sign up SIGN UP search


Picture. Ultrasound. Pregnant Girl. Motherhood. Doctor Show. Consultation. Gynecology. Hospital. Doctor. Clinic. Gynecologist. Medical Advice. Woman. White Coat. Have Fun. Childbirth. Belly. Fan.

Bundapedia

Blighted Ovum

Annisa Karnesyia   |   Haibunda

Blighted ovum adalah istilah medis yang dikenal juga dengan nama hamil kosong. Kondisi ini menjadi salah satu masalah kehamilan yang perlu diwaspadai ya, Bunda.

Menurut America Pregnancy Association (APA), blighted ovum atau kehamilan anembrionik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim, tetapi embrio tidak berkembang. Pada kondisi ini, sel berkembang hanya untuk membentuk kantung kehamilan, tapi tidak untuk embrio itu sendiri.

Blighted ovum umumnya terjadi di trimester pertama. Seringkali, blighted ovum terjadi sebelum seorang wanita mengetahui bahwa dia hamil.


Blighted ovum adalah...

Blighted ovum disebut juga kehamilan anembrionik, dapat terjadi ketika embrio awal tidak pernah berkembang atau berhenti berkembang, diserap kembali dan meninggalkan kantung kehamilan yang kosong.

Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di RSIA Bunda Jakarta, dr. Gorga I.V.W Udjung, Sp. OG, banyak yang mengansumsikan kondisi hamil kosong ini sebagai keguguran biasa. Padahal, risikonya perlu diwaspadai, Bunda.

"Risiko keguguran dapat terjadi pada 10-20 persen kehamilan. Sekitar 80 persennya terjadi di 12 minggu pertama kehamilan atau trimester pertama. Dari keguguran yang terjadi, 50 persen di antaranya mengalami blighted ovum," kata Gorga saat dihubungi HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Pada kasus blighted ovum, hasil tes kehamilan menggunakan test pack biasanya sama dengan kehamilan pada umumnya, yakni positif. Hal ini terjadi karena hormon kehamilan juga ditemukan pada kondisi blighted ovum, Bunda.

Baca Juga : Morning Sickness

Penyebab blighted ovum

Blighted ovum dapat disebabkan karena beberapa hal, Bunda. Penyebab dan faktor risikonya sama dengan keguguran. Berikut penyebab blighted ovum pada kehamilan:

1. Kelainan genetik

Kelainan genetik, seperti masalah di kromosom dapat menyebabkan blighted ovum. Tubuh seorang wanita mengenali kromosom abnormal pada janin dan secara alami menghentikan kehamilan karena janin tidak akan berkembang dengan baik.

2. Kualitas sel telur

Kualitas sel telur bisa dipengaruhi faktor usia si ibu. Kualitas sel telur wanita di atas 35 tahun umumnya mulai menurun dan semakin tidak baik. Hal ini juga dapat menyebabkan pembelahan sel yang tidak normal.

3. Kualitas sperma

Sama seperti kualitas telur, kualitas sperma pada pria juga bisa memengaruhi terjadinya blighted ovum. Kualitas sperma yang buruk dapat berisiko menyebabkan kelainan perkembangan pada kehamilan.

4. Pernah mengalami blighted ovum

Bunda yang pernah mengalami blighted ovum di kehamilan sebelumnya, berisiko mengalami kondisi yang sama di kehamilan berikutnya.

5. Penyakit tertentu

Penyebab lain blighted ovum adalah riwayat penyakit pada ibu, diabetes, lupus, Antiphospholipid Syndrome (APS) terkait kekentalan darah, toksoplasmosis, rubella, hingga Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).

Gejala blighted ovum

Sick asian woman vomiting into basin in toilet,Nausea,IndigestibleIlustrasi Tanda Kehamilan Gejala Blighted Ovum/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Piyapong Thongcharoen

Blighted ovum dapat terjadi di awal kehamilan bahkan sebelum Bunda mengetahuinya. Berikut gejala blighted ovum atau hamil kosong:

1. Muncul tanda kehamilan

Gejala blighted ovum dapat ditandai dengan munculnya tanda-tanda kehamilan. Hal ini terjadi karena kadar hormon kehamilan yang meningkat. Berikut gejala blighted ovum:

  • Siklus haid terlewat
  • Tes kehamilan positif
  • Nyeri payudara
  • Morning sickness

2. Gejala keguguran

Selain munculnya tanda kehamilan, Bunda yang mengalami blighted ovum juga akan merasakan gejala menyerupai tanda keguguran, seperti:

  • Perdarahan seperti bercak ringan atau munculnya gumpalan darah
  • Kram ringan hingga sedang di daerah panggul dan perut
  • Nyeri di perut serta punggung bagian bawah
  • Timbul rasa mulas

Diagnosis blighted ovum

Blighted ovum dapat dideteksi dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) di awal kehamilan. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan rahim atau kantung kehamilan yang kosong, Bunda.

Pada usia kehamilan 4-5 minggu, dokter umumya sudah dapat melihat kantong kehamilan. Di usia 8-9 minggu, USG sudah bisa mendeteksi janin, seperti denyut jantung.

"Jika janin tidak terdeteksi di usia kehamilan 8-9 minggu, maka bisa dipastikan terjadi blighted ovum," ujar Gorga.

Sementara melansir dari Cleveland Clinic, beberapa tenaga kesehatan mungkin akan meminta Bunda menjalani tes darah untuk memeriksa kadar hCG (human chorionic gonadotropin) dalam tubuh. Ini merupakan hormon kehamilan yang hanya diproduksi saat seorang wanita hamil.

Tingkat hCG dalam darah meningkat dengan cepat pada awal kehamilan dan mencapai puncaknya sekitar minggu ke-8 sampai ke-10. Jika tidak meningkat dengan cepat, maka itu bisa menjadi indikasi keguguran atau komplikasi lainnya.

Tenaga kesehatan mungkin akan memutuskan untuk menguji kadar hCG selama beberapa hari untuk mengevaluasinya. Selain pemeriksaan USG, ini bisa menjadi cara yang efektif untuk mendiagnosis blighted ovum.

Komplikasi blighted ovum

Ilustrasi KeguguranIlustrasi Keguguran/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Blighted ovum dapat menyebabkan komplikasi yang terkait dengan kondisi kesehatan Bunda, seperti:

  1. Perdarahan hebat.
  2. Nyeri hingga sakit perut.
  3. Infeksi yang disebabkan sisa kehamilan atau jaringan di dalam rahim belum sepenuhnya bersih.
  4. Syok hipovolemik karena banyak darah yang keluar.
  5. Anemia bila perdarahan tidak ditangani dengan tepat.

Penanganan blighted ovum

Blighted ovum dapat ditangani dengan dua cara atau tatalaksana, yakni:

1. Teknik kuret

Tatalaksana blighted ovum dapat dilakukan dengan teknik kuret. Tindakan ini bertujuan untuk mengeluarkan dan membersihkan jaringan di dalam rahim.

Sebelum menjalani tindakan kuret, sebaiknya Bunda konsultasikan dulu dengan dokter. Pasien mungkin akan mengalami efek samping usai menjalani tindakan.

2. Abortus spontan saat blighted ovum

Selain kuret, blighted ovum juga bisa keluar dengan sendirinya atau mengalami abortus spontan. Namun, proses ini bisa berisiko menyisakan jaringan di rahim hingga menyebabkan perdarahan.

Selain itu, butuh waktu berhari-hari bagi tubuh untuk melepaskan jaringan ini, Bunda. Jika Bunda sudah mengalami tanda-tanda blighted ovum atau abortus spontan, maka sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Induksi dengan obat

Dokter mungkin akan memberikan obat untuk mengeluarkan jaringan di dalam rahim pada Bunda yang mengalami blighted ovum. Obat ini akan memicu tubuh untuk mengalami keguguran tanpa waktu lama.

Meski begitu, Bunda akan mengalami efek samping, seperti kram, sakit perut, hingga perdarahan dalam waktu 30 menit hingga 10 jam setelah minum obat.

Apa blighted ovum dapat dicegah?

Infografis 4 Cara Mempersiapkan Kehamilan Sehat Saat PromilCara Mempersiapkan Kehamilan Sehat Saat Promil/ Foto: HaiBunda/Novita Rizki

Menurut APA, dalam banyak kasus, blighted ovum tidak dapat dicegah. Tapi, hamil kosong ini setidaknya dapat diminimalisir terjadi dengan cara berikut:

Pencegahan blighted ovum

Berikut 3 cara mencegah blighted ovum yang perlu Bunda ketahui:

1. Medical check up sebelum program hamil

Pasangan suami istri perlu melakukan medical check up sebelum merencanakan kehamilan. Melalui pemeriksaan menyeluruh, bisa diketahui kondisi kesehatan apakah ada masalah, bagaimana sel telur, dan kualitas sperma bisa diketahui.

Kalau ditemukan kelainan, dokter bisa melakukan pengobatan atau terapi untuk menangani faktor risiko blighted ovum. Sebaliknya, bila tidak segera dideteksi, Bunda bisa berisiko mengalami keguguran berulang.

Tes genetik juga penting. Terutama bagi Bunda yang pernah beberapa kali mengalami keguguran.

2. Konsumsi asam folat untuk cegah blighted ovum

Konsumsi asam folat sebelum hamil diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh Bunda. Asam folat menjadi sumber nutrisi yang diperlukan sebelum merencanakan kehamilan.

Asam folat merupakan vitamin B9 larut air yang berfungsi untuk memperbanyak jumlah sel, sebagai enzim metabolisme, serta meregulasi genetik. Saat program hamil, asam folat berperan penting dalam membentuk organ janin dan mendukung tumbuh kembangnya.

3. Menerapkan pola hidup sehat agar tak terjadi blighted ovum

Penerapan pola hidup sehat sangat penting saat Ayah dan Bunda memutuskan untuk program hamil. Tujuannya untuk menurunkan risiko keguguran berulang karena blighted ovum.

Bila pasangan suami istri sudah memiliki faktor risiko penyebab blighted ovum, sebaiknya segera terapkan pola hidup sehat, yakni dengan:

  • Konsumsi makanan bergizi dan bernutrisi.
  • Konsumsi suplemen untuk memperbaiki kualitas sel telur atau sperma sesuai petunjuk dokter.
  • Hindari juga konsumsi alkohol dan merokok.
Baca Juga : Sembelit

Simak juga 3 penyebab janin meninggal di dalam kandungan, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!