sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Kutinggalkan Modeling, Kini Berteman Daster & Sapu Demi Urus Anak Sakit Parah

Sahabat HaiBunda Jumat, 18 Dec 2020 19:51 WIB
Anak kami divonis sakit parah
Female volunteer bringing groceries to a senior woman at home caption

Saat itu kami masih optimis, dan mencoba berbagai pengobatan untuk mengupayakan kesembuhannya. Tapi, hingga kini Allah rupanya masih ingin kami bersabar. Meski belum membuahkan hasil, aku dan suami tak mau putus asa.

Melihat kondisi anak, suami dan mertua akhirnya memintaku untuk berhenti bekerja di luar rumah demi anak. Awalnya, aku masih menggunakan jasa 'Mbak' untuk merawat anak. Tapi kondisi keuangan yang goyah karena semua fokus ke pengobatan si kecil, jujur kami akui sudah tak mampu lagi membayar jasa asisten rumah tangga. Setiap bulannya butuh uang yang enggak sedikit untuk memeriksakannya ke dokter.

Apalagi pemasukan hanya dari kantong suamiku. Meski gajinya masih mencukupi kehidupan kami, tapi biaya untuk anak sangat besar. Mobil pun kami jual, dan kadang uang bulanan masih dikirim dari orang tua suami.


Jujur, malu rasanya menerima bantuan seperti saat ini. Tapi, kami benar-benar sudah kehabisan tabungan demi kesembuhan si kecil.

Tiap hari pun, kini aku hanya berteman sapu dan daster. Urusan rumah tangga seperti nyuci, nyapu, ngepel yang enggak pernah kusentuh dari kecil kini jadi teman akrab.

Daster sudah seperti pakaian rancangan desainer karena kenyamanannya. Jangankan tampil cantik, lipstik dan bedak pun mungkin kini sudah berdebu. Keluar rumah pun sudah tak pernah kulakukan, paling hanya sebatas ke tukang sayur.

Suami mungkin melas melihat kondisiku, tapi ia pun tak bisa berbuat banyak karena kondisi kami memang harus seperti ini dulu. Terpenting anak kami selamat dan bisa sehat seperti dulu. Mohon doanya ya, Bunda.

(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi