cerita-bunda

Sedekah Jodoh, Kunciku Temukan Tambatan Hati Pendamping Hidup

Sahabat HaiBunda Selasa, 10 Dec 2019 19:44 WIB
Sedekah Jodoh, Kunciku Temukan Tambatan Hati Pendamping Hidup
Jakarta - Assalamualaikum wr.wb. Saya ingin berbagi kisah, semoga bermanfaat buat para Bunda.

Tiga bulan sebelum dipertemukan melalui teman bapak, sudah kutanamkan dalam hati niat untuk bersedekah demi mendapat jodoh. Tiap hari, aku selalu mengucap doa itu dalam hati.




Niat ini muncul awalnya setelah aku melihat video salah satu ustaz di YouTube. Si ustaz mengatakan bahwa dengan sedekah, kita bisa membuka jalan bertemu jodoh. Wah, enggak ada salahnya dong aku mencoba.

Maka, dengan keyakinan, salat hajat, mengaji, dan membaca doa-doa enteng jodoh. Saya menjalankan itu semua secara kontinyu. Aku sedekah dengan cara mencicil 3 bulan.



Aku bilang (doa) ke Allah, "Ya Allah, jika cicilanku sudah lunas, mohon pertemukan aku dengan jodohku, sesuai dengan yang ku harapkan. Alhamdulillah, tidak lama cicilanku lunas.

Beberapa waktu kemudian, enggak lama, setelah cicilan itu lunas, Allah mempertemukanku dengan pria yang kini jadi suamiku. Meskipun saat itu suami bergaji kecil, tapi aku yakin dia adalah pilihan terbaik Allah untukku.

Sedekah Jodoh, Kunciku Temukan Tambatan Hati Pendamping HidupSedekah Jodoh, Kunciku Temukan Tambatan Hati Pendamping Hidup/ Foto: ilustrasi/thinkstock
Aku pikir, rezeki biarlah nanti Allah yang mengatur. Setelah sekitar setahun saling mengenal, dia datang bersama keluarganya untuk melamarku. Tanggal 6 September 2014 ditetapkan sebagai waktu pernikahan kami.

Rezeki memang Allah yang mengatur. Tiga bulan menjelang pernikahan, suami mendapat extra job, Alhamdulillah bisa buat tambahan keperluan nikah. Hari bahagiapun tiba, kami mengikat janji suci pernikahan. Alhamdulillah.



(Kisah Bunda Yasha di Jakarta.)

*Bunda yang ingin berbagi kisah seputar rumah tangga dan parenting di Cerita Bunda, bisa kirimkan langsung ke email redaksi kami di redaksi@haibunda.com Cerita paling menarik akan mendapat voucher belanja dari kami. dengan subjek Cerita Bunda. Ssst, Bunda yang tidak mau nama aslinya ditampilkan, sampaikan juga di email ya. Cerita yang sudah dikirim menjadi milik redaksi kami sepenuhnya. (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi