sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Please Suami, Kurangi Berat Badanmu Karena Hanya Bikin Aku iL-Feel

Sahabat HaiBunda   |   Haibunda Senin, 03 Jan 2022 17:11 WIB
Ilustrasi overweight caption
Jakarta -

Pernikahanku dan suami sudah berumur tiga tahun dan kami sudah dikaruniai seorang anak berusia dua tahun. Sebelum menikah aku memang menerima dia sebagai suamiku dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Memang dulu saat kami masih pacaran, suamiku memang tidak memiliki tubuh yang proporsional. Perutnya agak sedikit buncit tapi itu masih dalam batas wajar. Selain itu sikap dan kepribadiannya sangat baik dan wajahnya pun tampan jadi memang tidak masalah.

Tapi makin lama kami menikah suami jadi overweight dan perutnya sangat buncit sekali, Bun. Apalagi setelah punya anak, setiap libur kerjaannya hanya tidur-tiduran dan main HP.


Banner Pencerah Wajah KusamFoto: HaiBunda/Mia

Memang sih dia baik karena setiap aku minta tolong pekerjaan rumah tangga, dia akan mau bantu. Tapi yang bikin aku kesal adalah dia kalo tidak diminta, dia tidak inisiatif. Aku minta tolong untuk jaga anak saja ujung-ujungnya anak dikasih HP dan dia ketiduran. Habis makan langsung tiduran. Setiap saat selalu tiduran.

Masalah ini sudah kami bicarakan dengan tenang dan aku sudah bicara dengan suami untuk menyempatkan olahraga dan menurunkan berat badan demi kesehatan. Tapi suami hanya 'iya-iya' saja dan olahraga pun hanya sehari-dua hari dan selebihnya tidak lagi. Aku selalu menyemangati dan mengingatkan dia, Bun. Tapi dia selalu alasan sedang capek atau,"Nanti".

Berat badan suami yang overweight pun jadi berpengaruh pada aktivitas seksual kami, Bun. Aku pun jadi sering merasa tidak puas dan malas melayani suami, ujung-ujungnya aku jadi terpaksa. Aku mulai enggan berhubungan badan dengan suami karena sebal lihat badannya yang overweight.

Aku sudah bicarakan soal ini tapi tetap tidak ada hasilnya. Bukan apa-apa, Bun karena aku pun menjaga tubuh saya tetap bugar bahkan lebih langsing daripada sebelum menikah. Ketertarikan aku pada suami pun lama-lama pudar, Bun.

Aku merasa hanya saya saja yang berusaha sedangkan dia tidak. Aku takut saya sudah benar-benar tidak tertarik lagi pada suami padahal aku sayang sama dia. Harus bagaimana lagi ya, Bun saya mengingatkan dia? Karena sudah berulang kali aku ingatkan tapi tidak ada perubahan.

Terima kasih.

(Bunda Y, Jember)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke [email protected] yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

Simak juga video berikut mengenai Mona Ratuliu yang sampai menangis saat tahu ada suami setia mendampingi istri demensia. 

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!