sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Suami Rajin Chat Wanita Lain & Bilang Enggak Ada Apa-apa, Aku Enggak Bodoh!

Sahabat HaiBunda   |   Haibunda Rabu, 08 Dec 2021 16:52 WIB
Ilustrasi ketahuan selingkuh caption
Jakarta -

Awal mula terjadi saya curiga dengan suami saya karena chat dengan seorang teman kerja wanita. Chat itu bisa dibilang biasa saja, tapi lama-lama sering sekali di end chat dan selalu diam-diam membalas pesan singkat itu.

Saya sudah mulai curiga dan selalu menanyakan ada hubungan apa dengan teman kerja wanita itu. Suami selalu bilang dia cuman teman kerja saja. Belum lagi saya selalu tanyakan hal-hal tentang wanita itu dan suami selalu membanggakannya.

Bahkan suatu ketika teman kerja wanita ini terkena COVID-19 dan harus isoman di rumah. Suami saya kelabakan ingin sekali mengantar makanan dan obat-obatan. Saya ingatkan lagi kalau jangan dulu karena rumah dia karena agak jauh. Saya bilang ke suami kalau saya kurang nyaman kalau dia seperhatian itu ke temannya.


Banner Pria Aceh dan Istri TurkiBanner Pria Aceh dan Istri Turki/ Foto: HaiBunda/Mia

Memang sih akhirnya suami nurut tapi dia tetap chat setiap hari, selalu perhatian sekali ke teman wanita itu. Saya pun sering bilang kalau saya cemburu, namun dia kembali bilang kalau tidak ada apa-apa di antara mereka.

Suatu ketika saya iseng untuk menyadap maps suami dan saya sering cek kalau suami pulang terlambat atau pamit untuk main. Benar saja saya pernah mendapati titik lokasi suami saya berada di suatu hotel OY*. Saya pun tanyakan keberadaan dia lewat chat dan dia bilang kalau lagi nganter barang customer ke gudang tempatnya bekerja.

Saya telepon dan video call tak satupun yang dijawab. Saya mau nyusul pun enggak bisa karena di rumah sendiri dengan seorang anak batita yang sedang tidur, akhirnya saya pun pasrah sama Allah SWT.

Memang saya dikenalkan dan sering main bareng-bareng sama teman kerjanya termasuk si wanita tadi. Ya memang keberadaan saya diakui oleh suami saya di depan teman-temannya, tapi yang namanya seorang istri pasti punya firasat.

Lama-lama sering sekali saya memergoki suami chat dengan wanita itu. Lucunya selang satu hari ataupun dua hari saya cek lagi chat itu sudah di end chat sama suami. Suami bilang kalau enggak mau aku mikir yang tidak-tidak tentang chat mereka, alasan yang kurang masuk akal, namun aku tetap diam dan mencoba percaya.

Sampai puncaknya suami duduk di teras depan rumah, lalu saya samperin diam-diam. Saya lihat dia itu sedang chat dengan seseorang tapi tidak keliatan jelas siapa. Tiba-tiba dia kaget dan bilang ingin buang air besar, dia terlihat sangat terlihat mencurigakan dari segi tingkah laku, seperti gugup, takut, dan salah tingkah.

Malam harinya saya coba cek HP suami pas dia tidur. Ya benar saja tidak ada chat yang barusan dimulai, semua chat itu chat-chat lama dan chat group saja.

Siang harinya saya iseng buka HP suami lagi dan ada chat teman kerja cowoknya dengan inti perbincangan minta tolong buat hibur si teman kerja wanita yang saya curigai itu. Pas suami mau berangkat kerja saya sudah pasang muka masam.

Dia bertanya,"Kok masam mukanya?"

"Ngapain kok kamu chat ke temanmu cowok buat menghibur teman cewekmu itu," jawabku.

Suami saya bilang jujur ke saya kalau semalam si teman cewek itu mengungkapkan perasaan kalau dia suka sama suami saya. Dia juga mengaku salah sudah suka sama suami orang. Astaghfirullhhalazim saya lemas dengar pengakuan suami. Suami bilang dia enggak nerima si cewek itu dan lebih memilih saya.

Dari itu saya pun berpikir tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. Saya mencoba tegar walaupun hati saya sakit dengarnya. Lebih sakit lagi kenapa suami saya menyembunyikan chat-chat dia sama cewek itu? 

Saya juga enggak begitu percaya dengan apa yang diucapkan suami karena sudah beberapa kali sewaktu pacaran juga pernah kejadian seperti ini. Saya juga tidak sepenuhnya menyalahkan cewek itu karena saya tahu suami saya sangat perhatian ke teman sampai bikin baper dan nyaman mungkin.

Seharusnya suami saya sadar diri kalau dia seorang suami dan ayah yang seharusnya sewajarnya berteman dengan wanita. Saya tidak melarang suami saya berteman dengan siapa saja, tapi tolong hargai perasaan saya sebagai seorang istri yang sudah memberimu keturunan, selalu setia, mencoba tidak mengeluh dengan apa yang terjadi di rumah tangga kami, selalu menemani susah maupun senang, selalu merawat ketika kamu sakit.

Sampai hari ini detik ini saya merasa dikhianati dan sakit hati. Walaupun mungkin memang mereka tidak berpacaran tetapi kebohongan-kebohongan itu yang selalu ada dalam ingatan saya.

(Bunda S, Yogyakarta)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda [email protected] ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

Simak juga video berikut mengenai cerita Mommy ASF yang bangkit dari pahitnya perceraian rumah tangga.

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!