cerita-bunda
Taaruf dan Saling Bertukar CV Membawaku Bertemu dengan Jodoh
Jumat, 22 Nov 2019 20:20 WIB
Jakarta -
Jodoh memang tak bisa ditebak. Seperti perjalanan cintaku hingga akhirnya menemukan suamiku, imamku, sekaligus ayah dari anak-anakku.
Jadi Bunda, awalnya aku dan suami tak pernah saling mengenal. Ya kita bertemu di grup taaruf di mana pertamanya kita saling tukeran CV (curriculum vita atau data diri) masing-masing. Di grup itu tidak hanya kita berdua tapi ada ustadz yang memandu dan mahram dari kita berdua yaitu ibuku dan ibu suami.
Setelah bertukar CV akhirnya kita lanjut ke tahap nadzhor atau pertemuan. Dia lantas datang ke rumahku sendirian. Walaupun cukup jauh jaraknya, dia mau berkunjung ke rumah.
Kira-kira butuh waktu sekitar 1 jam buat dia untuk ke rumahku. Setelah pertemuan segala pertanyaan untuk mengenal satu sama lain pun masih berlanjut di grup taaruf. Akhirnya, diadakan lagi pertemuan kedua agar kami berdua lebih mantap.
Aku kaget. Ternyata dia mau melamarku. Melalui doa yang selalu dipanjatkan setiap malam akhirnya aku memutuskan meyakini dirinya sebagai pendamping hidupku. Lamarannya kuterima karena aku melihat semua usaha yang selama ini dia lakukan.
Bismillah. Dengan memantapkan hati, kuterima lamarannya. Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar sampai tahap dia melamarku dan aku yakin mungkin inilah jodohku.
Apalagi, aku juga melihat dari kepribadiannya, keseriusannya, dan attitudenya dari sejak pertama bertemu dengannya. Semoga kisah ini bisa bermanfaat untuk para pembaca.
(Kisah Bunda Anne di Jakarta)
*Bunda yang ingin berbagi kisah seputar rumah tangga dan parenting di Cerita Bunda, bisa kirimkan langsung ke email redaksi kami di [email protected] Cerita paling menarik akan mendapat voucher belanja dari kami. dengan subjek Cerita Bunda. Ssst, Bunda yang tidak mau nama aslinya ditampilkan, sampaikan juga di email ya. Cerita yang sudah dikirim menjadi milik redaksi kami sepenuhnya. (rdn/rdn)
Jadi Bunda, awalnya aku dan suami tak pernah saling mengenal. Ya kita bertemu di grup taaruf di mana pertamanya kita saling tukeran CV (curriculum vita atau data diri) masing-masing. Di grup itu tidak hanya kita berdua tapi ada ustadz yang memandu dan mahram dari kita berdua yaitu ibuku dan ibu suami.
Kira-kira butuh waktu sekitar 1 jam buat dia untuk ke rumahku. Setelah pertemuan segala pertanyaan untuk mengenal satu sama lain pun masih berlanjut di grup taaruf. Akhirnya, diadakan lagi pertemuan kedua agar kami berdua lebih mantap.
Aku kaget. Ternyata dia mau melamarku. Melalui doa yang selalu dipanjatkan setiap malam akhirnya aku memutuskan meyakini dirinya sebagai pendamping hidupku. Lamarannya kuterima karena aku melihat semua usaha yang selama ini dia lakukan.
Bismillah. Dengan memantapkan hati, kuterima lamarannya. Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar sampai tahap dia melamarku dan aku yakin mungkin inilah jodohku.
Apalagi, aku juga melihat dari kepribadiannya, keseriusannya, dan attitudenya dari sejak pertama bertemu dengannya. Semoga kisah ini bisa bermanfaat untuk para pembaca.
![]() |
*Bunda yang ingin berbagi kisah seputar rumah tangga dan parenting di Cerita Bunda, bisa kirimkan langsung ke email redaksi kami di [email protected] Cerita paling menarik akan mendapat voucher belanja dari kami. dengan subjek Cerita Bunda. Ssst, Bunda yang tidak mau nama aslinya ditampilkan, sampaikan juga di email ya. Cerita yang sudah dikirim menjadi milik redaksi kami sepenuhnya. (rdn/rdn)