sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Hancur Hati Ibu, Salahkan Diri Sendiri karena Kakak Pindah Agama Demi Cinta

Sahabat HaiBunda Jumat, 31 Jul 2020 19:33 WIB
Ilustrasi mertua dan menantu caption
Jakarta -

Bak disambar petir bagi kami sekeluarga siang itu. Kakak pulang membawa kabar yang tak pernah kami duga. Dan, seolah menjadi gerbang kesedihan bagi ibu dan ayahku. 
 
Bagaimana tidak, ibu dan ayah membesarkan ketiga anaknya dengan bekal ilmu agama yang kuat. Bahkan, aku anak bungsu sudah kenyang masuk sekolah agama sejak kecil.

Hal ini sudah menjadi sesuatu yang prinsip dan tidak bisa ditawar lagi di keluarga kami. Masing-masing di antara kami sudah tau soal hal itu. Jangan coba-coba melanggar aturan tak tertulis yang sudah saklek tersebut.

Namun, kakakku yang merantau ke Jakarta punya pandangan berbeda. Selepas SMA, dia memang terbiasa hidup sendiri. Kuliah lalu bekerja jauh yang dari keluarga dan orang tua. 


Ibu dan ayahku tak pernah curiga akan gelagat kakak yang mencurigakan. Setiap mudik pun tak pernah macam-macam ia perbuat di rumah. Hingga saat usianya memasuki kepala tiga tahun, urusan jodoh pun kerap disenggol.

Ya, sebagai anak sulung dia memang diharapkan secepatnya menikah. Mengingat kami adik-adiknya juga sudah pada usia pantas berumah tangga. Ibu bilang, sudah enggak sabar pingin menimang cucu. Saat usianya sudah hampir 35 tahun, akhirnya ibu dan ayah menanyakan hal ini secara serius padanya.

Ia beberapa kali mengelak. Setiap ditanya, hanya jawaban nanti atau belum ada. Hingga akhirnya, pertengahan tahun lalu dia pulang dan minta izin menikah. Selama ini, hatinya tertambat pada seorang perempuan cantik dan dewasa.

Ibu dan ayahku akhirnya meminta calonnya di bawa pulang. Pertama kali melihat calon kakak iparku, diakui ibu perasaannya sudah  tak tenang. Mungkin benar feeling seorang ibu, beberapa bulan kemudian kakakku memberi tahu kenyataan kalau ia telah pindah agama dan berencana menikah dengan pujaan hatinya.

Upset girl apart from her husband and senior mother quarrellingCerita Bunda pindah agama/ Foto: iStock

Jederrrr.... Wajah ibuku pucat dan terjatuh dari duduknya. Sedangkan ayah hanya mampu menunduk tanpa sepatah kata pun.   Kalau kakakku masih kecil, mungkin sudah habis dihajar oleh ibu dan ayahku. Tapi, ini kejadiannya malah membuat ayah dan ibuku syok parah.

Pernikahan itupun terjadi tanpa restu ayah dan ibuku. Parahnya, ibuku begitu terpukul oleh kejadian itu. Sudah setahun peristiwa menyakitkan itu berlalu, tapi rasanya ia belum bisa menyalahkan diri sendiri.

Di usianya yang sudah senja, ia sering termenung dan menangis tiba-tiba. Pembawaannya yang bawel pun berubah total. Jadi diam dan cenderung menyalahkan diri sendiri.
 
Jujur perubahan itu membuat kebahagiaan keluarga kami tak seperti dulu lagi. Ibuku acuh pada kakak ipar, dan menganggap keberadaannya seperti tak ada di antara kami. 

Hubungannya dengan kakak menjadi dingin. Bahkan hampir menutup komunikasi. Membuat kakak bingung untuk membuka komunikasi dan takut mengabarkan rencana kelahiran anak pertamanya yang tinggal menghitung minggu. 

Di rumah pun, tawa ibuku sirna. Aku dan ayah memilih untuk ikut diam daripada memicu perdebatan dengan ibu. Semua rasanya sekarang  serba salah. Membantah ucapan ibuku sedikit saja bisa berbuntut panjang. Mulai dari menangis, hingga tensi darahnya naik. Bolak-balik ke rumah sakit pun jadi langganan.

Bahkan, ia sering curiga padaku kalau meminta izin bekerja di luar kota selama berhari-hari. Sepertinya ia trauma pada kejadian kakakku, dan menuntutku untuk mencari suami yang seiman.

Berbagai persyaratan sudah ibuku berikan padaku sebagai kriteria suami. Ibuku sayang, ibuku malang. Kenapa semua jadi begini? Aku ingin ibuku yang dulu, penuh senyuman menyejukkan hati.

(Cerita Bunda Anita -  Bandar Lampung)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke email redaksi@haibunda.com. Bunda yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

Bunda, simak juga yuk cerita Winda Idol yang sebelumnya beda budaya dan agama dengan suami, dalam video Intimate Interview berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi