemilik nama lengkap itu mengucap dua kalimat syahadat pada Juli 2019. Namun keputusannya ditolak keras oleh keluarga, termasuk anak-anaknya sendiri.

Kedua anak Andreanus tak lagi menganggapnya sebagai ayah. Hal itu menjadi pukulan keras bagi Andreanus. Ia tidak bisa bertemu dengan buah hatinya lagi.

"Mereka sudah benci banget sama saya. Gimana sih perasaannya kalau enggak ketemu anak? Padahal kalau dibilang ini salah siapa, ini sudah masa lalu. Karena saya berpindah (agama), saya hilang segalanya," ungkap Anderanus, dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas.

Banner Penyakit Ain



Andreanus kesulitan untuk bertemu dengan kedua putranya sejak menjadi mualaf. Mereka menyalahartikan keputusan Andreanus untuk memeluk Islam. Kedua putranya mengira Andreanus meninggalkan mereka, Bunda.

Tak hanya kehilangan anak, hubungan Andreanus dengan keluarga juga merenggang. Namun, sikap kedua putranya itulah yang masih melukai Andreanus hingga saat ini. Mereka terus menolak jika diajak bertemu.

"Segitunya anak gue yang dulu kalau tidur sama gue. Sekarang saya tanya sama kalian yang punya anak, bagaimana rasanya kalau udah lama enggak pernah ketemu anak, dan anak benci sama bapaknya?" kata Andreanus, disertai isak tangis.

Andreanus mengucap dua kalimat syahadat pada Juni 2019. Namun pada saat itu Andreanus belum bisa menjalani ibadah seperti orang Islam karena tidak mengerti apapun.

Pada Desember 2019, sempat terbesit pikiran untuk kembali ke Kristen agar Andreanus dapat berkumpul bersama anak-anaknya. Namun, tekad Andreanus sudah bulat. Ia tetap memilih Islam dan menjalankan hidup sebagai seorang mualaf.

"Kalau disuruh memilih anak atau agama, saya tetap pilih agama saya karena semua itu (anak) adalah titipan (Tuhan). Sebenci apapun anak gue, mereka tetap anak gue. Jadi gue tetap di Islam. Bagaimanapun itu gue tetap di Islam," ujarnya.


Keputusan Andreanus dalam memeluk Islam tak pernah goyah. Meski hubungan Andreanus dengan keluarganya belum juga membaik, ia tetap konsisten dengan pilihannya itu.

Lalu, bagaimana kehidupan Andreanus setelah menjadi mualaf? Simak di halaman selanjutnya.



Bunda, saksikan juga kisah pertemuan pertama Nadia Vega dan suami bule mualaf di Belanda, dalam video Intimate Interview di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

KEHIDUPAN SEBAGAI MUALAF
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!