sign up SIGN UP search
Lingkar kepala bayi

Bundapedia

Malnutrisi

  |   Haibunda

Malnutrisi bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai perkara kurang gizi. Tapi, sebenarnya masalah malnutrisi bisa lebih dari itu.

Memang benar, malnutrisi bisa diartikan sebagai kekurangan nutrisi. Hanya saja, tidak terbatas pada kekurangan nutrisi saja, akan tetapi kelebihan nutrisi tertentu juga bisa disebut sebagai malnutrisi.

Beragamnya jenis makanan yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak, menyebabkan malnutrisi kini bergeser yang sebelumnya identik dengan kekurangan nutrisi, menjadi kelebihan nutrisi. Malnutrisi pada anak adalah masalah serius yang perlu ditangani.


Beberapa masalah serius yang berakar dari malnutrisi adalah terhambatnya pertumbuhan, adanya masalah pada mata atau penglihatan, diabetes, hingga penyakit jantung. Kini ada miliaran orang yang terpengaruh oleh malnutrisi. Bahkan, sebagian dari mereka membuat malnutrisi berkembang karena pengaruh lingkungan, gaya hidup, dan sumber daya yang dimiliki.

Lalu, sebenarnya apa itu malnutrisi? Apa saja gejala dan bagaimana mencegahnya?

Apa itu malnutrisi?

Malnutrisi adalah sebuah kondisi dari kekurangan atau konsumsi nutrisi yang berlebihan. Dari pengertian ini, dapat dibagi bahwa ada dua jenis malnutrisi. Yaitu kekurangan gizi, dan kelebihan gizi.

Dilansir dari Healthline, berikut pengertiannya:

Kekurangan gizi

Kondisi kekurangan gizi adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan cukup protein, kalori, atau zat gizi lainnya. Karena kekurangan gizi, tubuh menjadi kekurangan berat badan menurut tinggi badan (wasting), tinggi badan menurut umur (stunting), dan berat badan menurut umur (overweight).

Kelebihan gizi

Kebalikan dari kondisi kekurangan gizi, pada kondisi ini tubuh menerima nutrisi berlebih akibat konsumsi yang tidak terkontrol. Nutrisi-nutrisi tersebut adalah protein, kalori atau lemak, yang sebenarnya juga bisa menyebabkan kekurangan gizi. Kelebihan gizi bisa menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.

Orang yang mengalami kekurangan gizi biasanya mengalami kekurangan vitamin dan mineral. Seperti zat besi, seng, vitamin A, serta yodium. Tapi, orang dengan kelebihan gizi atau obesitas, juga bisa mengalami kekurangan vitamin dan mineral ini.

Hal itu disebabkan karena adanya kemungkinan obesitas disebabkan karena konsumsi kalori yang berlebihan, tapi pada waktu yang bersamaan, juga tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang cukup. 

Ini bisa terjadi karena makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang tinggi kalori dan lemak, tapi rendah nutrisi yang lain. Seperti makanan yang digoreng dan bergula.

Gejala malnutrisi

Gejala yang muncul pada malnutrisi akan sangat bergantung pada jenisnya. Mengenali gejala malnutrisi akan sangat membantu anak-anak yang menderita dan petugas layanan kesehatan untuk mengidentifikasi dan menangani masalah yang ada.

Gejala malnutrisi bisa dibagi dua. Yaitu gejala kekurangan gizi dan gejala kelebihan gizi.

Gejala kekurangan gizi

Kekurangan gizi pada anak dapat menyebabkan:

  • Adanya penurunan berat badan
  • Kehilangan lemak dan massa otot
  • Pipi dan mata cenderung cekung
  • Perut membengkak
  • Rambut dan kulit kering
  • Luka menjadi sulit atau lama kering
  • Mudah kelelahan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Menjadi mudah dan cepat marah
  • Memiliki ciri mengalami depresi dan kecemasan berlebih

Dampak kekurangan gizi berdasarkan penyebabnya

Sementara itu, kekurangan yang paling umum dari kekurangan gizi adalah sebagai berikut:

Vitamin A: Mata menjadi cenderung kering, mengalami rabun senja, dan adanya peningkatan resiko infeksi

Seng: Kehilangan nafsu makan, pertumbuhan menjadi terhambat, luka sulit kering atau sembuh, diare, rambut menjadi rontok

Zat Besi: Gangguan fungsi otak, atau masalah pada perut

Yodium: Pembesaran kelenjar tiroid (gondokan), penurunan produksi hormon tiroid, hingga masalah tumbuh kembang   

Gejala kelebihan gizi

Ketimbang kekurangan gizi, gejala kelebihan gizi pada anak mungkin lebih mudah untuk dilihat. Ini karena ciri dari kelebihan gizi adalah adanya kelebihan berat badan dan obesitas.

Banyak penelitian yang menyebut bahwa orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, cenderung mengkonsumsi asupan yang tidak seimbang. Terutama pada kadar vitamin dan mineral tertentu yang tidak memadai untuk tubuh.

Beberapa alasan yang menyebabkan orang bisa kelebihan berat badan atau obesitas adalah konsumsi makanan cepat saji, olahan yang tinggi kalori dan lemak yang berlebihan. 

Penyebab malnutrisi

Meskipun telah disebutkan bahwa penyebab malnutrisi dari asupan, tapi tidak semua penyebab malnutrisi berasal dari asupan. Dilansir dari laman WHO, kini ada lebih dari 460 juta orang dewasa dan 150 juta anak-anak kekurangan gizi.

Sementara ada lebih dari dua miliar orang dewasa dan anak-anak yang kelebihan berat badan atau obesitas. Sehingga, masalah malnutrisi sebenarnya juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, ekonomi, dan medis yang ada.

Berikut adalah beberapa penyebab umum malnutrisi.

Kurang makanan

Kondisi yang sering terjadi dan menyebabkan malnutrisi adalah kurangnya akses ke makanan atau sumber pangan. Sehingga membuat banyak orang kelaparan, dan membuat malnutrisi.

Masalah pencernaan dan penyerapan malnutrisi

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan asupan nutrisi tidak dapat diserap baik oleh tubuh. Seperti penyakit Crohn, Celiac, atau beberapa pertumbuhan bakteri yang berlebihan di usus.

Konsumsi alkohol yang berlebihan

Mengkonsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat menyebabkan malnutrisi. Ini disebabkan karena asupan protein, kalori, dan mikronutrien menjadi tidak memadai.

Kesehatan mental

Gangguan kesehatan mental juga dapat menjadi salah satu penyebab malnutrisi. Depresi atau kondisi lainnya dapat meningkatkan resiko malnutrisi. Nutrisi bisa diserap 4 persen lebih baik oleh orang yang sehat.

Cara mencegah dan mengobati malnutrisi

Untuk bisa mencegah dan mengobati malnutrisi perlu keterlibatan banyak pihak. Dari pemerintah, berbagai organisasi, hingga sekolah bisa berperan untuk mencegah malnutrisi.

Cara yang paling mudah adalah dengan mendorong berbagai kalangan untuk memilih makanan sehat. Selain itu, untuk orang-orang yang kelebihan badan atau obesitas, mereka juga perlu didorong untuk melakukan aktivitas fisik. Hal ini dinilai efektif untuk mengurangi tingkat obesitas.

Untuk menjaga tetap sehat, perlu ada variasi makanan setiap harinya. Setiap porsi makanan perlu mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air yang seimbang. Seperti halnya menu makanan 4 sehat 5 sempurna.

Sejauh ini, ada beberapa penelitian yang menunjukkan cara untuk mengobati kekurangan gizi. Yaitu dengan menyediakan pil zat besi, seng, dan yodium. Selain itu, bisa juga disediakan suplemen makanan sambil diberikan pendidikan nutrisi. Hal ini biasanya dilakukan di komunitas atau daerah yang beresiko kekurangan gizi.

Mengobati anak dengan malnutrisi perlu pendekatan personal. Jadi, jika Bunda mulai melihat perubahan dan melihat gejala malnutrisi pada Si Kecil, Bunda bisa bicarakan dengan dokter sesegera mungkin.

Dokter akan membuat asesmen malnutrisi, lalu bisa menyarankan atau berkoordinasi dengan ahli gizi. Ini dilakukan untuk membuat jadwal dan menu makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

Dengan asupan nutrisi yang seimbang, tubuh akan selalu terjaga kesehatannya dan khususnya pada anak-anak, tumbuh kembang mereka akan berjalan dengan baik dan seimbang sesuai usia mereka.

 

Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!