sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Suami Tega Memperlakukanku Kayak Pembantu, Bahkan Mengataiku Gob...

Sahabat HaiBunda Rabu, 20 Oct 2021 16:55 WIB
Violence in relationships Ilustrasi KDRT/Foto: Getty Images/iStockphoto/MachineHeadz
Jakarta -

Apakah tuntutanku terlalu banyak untuk menjadi Bunda yang sempurna bagi Ayah dari anakku yang usianya sekarang hampir 2,5 tahun? Aku selalu merasa hanya dianggap sebatas 'pengasuh' anakku sendiri. Aku yang selalu dicaci-maki saat terjadi sesuatu pada anakku seperti saat jatuh terpeleset, atau kejedot meja.

Anakku tipe yang aktif, Bun. Entah sekadar aktif atau memang hiperaktif. Karena dia benar-benar tidak bisa diam, susah dipegang, dan susah ditangkap kalau sudah sedang lari-larian.

Sebagai seorang Bunda sudah pasti akan paling merasa bersalah ketika ada hal buruk yang terjadi akibat sifat aktifnya itu. Meski sebenarnya bukan salah aku jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada anak. Tapi itu sudah menjadi naluri seorang ibu.


Ayahnya harusnya tahu betul bagaimana tingkah anakku setiap harinya. Dia sendiri bahkan tidak pernah sanggup saat aku titipin anak untuk sekadar aku tinggal mandi atau makan. Dia juga tidak pernah membantuku untuk urusan anak seperti memandikan atau membuat susu. Dan, aku orang pertama yang paling disalahkan kalau ada apa-apa.

Ya, aku tahu memang tanggung jawabku kalau anakku tiba-tiba terjatuh atau kepentok meja karena 24 jam aku yang bersama anakku. Tapi aku juga manusia, bukan robot! Aku bisa lelah, kadang lengah, dan makin hancur perasaanku kalau ditambah makian oleh suamiku.

Ada beberapa kalimat yang masih aku ingat sebagai alasan kenapa aku merasa hanya dianggap sebagai pengasuh. Suamiku pernah mengatakan ini saat anakku terpeleset sedang lari-larian,"Kalau kamu adalah babysitter anakku, sudah aku pecat kamu dari jauh hari sebelummya."

Dia juga pernah mengatakan,"Anakmu akan malu punya ibu sepertimu."

Dan, saat anakku sedang tantrum, aku selalu berusaha menerapkan ilmu parenting yang aku tahu dengan sabar menghadapi anak. Tapi suamiku dengan tidak sabarnya selalu mengatai aku gob*** karena dianggapnya aku hanya diam saja saat anak menangis. Alasannya dia kasihan dengan anaknya karena dibiarkan terlalu lama menangis.

Masih banyak hal lainnya yang membuat aku sedih. kata-kata hewan, makian gob***, bo***, sudah tidak asing lagi di telingaku.Selama ini aku hanya diam dan membatin,"Siapakah aku ini? Dianggap apakah aku di sini? Apa benar aku hanya dianggap pengasuh?".

(Bunda A, Jakarta)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke [email protected] yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

Simak juga video berikut mengenai tetes mata Mona Ratuliu saat baca Cerita Bunda mengenai suami yang setia pada istri.

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!