CERITA BUNDA
Aku Sedih Jalani LDR, Kok Malah Ditakutin 'Awas Suaminya Direbut Orang'
Sahabat HaiBunda | HaiBunda
Jumat, 03 Feb 2023 16:50 WIB#HaiBunda Aku dan suami menjalani kehidupan pernikahan jarak jauh. Berawal dari keadaan anak kami yang tiba-tiba menunjukkan suatu gejala, matanya bergerak-gerak ke tengah secara bergantian.
Kami membawanya ke dokter anak untuk memastikan, apakah betul ada masalah dengan matanya. Dokter bilang, ada masalah dan sebaiknya kami periksa ke dokter mata. Lalu kami membawanya ke dokter mata di kota, empat jam perjalanan dari tempat kami tinggal.
Benar, mata anak kami memang bermasalah. Tapi dokter bilang, di kota ini belum ada dokter mata yang bisa melayani perawatan mata pada anak. Akhirnya kami ada di antara dua pilihan, ke Makassar atau pulang ke Jawa.
Kami memutuskan pulang ke Jawa, kampung halamanku. Dari hasil pemeriksaan pertama, anak kami harus pakai kacamata untuk terapi agar otot matanya stabil. Dokter menyarankan, kami kembali lagi setelah tiga bulan untuk pemeriksaan lanjutan dan melihat perkembangannya.
MasyaAllah, terpaksa aku dan suami mengambil keputusan untuk menjalani LDR (long distance relationship). Aku di Jawa dan suami kembali ke kota tempatnya bekerja. Awalnya berjalan mulus. Setiap tiga bulan sekali, suami ke Jawa dan kami membawa anak kami periksa mata ke dokter mata yang sama.
Namun, berikutnya mulai terdengar selentingan tentang kami. Ada dari orang terdekat, bahkan orang yang nggak ada hubungan sama sekali dengan keluarga kami. Mereka bilang:
"Kasihan suaminya ditinggal lama."
"Kok nggak balik - balik? Nggak betah tinggal di perantauan?"
"Awas suaminya direbut orang, lho! Di sana itu berani-berani orangnya."
"Kalau suami ditinggal lama, hati-hati diganggu orang ketiga."
Ucapan terakhir itu yang paling sering aku dengar. Astaghfirullah! Awalnya aku merasa sedih karena ini pilihan bukan aku sendiri yang memutuskan. Mau tidak mau, kami jalani karena pilihan ini paling memungkinkan untuk kami.
Ketimbang harus bolak-balik luar kota untuk pemeriksaan anak, kan jadi butuh biaya lebih banyak. Lebih baik aku tinggal di Jawa dulu, kembali ke rumah orang tuaku. Aku sempat membela diri, menjelaskan keadaan kami.
Tapi, semua penjelasan itu sepertinya tetap tidak memuaskan. Mereka tetap berdalih dan terus berkomentar tentang gangguan-gangguan dalam menjalani rumah tangga jarak jauh.
Perasaanku sedih, Bunda. Aku menyadari kemungkinan itu, tapi ini keputusan kami berdua untuk anak kami dan insyaAllah pilihan terbaik saat ini bagi kami. Aku berdoa, semoga Allah menjaga hati dan pandangan suamiku.
Semakin lama, aku terbiasa dengan komentar orang dan sadar bahwa aku nggak harus menjelaskan kepada siapa pun tentang segala yang terjadi dalam hidupku. Karena yang tidak suka, akan tetap melihat sisi gelapku. Bagi mereka yang suka dan mendukung, nggak butuh penjelasan aku.
Kami tidak perlu ditakut-takuti dengan kemungkinan yang belum tentu akan terjadi. Dan kami berdoa supaya hal buruk tidak terjadi pada keluarga kami. Kami harus kuat!
Hikmah dari pengalaman ini membuatku lebih berhati-hati bicara. Karena belum tentu pandanganku sama sudutnya dengan orang lain.
-Bunda I, Gorontalo-
Mau berbagi cerita juga, Bun? Yuk cerita ke Bubun, kirimkan lewat email ceritabunda@haibunda.com. Cerita terbaik akan mendapat hadiah menarik dari HaiBunda.
Simak curahan hati Natalie Margareth ibunda Gabriel Prince alami gangguan psikis karena ditinggal suami, dalam video berikut:
(muf/muf)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Suamiku Nggak Adil! Orang Tuanya Dikasih Rumah & Mobil, Kami Malah Numpang Hidup
3 Bulan Suami Tak Berkabar, Aku Baby Blues Sampai Ingin Melempar Bayiku
Gaji Suami Entah Buat Apa, Aku Sampai Minta Uang ke Ayah Sendiri
Kelakuan Suami Bikin Aku Cemburu Sampai Dicap Gila, Aku Harus Gimana?
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
200 Pertanyaan Lomba Cerdas Cermat seputar Kemerdekaan 17 Agustus 2026, Soal Tingkat SD-SMP
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Jalan-Jalan Ke Medan? Pilihan Hotel Ini Bisa Kamu Pertimbangkan dan Dekat Mall
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif