aktivitas

3 Hal yang Perlu Bunda Tahu Saat Biarkan Balita Nonton TV

SIti Hafadzoh Rabu, 26 Sep 2018 - 07.05 WIB
Ilustrasi anak nonton TV/ Foto: thinkstock Ilustrasi anak nonton TV/ Foto: thinkstock
Jakarta - Nggak sedikit orang tua yang menggunakan cara cepat untuk menenangkan anak. Salah satunya dengan memutar video di TV atau gadget. Cara ini sepertinya cukup ampuh untuk meredam tangisan si kecil ya.

Tapi, tahukah Bunda? Ada hal yang perlu diperhatikan selain konten yang dilihat anak ketika mereka nonton TV yakni usia. Menuurut ahli, bayi baru boleh menonton televisi setelah batas usia tertentu lho.

"Tidak ada bahaya yang permanen. Tapi kita sudah tahu bahwa televisi dapat memperlambat perkembangan ana," kata Jill Stamm, PhD, direktur 'New Directions Institute for Infant Brain Development' di Pheonix dikutip dari Parents.



Dilansir Healthy Children, ada beberapa alasan kenapa orang tua perlu menghindarkan anak, terutama bayi dan balita dari nonton TV.

1. Perkembangan Otak Secara Dini

Meskipun bayi dan balita suka nonton TV, mereka belum mengerti makna apa yang ada dalam layar tersebut lho, Bun, karena butuh waktu selama 18 bulan bagi otak bayi untuk berkembang. Tentu sebelum usia 18 bulan, mereka belum bisa menghubungkan peristiwa yang ada di TV dengan yang ada di dunia nyata.

2. Bayi dan Balita Belajar Lewat Interaksi

Secara alami, bayi dan balita akan belajar dari orang lain. Melalui interaksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, mereka dapat belajar cara berkomunikasi. Jangan terlalu sering mengajak anak berkomunikasi lewat video call ya, Bun. Bagaimana pun juga, anak membutuhkan stimulasi memegang, melempar, dan mendengar berbagai suara. Interaksi melalui video call tidak dapat memenuhi berbagai stimulasi tersebut.

Ilustrasi anak nonton tvIlustrasi anak nonton TV/ Foto: Thinkstock
3. Dampak Negatif Bila Anak Nonton TV Sebelum Umur 18 Bulan

Balita yang sering nonton TV berpotensi memiliki masalah pada atensi di usia 7 tahun. Sedangkan, pada bayi, terlalu banyak nonton TV berdampak negatif pada perkembangan bahasa, kemampuan membaca, ingatan jangka pendek, sulit tidur, hingga sulit memperhatikan.

Dokter anak, David L. Hill, MD, FAAP menyarankan batasi durasi nonton TV anak jadi satu jam sehari, sebelum usia 18 bulan sampai 5 tahun.

"Ingat juga, televisi tetaplah televisi. Baik Anda menontonnya di layar, ponsel, atau komputer," ujarnya.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi