sign up SIGN UP search


Sick asian woman vomiting into basin in toilet,Nausea,Indigestible

Bundapedia

Morning Sickness

Tim HaiBunda   |   Haibunda

Morning sickness menjadi salah satu tanda pasti awal kehamilan. Gejala utamanya bisa berupa mual dan muntah di pagi hari.

Kondisi ini bisa menyebabkan Bunda hamil alias Bumil enggak nafsu makan dan lemas. Bahkan pada beberapa ibu hamil, morning sickness juga disertai dengan sakit kepala yang menyebabkan kondisi Bunda makin lemas.

Morning sickness merupakan kondisi yang umum dialami sebagian besar ibu hamil. Sejauh ini, tercatat lebih dari 50 persen Bumil mengalami morning sickness di awal kehamilan.


Bahkan menurut jurnal yang diterbitkan di Autonomic Neuroscience tahun 2017, diperkirakan ada 70-80 persen Bumil mengalami morning sickness. Tanda-tanda hamil muda ini biasanya dimulai sekitar minggu ke-6 kehamilan.

Penyebab morning sickness

Banyak ibu hamil bertanya-tanya apa sebenarnya yang menyebabkan mual dan muntah di pagi hari? Sayangnya, menurut ulasan Mayoclinic, hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab morning sickness.

Hanya saja, perubahan hormon kehamilan ditengarai sebagai penyebab mual terjadi di pagi hari. Meski begitu, ada juga ibu hamil yang mengalami mual dan muntah parah atau terus-menerus yang disebabkan oleh kondisi medis terkait kehamilan. Seperti misalnya penyakit tiroid atau liver.

Penyebab pasti morning sickness

Penyebab pasti morning sickness masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada 3 faktor yang dapat memengaruhi terjadinya morning sickness, yakni:

1. Hormon kehamilan

Penyebab paling sering morning sickness adalah peningkatan kadar hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG). Puncaknya berlangsung di pagi hari, Bunda.

Hormon ini pertama kali diproduksi oleh embrio yang sedang berkembang setelah pembuahan. Beberapa ahli mengaitkan hubungan antara hCG dengan terjadinya morning sickness.

Selain hCG, peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron juga dikaitkan dengan morning sickness di awal kehamilan. Peningkatan hormon estrogen pada wanita hamil 100 kali lebih tinggi dibandingkan tidak hamil.

Meski dipercaya menyebabkan morning sickness, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan perbedaan kadar estrogen wanita hamil yang memiliki gejala atau tidak.

Selain itu, hormon progesteron yang tinggi di awal kehamilan bisa mengendurkan otot-otot rahim untuk mencegah persalinan dini. Hormon ini juga bisa mengendurkan usus, sehingga dapat menyebabkan penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease).

"Para ahli menyepakati perubahan hormon saat kehamilan yakni hCG (Human Chronionic Gonadotropin) yang menyebabkan gejala ini muncul. Hormon yang dihasilkan oleh ari-ari ini naik secara tiba-tiba, sehingga merangsang pusat kimia di otak yang berakibat mual muntah," ujar Ilham lebih lanjut.

Ilustrasi Morning SicknessIlustrasi Morning Sickness/ Foto: Getty Images/iStockphoto/deeepblue

2. Kelebihan air liur memicu morning sickness

Kelebihan air liur juga dapat memicu morning sickness nih, Bunda. Penyebabnya juga masih dikaitkan dengan perubahan hormon kehamilan.

Air liur yang berlebih cenderung terkumpul di mulut saat hamil, sehingga menambah rasa mual dan menghilangkan nafsu makan. Tapi, apa pun penyebabnya, kelebihan air liur di awal kehamilan masih dianggap normal dan tidak berbahaya bila pola makan Bunda tidak terganggu.

3. Pengaruh makanan

Selain karena hormon, Bunda bisa mengalami morning sickness karena pola makan yang salah selama hamil. Misalnya, perut kosong setelah beberapa jam atau tidak makan selama periode waktu yang cukup lama.

Morning sickness juga dapat terjadi karena pengaruh makanan atau perubahan suasana di mulut, misalnya timbul rasa logam saat mengonsumsi makanan tertentu.

4. Bau makanan menyengat

Penyebab lainnya adalah karena Bunda mencium bau-bau makanan yang menyengat. Akibat pengaruh makanan ini, beberapa Bunda sering mengalami kesulitan makan saat hamil muda.

Kapan morning sickness berakhir?

Prof. Dr. dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG-KFer mengatakan, morning sickness disebut juga emesis. Setidaknya 1 dari 5 wanita akan mengalami morning sickness di trimester pertama.

"Kondisi ini umumnya tak akan lama dan dapat hilang dengan sendirinya atau setelah konsumsi obat mual," kata Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Sub Endokrinologi & Menopouse Paruh Waktu di RS Hermina Jatinegara ini kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Meski begitu, derajat mual dan muntah dapat meningkat hingga membuat Bumil sulit untuk makan. Pada kondisi yang serius, morning sickness dapat berlangsung lama hingga menyebabkan berat badan turun. Kondisi ini disebut juga hiperemesis gravidarum.

Faktor risiko morning sickness pada ibu hamil

Menurut Ilham Surya Utama, SpOG, morning sickness berhubungan dengan besarnya berat ari-ari. Ari-ari atau plasenta merupakan pengatur sumber makanan, pernapasan, hormon pertumbuhan dan tempat pembuangan zat-zat sisa atau bagi janin di dalam tubuh Bunda. Oleh karena itu, kehamilan kembar, hamil anggur atau hamil mola, dan penyakit trofoblas gestasional merupakan faktor risiko yang menyebabkan morning sickness.

"Selain itu, riwayat mabuk perjalanan, hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya, migrain, dan faktor genetik saudara perempuan atau anak perempuan yang memiliki hyperemesis gravidarum, juga menyebabkan faktor risiko pada terjadinya morning sickness," terang dokter yang berpraktik di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo ini.

Infografis morning sicknessInfografis morning sickness/ Foto: HaiBunda

Penilaian morning sickness

Bunda dapat menilai keparahan morning sickness melalui skor PUQE (Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea). PUQE adalah sistem skoring yang digunakan untuk menilai berat atau tidaknya gejala mual dan muntah yang dialami selama kehamilan

Berikut skor PUQE untuk menilai derajat mual dan muntah selama hamil:

Ada tiga pertanyaan dengan skor 1 sampai 5 untuk menilai keluhan. Skor PUQE dari setiap pertanyaan kemudian dijumlahkan. Berikut interpretasi skor PUQE untuk menilai mual dan muntah selama kehamilan:

tabel Puqe untuk mengukur derajat hipermesis gravidarumtabel Puqe untuk mengukur derajat hipermesis gravidarum/ Foto: HaiBunda
  • Nilai 3-6 = derajat ringan
  • Nilai 7-12 = derajat sedang
  • Nilai >13 = derajat berat

Bila nilai sudah >13, artinya Bumil sudah mengalami hiperemesis gravidarum.

Faktor risiko morning sickness

Bunda hamil memiliki risiko untuk mengalami morning sickness, bahkan di kehamilan keduanya. Tapi, risiko ini menjadi lebih tinggi pada beberapa kondisi. Melansir dari Mayo Clinic, berikut 3 faktor risiko morning sickness:

Bunda pernah mengalami morning sickness pada kehamilan sebelumnya.
Bunda sedang hamil anak kembar atau lebih dari satu bayi.
Sebelum hamil, Bunda pernah mengalami morning sickness karena mabuk perjalanan, migrain, konsumsi pil KB mengandung estrogen, atau sensitif terhadap bau-bauan.

Komplikasi morning sickness

Morning sickness umumnya tidak akan menyebabkan komplikasi selama kehamilan. Tapi, bila kondisi menjadi serius, Bunda bisa kehilangan nafsu makan karena mual dan muntah.

Morning sickness biasanya tidak akan menjadi parah hingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin. Bagi sebagian Bumil, mual dapat menyebabkan muntah parah dan penurunan berat badan.

Bunda yang mengalami morning sickness parah lebih dari 3 sampai 4 bulan pertama kehamilan sebaiknya bicara dengan dokter. Bunda mungkin mengalami hiperemesis gravidarum.

Andon juga mengatakan dari 100 ibu hamil, sekitar 3 sampai 4 orang akan mengalami hiperemesis gravidarum. Kondisi Bumil dengan hiperemesis gravidarum harus segera ditangani secara medis agar tidak memengaruhi kondisi ibu dan janin.

"Ibu hamil didiagnosis hiperemesis gravidarum bila mengalami penurunan berat badan lebih dari 5 persen disertai ketosis urine. Mual dan muntah berat ini juga dapat menyebabkan perubahan keseimbangan elektrolit, seperti natrium, kalium, dan klorida," ujar Andon.

Alasan morning sickness terasa semakin parah

Pada umumnya, morning sickness hanya terjadi di trimester awal kehamilan. Bunda sebaiknya waspada jika mual dan muntah terus terjadi di atas kehamilan 16 minggu.

Dalam kondisi ini, sebaiknya mewaspadai terjadinya hipermesis gravidarum. Melansir dari Medlineplus, hipermesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah yang ekstrem dan presisten selama kehamilan.

Jika tidak segera diatasi, hipermesis gravidarum dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, dan ketidakseimbangan elektrolit.

"Ibu hamil didiagnosis hiperemesis gravidarum bila mengalami penurunan berat badan lebih dari 5 persen disertai ketosis urine," ungkap Andon menambahkan.

Gejala hipermesis gravidarum

Gejala hiperemesis gravidarum berbeda dengan morning sickness. Selain dari skor PUQE, gejala hiperemesis gravidarum dapat dilihat dari mual dan muntah yang disertai gejala:

  1. Kesulitan makan
  2. Tidak bisa tidur
  3. Berat badan turun
  4. Urine kental
  5. Suhu tubuh naik (demam)
  6. Muntah darah

Kondisi medis pemicu mual dan muntah hebat saat morning sickness

Mual muntah bisa menjadi semakin parah jika ibu hamil mengalami kondisi medis tertentu. Berikut 4 kondisi medis yang bisa memperparah keluhan mual dan muntah:

  1. Kehamilan dengan bayi kembar
  2. Hamil anggur
  3. Gastritis atau penyakit lambung
  4. Penyakit pada kelenjar tiroid
  5. Gangguan kandung empedu
  6. Preeklamsia
  7. Riwayat kehamilan sebelumnya pernah mengalami mual dan muntah.

Tips mengatasi morning sickness

Morning sickness di awal kehamilan sebenarnya dapat dicegah agar tidak terjadi dan menjadi parah. Berikut 10 tips mengatasi morning sickness:

  1. Bunda dapat mengubah kebiasaan makan, misalnya makan dalam jumlah sedikit tapi sering.
  2. Makanlah ketika perut terasa enak, dengan porsi kecil atau makan 5 sampai 6 kali sehari untuk mencegah perut kosong dan mempertahankan kadar gula darah agar stabil.
  3. Konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan protein dapat membantu mengatasi rasa mual.
  4. Selain itu, banyak Bunda perlu membiasakan makan buah dan sayuran selama kehamilan.
  5. Jangan langsung terburu-buru bangun di pagi hari. Cobalah duduk sebentar dan makan camilan atau biskuit untuk mencegah mual.
  6. Hindari konsumsi makanan yang memicu rasa mual, seperti makanan berbau menyengat, berlemak, dan pedas.
  7. Minum cairan yang cukup selama Bunda mengalami morning sickness ya. Minumlah untuk menggantikan cairan yang hilang selama muntah atau mencegah dehidrasi.
  8. Tingkatkan asupan vitamin B6 karena efektif mengurangi rasa mual pada Bunda hamil. Vitamin ini bisa didapatkan dari sereal, alpukat, dan pisang.
  9. Minum air jahe hangat untuk mengurangi rasa mual. Selain minuman, Bunda juga bisa mengunyah permen jahe.
  10. Hindari faktor-faktor pencetus morning sickness, seperti stres dan berat badan kurang atau berlebih.

Infografis HaiBunda Morning SicknessInfografis HaiBunda Morning Sickness/ Foto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari

Konsultasi ke dokter dalam perencanaan kehamilan, terutama bagi Bunda yang pernah punya riwayat morning sickness di kehamilan sebelumnya.

"Hindari makanan yang pedas, berlemak, kue tart, brownies, minuman dingin, minuman manis, dan penggunaan tablet penambah darah selama trimester pertama. Bunda bisa mengonsumsi makanan bergizi dan segar seperti roti gandum, nasi, kentang, jus segar, wortel dan kacang hijau," saran Ilham untuk mengurangi morning sickness.

Pijat akupresur untuk kurangi gejala morning sickness

Untuk meredakan mual dan muntah dari berbagai penyebab termasuk morning sickness, Bunda bisa melakukan pijatan akupresur dengan menstimulasi titik P6 (Nei Guan), yang terletak tiga jari lebar proksimal dari pergelangan tangan.

Dikutip dalam banyak penelitian bahwa stimulasi Nei Guan (P6), dapat mengurangi mual dan muntah selama kehamilan. Pijatan akupresur juga membantu mencegah mual dan muntah pasca operasi.

Dijelaskan pula oleh Ilham, menurut data yang dirilis SOGC Clinical Practice Guideline The Management of Nausea and Vomiting disebutkan bahwa selama ribuan tahun, akunpuntur maupun acupressure merupakan metode untuk mengurangi rasa mual dan muntah. Hal ini dapat dilakukan dengan menekan titik Nei Guan atau P6 yang terletak 3 jari di bawah pergelangan tangan di tengah tendon.

"Acupressure merupakan metode murah, mandiri, aman dan menguntungkan dalam menangani morning sickness," kata Ilham.

Simak informasi mengenai mual morning sickness dan tanda maag dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!