kehamilan

Tumbuh Rambut di Perut Saat Hamil, Ngalamin Nggak, Bun?

Joko Supriyanto Sabtu, 19 Aug 2017 17:07 WIB
Tumbuh Rambut di Perut Saat Hamil, <i>Ngalamin</i> Nggak, Bun?
Jakarta - Hamil adalah pengalaman hebat yang mungkin tak terlupakan ya. Nah, pada masa kehamilan, banyak sekali perubahan yang dialami. Bagi yang mengalami kehamilan pertama kali, mungkin beberapa perubahan mencetuskan pertanyaan: ini wajar atau nggak ya?

Pada proses kehamilan, hal yang wajar Bunda alami adalah mual-mual serta ukuran tubuh yang bertambah. Tapi ada perubahan lain yang biasa terjadi juga waktu hamil lho. Misalnya tumbuhnya rambut halus di bagian perut. Tenang, ini nggak dialami semua ibu hamil. Tapi kalaupun mengalaminya juga nggak perlu khawatir berlebihan.

Baca juga: Ini Alasannya Kenapa Ibu Hamil Nggak Boleh Stres

"Tumbuhnya rambut di bagian perut waktu hamil itu wajar. Dan penyebab kenapa bisa tumbuhnya rambut di area perut, karena ada hormon androgen pada bayi yang dapat mempengaruhi ibunya," kata dr Hendrivand SpOG, yang berpraktik di RS Permata Depok saat ngobrol dengan HaiBunda beberapa waktu lalu.


Nah, jika Bunda mengalaminya dan merasa terganggu, Bunda bisa saja memotongnya atau mencukurnya. Tapi jangan menggunakan bahan kimia penghilang rambut halus selama kehamilan, demi keamanan si jabang bayi ya, Bun. Kalau ingin dicukur, lakukan dengan hati-hati dan pastikan semua instrumen atau alat yang Bunda gunakan disterilkan.

Baca juga: Perubahan yang Paling Menyenangkan Saat Hamil

Biasanya rambut halus ini akan hilang setelah melahirkan. Tapi memang sih membutuhkan waktu yang nggak singkat. Udah gitu, sebenarnya rambut halus di perut Bunda sudah ada, hanya saja karena pengaruh hormon membuat rambut halus itu menjadi tampak lebih jelas.

Dengan tumbuhnya rambut di bagian perut Bunda, ada juga yang beranggapan bahwa nanti si kecil akan memiliki rambut yang lebat juga, benar nggak ya? "Faktor lebat atau tipisnya rambut dipengaruhi faktor lain. Selain hormon androgen, genetik dan eksterogen juga turut mempengaruhi lebat atau tidaknya rambut si kecil," imbuh dr Hendrivand. (jos)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi