sign up SIGN UP search

cerita-bunda

Sedih Bun, Keluarga Suami Menyalahkan Aku karena 'Kebobolan' Anak Kedua

Sahabat HaiBunda   |   Haibunda Senin, 09 Jan 2023 17:57 WIB
Asian young woman looking at pregnancy test with disappointed expression Ilustrasi Cerita Bunda: Keluarga Suami Menyalahkan Aku karena 'Kebobolan'/ Foto: Getty Images/iStockphoto/rudi_suardi
Jakarta -

#HaiBunda aku seorang ibu dua anak yang usianya terpaut cukup dekat. Jarak usia kedua anak kami hanya 14 bulan, Bunda. Kenapa ya, orang lain yang melihat pasti bilang, "Anaknya masih kecil-kecil pasti doyan banget (berhubungan) ya".

Bukannya doyan, tapi aku memang menikah muda dan kurang pengetahuan tentang kontrasepsi yang aman. Dulu, aku berpikir orang lain masih aman saja pakai sistem KB kalender. Aku pun ikut menerapkan kontrasepsi itu.

Tapi karena kesibukan, aku bekerja dan mengurus anak, terkadang lalai dengan masa subur. Setelah melahirkan anak pertama dan bersih dari nifas, aku juga nggak pernah haid lagi. Tapi lama-kelamaan, aku curiga perut membesar.


Aku sempat berpikir, mungkin aku tambah gemuk. Sempat rasa curiga juga, apakah aku hamil lagi. Tapi, aku kan juga kasih ASI eksklusif. Padahal seingat aku, setiap berhubungan seks nggak pernah dikeluarkan di dalam.

Akhirnya, dengan berat hati aku beli test pack. Hasilnya remang-remang dan suamiku nggak percaya. Aku sendiri juga belum siap hamil lagi karena masih trauma pengalaman kurang baik saat hamil anak pertama.

Harusnya, saat hamil dimanja dan lebih disayang. Sementara, aku nggak pernah merasakan yang namanya dibanggakan karena sudah memberi keturunan. Karena setiap hari aku mendesak, suami akhirnya mengantar aku ke bidan.

MasyaAllah, ternyata usia kehamilanku sudah 22 minggu dan detak jantung janin sudah ada. Aku kira, kabar bahagia ini diterima keluarga suami. Ternyata tidak, Bunda. Mereka malah menyalahkan aku, katanya "Aku nggak bisa menjaga diri".

Aku pun nggak menaruh harapan untuk merasa spesial saat nanti melahirkan. Aku tahu, itu hanya akan membuat aku kecewa. Ternyata benar dugaan dan perasaan aku. Tidak ada yang merawat aku sehabis melahirkan.

Mereka bilang, anak kedua ini sudah pengalaman. Begitu pulang dari bidan, aku langsung mencuci pakaian, menyiapkan keperluan mandi aku dan anak-anak. Aku kira mereka akan iba, ternyata tidak.

Setelah dua hari melahirkan, aku sudah belanja sayur, sabun, dan beras sendiri. Hanya tetangga yang iba padaku. Orang terdekat malah nggak punya rasa itu sama sekali. Mulai saat itu, aku nggak mau berharap lagi pada manusia.

Aku masih bisa berdiri sendiri dan merawat anak-anak dengan tangan aku sendiri. Ini adalah berkah yang tak terhingga.

-Bunda V, domisili dirahasiakan-

Mau berbagi cerita juga, Bun? Yuk cerita ke Bubun, kirimkan lewat email [email protected] Cerita terbaik akan mendapat hadiah menarik dari HaiBunda.

[Gambas:Video Haibunda]



(muf/muf)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!