sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Alhamdulillah, 3 Hal Ini Membukakan Pintu Rezeki Finansial bagi Keluarga Saya

Sahabat HaiBunda   |   Haibunda Jumat, 01 Apr 2022 17:14 WIB
ilustrasi berdoa Ilustrasi berkah keuangan keluarga/Foto: Getty Images/AleksandarGeorgiev
Jakarta -

Dear HaiBunda,

Pada kesempatan kali ini izinkan saya berbagi cerita dengan bunda semuanya tentang pembuka dan pelancar jalan rezeki yang Allah SWT beri untuk saya selama masa pandemi ini. Sangat terasa sekali dampak pandemi yang berjalan selama kurang lebih dua tahun pada kehidupan finansial keluarga kecil saya. Mulai dari bisnis suami yang gulung tikar hingga tertipu proyek investasi puluhan juta, dan sampai sekarang kami menanggung utang bank yang harus dibayarkan tiap bulan.

Penghasilan dari pekerjaan suami yang sekarang secara hitungan matematis sangat tidak masuk akal karena tidak cukup untuk membayar utang bank yang kami tanggung. Belum termasuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Meskipun begitu, Alhamdulillah kami sekeluarga masih diberi kesempatan untuk hidup sampai hari ini, merasa sehat, dan berusaha untuk selalu bersyukur.


Tentu saja, saya tidak berdiam diri sebagai seorang istri dan ibu dari seorang balita, ingin sekali rasanya membantu beban finansial suami. Siang malam saya berdoa agar Allah memberi jalan rejeki untuk saya. Alhamdulillah, Allah mendengar dan mengabulkan doa saya.

Banner 100 Nama Bayi Laki-laki ModernFoto: HaiBunda/ Annisa Shofia

Beberapa waktu yang lalu seorang tetangga menghubungi suami untuk menggunakan jasa saya sebagai guru les privat untuk anaknya. Ternyata Beliau cocok dengan layanan saya hingga saat ini. Penghasilan sebagai guru les privat walaupun tidak seberapa besarnya, dapat saya pakai untuk membeli kebutuhan dapur.

Saya merasa sangat bersyukur saat menerima honor pertama kali setelah sekian lama tidak bekerja karena memutuskan untuk fokus mengurus anak di rumah. Saya ingat bahwa ada kewajiban 2,5% dari harta atau penghasilan untuk dibayarkan agar Allah selalu meridhoi penghasilan kita. Kebiasaan membayar zakat ini sudah saya lakukan sejak saya bekerja selepas lulus kuliah, agar hati saya merasa tenang, dan penghasilan lancar sebagai bonusnya.

Hal yang tak kalah penting untuk jalan rezeki yang berkah adalah melalui keikhlasan doa restu orang tua untuk anaknya yang dapat menjadi suatu keajaiban dan hal itu terjadi pada saya. Saya percaya bahwa ridho orang tua adalah ridho Allah. Maka setiap ada rezeki saya berusaha mewajibkan diri saya untuk berbagi dengan orang tua saya walaupun nominalnya tak seberapa.

Sujud syukur saya kepada Allah karena mendapat syafaat atas kehendak-Nya. Tak berapa lama, murid les privat saya bertambah dan otomatis penghasilan saya juga bertambah. Bertambahnya penghasilan mengingatkan saya untuk selalu berbagi dengan orang tua. Selain itu saya dapat memenuhi kebutuhan anak saya seperti baju, peralatan untuk belajar, dan terkadang membelikan jajan agar dia merasa senang apabila masih ada uang tersisa.

Ilustrasi keuangan keluargaIlustrasi keuangan keluarga/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan

Hal terakhir yang saya lakukan untuk memperlancar rejeki yaitu sedekah Subuh. Jujur, saya belum melakukan hal ini setiap hari karena sering kali uang saya tidak tersisa pada hari itu. Tetapi saya percaya akan keajaiban sedekah Subuh yang dilandasi rasa ikhlas, hanya mengharap ridho Allah.

Pada satu hari setelah saya sedekah Subuh, saya mendapat rejeki tak terduga pada siang harinya. Padahal saat itu uang saya sudah tak bersisa lagi setelah saya pakai untuk bersedekah. Subhanallah, kuasa Allah mengalahkan segala logika dan sejak saat itu, saya tidak meragukan lagi akan keajaiban sedekah Subuh. Setiap kali ada uang baik dalam bentuk fisik maupun digital yang dapat saya sedekahkan saat Subuh, saya melakukannya dan saya berharap untuk bisa rutin bersedekah Subuh setiap hari.

Sampai hari ini, menjadi guru les privat adalah sumber penghasilan saya. Fokus saya menjadi guru les privat secara offline karena saya tidak mempunyai perangkat yang memadai untuk mendukung belajar online. Perangkat laptop milik suami sudah terjual demi memenuhi kebutuhan.

Walaupun begitu, saya sangat bersyukur atas pekerjaan ini karena mendapat penghasilan tanpa meninggalkan kewajiban mengasuh anak balita saya. Demikian cerita saya, Bun. Semoga bermanfaat bagi pembaca cerita bunda di HaiBunda ini. Terima kasih.

(Bunda Tia, bukan nama sebenarnya, Yogyakarta)

Mau berbagi cerita kebaikan di bulan Ramadan, Bun? Yuk cerita ke kami lewat [email protected] Cerita terbaik akan mendapat THR menarik dari HaiBunda.

Simak juga video berikut mengenai Widi Mulia yang prihatin ada suami minta maaf bersujud di kaki. 

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!