sign up SIGN UP search
Bakteri E. Coli

Bundapedia

E .coli

  |   Haibunda

Bakteri Escherichia Coli atau biasa yang disebut sebagai bakteri E. Coli adalah bakteri yang biasa ditemukan di dalam tubuh manusia. Bakteri ini biasa hidup di dalam usus manusia untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Tapi dalam beberapa kasus, bakteri E.Coli dapat menyebabkan infeksi usus. Khususnya, pada salah satu jenis E. Coli, yaitu E. Coli O157:H7.

Penyakit usus yang dimaksud adalah Shiga Toxin-Producing E. Coli atau STEC.


Berbagai kasus yang disebabkan oleh infeksi bakteri E. Coli sebenarnya bisa sembuh total. Tapi, infeksi bakteri ini tetap berbahaya. Hal itu terjadi karena dapat menyebabkan komplikasi yang sangat parah sehingga bisa menghilangkan nyawa.

Kenapa bisa terinfeksi bakteri E. Coli?

Dilansir Healthline, infeksi usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri E. Coli sangat mungkin terjadi karena mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri E. Coli. Bakteri ini mungkin sudah hidup di dalam usus, tapi menelan bakteri E. Coli dari luar tubuh bisa menyebabkan infeksi usus.

Salah satu makanan yang sangat mungkin menularkan dan menginfeksi usus karena bakteri E. Coli adalah daging yang kurang matang.

Beberapa penyebab lain yang dapat menyebabkan infeksi bakteri E. Coli adalah tanah yang sudah terkontaminasi, air kotor atau tidak terolah dengan baik, buah, dan sayuran yang tidak dicuci dengan baik.

Untuk mengurangi resiko terkena infeksi bakteri E. Coli, Bunda perlu mempersiapkan makanan yang matang dan sehat, serta kebersihan yang baik. Dengan begitu, resiko usus terkena infeksi bakteri E. Coli akan berkurang.

Penyebab infeksi bakteri E. Coli

Jika dijabarkan lebih lanjut, maka berikut adalah penyebab infeksi bakteri E. Coli:

1. Penanganan makanan yang tidak sehat

Baik itu yang Bunda siapkan, atau restoran dan toko siapkan, penyiapan makanan yang tidak sehat bisa membuat makanan yang Bunda dan keluarga makan menjadi terkontaminasi dan berujung kepada keracunan makanan. Penyebab diantaranya adalah:

  • Tidak mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan, atau sebelum makan
  • Menggunakan peralatan yang tidak bersih
  • Meminum produk susu dan turunannya yang terlalu lama ada di kulkas
  • Memakan makanan yang disimpan di suhu yang tidak tepat
  • Memakan daging yang tidak matang atau setengah matang
  • Mengkonsumsi makanan seafood yang mentah atau tidak diproses dengan benar
  • Meminum susu yang tidak melewati proses pasteurisasi
  • Mengkonsumsi produk mentah dan tidak dicuci 
  • Pengolahan makanan dan air yang terkontaminasi

Selain penanganan dan pembuatan makanan, pengolahan awal makanan juga bisa menjadi sumber masalah infeksi usus karena bakteri E. Coli. Terutama, dalam proses penyembelihan hewan. Bakteri E. Coli bisa didapat dari usus hewan.

Ditambah, air yang didapat dengan sanitasi yang buruk bisa membuat air terkontaminasi dengan kotoran manusia dan hewan. Sehingga, air terkontaminasi ketika Bunda meminum atau berenang di dalamnya.

Penyebaran bakteri E. Coli

Bakteri E. Coli juga bisa ditularkan dari orang lain. Ini bisa terjadi ketika seseorang membawa bakteri tersebut karena tidak mencuci tangan setelah buang air besar. Karena itu, tempat-tempat seperti toilet umum akan sangat rentang.

Selain dari orang ke orang, bakteri E. Coli juga bisa menyebar dari hewan. Terutama dari hewan-hewan seperti sapi, kambing, dan domba. Hewan-hewan ini punya resiko yang lebih tinggi dalam menyebarkan bakteri E. Coli.

Gejala infeksi usus akibat bakteri E. Coli

Gejala infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri E. Coli bisa dirasakan 3-4 hari, sejak bakteri tersebut menginfeksi usus. Masa-masa ini disebut sebagai masa inkubasi.

Normalnya, gejala akan sembuh dalam 5-7 hari. Tapi bisa juga berlangsung hingga 10 hari. Berikut adalah berbagai gejala yang mungkin dirasakan karena bakteri E. Coli.

Gejala ringan sampai sedang

  • Kram perut
  • Tiba-tiba diare berair, lalu bisa berubah menjadi tinja yang berdarah
  • Kembung
  • Sering mengalami mual atau kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Demam
  • Muntah, tapi gejala ini sangat terjadi.

Gejala parah tercemar bakteri E. Coli

Gejala yang parah dapat meliputi

  • Urine yang berdarah
  • Kulit pucat
  • Memar
  • Dehidrasi

Bunda diminta menghubungi dokter apabila mengalami salah satu dari gejala parah ini. Atau, gejala berlanjut lebih lama.

Komplikasi akibat bakteri E. Coli

Jika tidak segera diobati, maka infeksi bakteri E. Coli bisa menjadi salah satu kondisi berikut. Di antaranya:

  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi perut dan panggul
  • Radang paru-paru
  • Bakteremia; di mana bakteri memasuki aliran darah meningitis, dan bakteri tersebut melintasi penghalang darah dan otak.

Cara mengobati infeksi bakteri E. Coli

Jangan khawatir, ada banyak orang yang bisa mengobati infeksi bakteri E. Coli dengan berbagai pengobatan di rumah. Hal yang perlu dilakukan adalah menyembuhkan gejalanya. Beberapa tips perawatan dari infeksi bakteri E. Coli adalah.

  • Banyak minum air
  • Beristirahat lebih lama dan lebih banyak
  • Mengawasi dan berhati-hati jika ada gejala berat yang terasa dan perlu bantuan medis.

Jika memang mengalami diare berdarah atau demam, Bunda bisa bertanya kepada dokter apakah bisa minum obat anti diare yang dijual bebas. Lalu, bisa ditanya juga apakah obat tersebut aman untuk dikonsumsi kepada bayi atau anak-anak.

Biasanya, dokter tidak akan menyarankan obat antibiotik untuk mengobati infeksi karena bakteri E. Coli. Karena obat antibiotik memiliki efek samping yang berat dan berpotensi menumpuk resistensi antibiotik.

Lalu, kapan harus ke dokter? 

Apabila tidak segera ditangani, maka infeksi usus dapat menyebabkan dehidrasi dan komplikasi yang parah. Maka itu, temui dokter apabila:

  • Mengalami diare terus menerus selama 4 hari, atau selama 2 hari untuk bayi dan anak-anak.
  • Mengalami demam disertai diare
  • Sakit perut yang tidak membaik setelah buang air besar
  • Ada nanah atau darah di tinja
  • Muntah yang terus berlanjut lebih dari 12 jam
  • Memiliki gejala infeksi usus dan baru saja bepergian dari luar negeri
  • Memiliki gejala dehidrasi, seperti kurang air seni, sangat haus, atau mengalami pusing
  • Kesulitan menahan cairan.

Jika gejala terjadi pada anak di bawah 3 tahun, maka segera bawa ke dokter ketika gejalanya muncul. Dokter bisa mengkonfirmasi infeksi E. Coli dengan sampel tinjanya.

Cara mencegah infeksi karena bakteri E. Coli

Bunda bisa mencegah infeksi karena bakteri E. Coli dengan cara-cara berikut:

  • Mencuci buah dan sayuran sampai bersih
  • Mencuci peralatan masak dan makan
  • Memisahkan daging mentah dari makanan lain serta barang-barang bersih lainnya
  • Mendinginkan makanan dengan segera
  • Hanya minum susu yang sudah melalui proses pasteurisasi
  • Tidak memasak atau menyiapkan makanan ketika diare
  • Rajin cuci tangan.

Semoga informasi mengenai ciri-ciri tercemar bakteri E. Coli, penyebab, cara mengatasi hingga mencegahnya membantu ya, Bunda.

 

Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!